Cinta Setelah Menikah

Bab 161 Menderita Tetapi Tidak Berani Bersuara

Bab 161 Menderita Tetapi Tidak Berani Bersuara

Berkencan sekali setiap minggu? Pria ini benar benar tidak tahu diri!

Kenzie mengerutkan alisnya, ia hendak menolak, tapi melihat wajah kecil Ken, ia hanya bisa berkata, "Lihat saja nanti."

Sesampainya di taman hiburan, Ken masih tertidur pulas, Reyhan melepaskan sabuk pengaman, membalikan badan dan menepuk wajah kecil Ken, "Bangun anakku!"

Kenzie segera menyingkirkan tangan Reyhan, menatapnya dan berkata, "Apa yang kamu lakukan?! Biarkan dia tidur sebentar lagi."

Reyhan merasa tidak bersalah sambil menunjuk keluar jendela, "Kita sudah sampai."

Kenzie benar-benar tidak mengerti lagi cara untuk berkomunikasi dengan mahkluk seperti ini. Pantas saja ada yang mengatakan, "lebih baik bersama ibu yang miskin daripada bersama dengan ayah yang seorang pejabat."

Laki-laki, bagaimanapun tetap punya sifat tidak perhatian.

Anak kecil yang tertidur begitu pulas, jika dibangunkan pasti merasa kesal, hal seperti ini saja tidak dimengeri oleh Reyhan.

"Memang kenapa kalau membiarkannya tidur sebentar lagi? Bukankah alasan mengajak Ken keluar adalah untuk membuatnya dia senang? Sekarang ia ingin tidur, biarkan dia tidur pulas agar dia senang, kenapa kamu tidak bisa membiarkannya saja? Memangnya kenapa kalau masuk ke taman hiburan lebih siang? Jangan bilang kamu khawatir akan rugi karena mengorbankan sedikit waktu ini? Tuan besar Reyhan?"

Bình Luận ()

0/255