Cinta Setelah Menikah

Bab 165 Pembalasan Yang Direncanakan

Bab 165 Pembalasan Yang Direncanakan

Kenzie berbaring ditempat tidur, terus menerus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur.

Ia mengeluarkan ponsel dan menatap foto Ken, rasa senang dan sedih bercampur aduk, hatinya terasa begitu sakit.

"Maaf Ken, tante tidak bisa menepati janji, Tante Kenzie tidak akan bisa menemanimu bermain lagi. Ken, maaf.." Kenzie bergumam menahan tangis.

Bukan maksud hatinya ingin membohongi Ken. Tapi, cara satu-satunya untuk memperjelas hubungannya dengan Reyhan yaitu dengan menjauhi Ken.

Ken adalah putra Reyhan.

Hari berikutnya, Kenzie terbangun dengan lingkar mata menghitam dan wajah yang pucat seperti hantu.

Wanita yang sudah berumur, benar-benar tidak bisa bermain-main dengan insomnia. Kenzie menatap dirinya dicermin dan tertawa, dia berdandan seperti biasanya untuk menutupi lingkar matanya.

Sesampainya dikantor, dia berpapasan dengan Gunadi yang baru sampai.

"Kenzie! Apakah waktu hari itu kamu sakit? Aku tidak bisa menelponmu, aku sangat khawatir." Gunadi mengatakannya dengan khawatir sambil membenarkan letak kaca matanya.

Gerak-gerik Gunadi mirip seperti Steven, jantung Kenzie berdetak kencang, dengan cepat menutup matanya dan memaksakan tawanya "Hmmm iya.."

Dia tidak sakit! Dia berkencan dengan laki-laki yang tidak seharusnya ditemuinya, bukankah gila?!

"Kalau masih belum benar-benar sehat, kamu boleh pulang dan beristirahat, aku akan memberimu izin sehari." Gunadi benar-benar baik, dalam situasi yang seperti ini malah memberikan izin beristirahat untuk Kenzie.

"Hmm tidak perlu, aku masih bisa menahannya." Kenzie mengalihkan tatapannya, tidak berani menatap Gunadi.

Setiap berhadapan dengan Gunadi, Kenzie selalu merasa tidak enak hati, dia benar-benar tidak pantas menerima kebaikan Gunadi.

Bình Luận ()

0/255