Cinta Setelah Menikah

Bab 1 Wanita yang Tidak Mencintai Uang

Bab 1 Wanita yang Tidak Mencintai Uang

Shift kerja malam yang sibuk akhirnya berakhir, Kenzie mengganti seragam pelayan restorannya, melihat hujan turun di luar jendela, ia mulai merasa khawatir. Ada terlalu banyak tamu hari ini, waktu tutup restoran sudah lewati setengah jam, dia sudah ketinggalan bus terakhir.

Butuh sekitar 50 ribu untuk naik taksi, uang sebanyak itu cukup untuk membeli iga untuk dimakan Ayah. Sudahlah, lebih baik berjalan kaki pulang! Kenzie melihat sepatu usang di kakinya, sudah mulai robek, jika sekali lagi terendam air, maka sepertinya akan benar-benar rusak! Huh, dia mana punya uang untuk membeli yang baru!

Sudah lah, tidak perlu di pedulikan lagi, dia harus pulang secepat mungkin. Ayah pasti masih menunggunya.

Hujan yang deras menerpa wajahnya, Kenzie hampir tidak bisa membuka matanya.

Tiba-tiba, cahaya menyilaukan menusuk matanya, "Ciiitt ..." Sebuah mobil berwarna perak tiba-tiba berhenti, membuat suara decitan rem yang tajam! Cahaya yang menyilaukan mata membuat Kenzie tidak bisa membuka matanya, sebelum ia sempat bereaksi, dia sudah tertabrak dan jatuh ke tanah!

Merasakan rasa sakit di lutut dan lengannya, Kenzie mencoba untuk menopang dirinya sendiri dan ingin berdiri, tapi dia malah kembali terjatuh ke tanah.

turun dari mobil, menghampirinya dan memakinya: "Apa kamu jalan tidak pakai mata? Menerjang begitu saja di jalan? Apa kamu

merah, jelas-jelas Kenzie meyebrang jalan ketika lampu lalu lintas itu merah, bukannya

Kenzie marah hingga gemetar: "Apa kamu pikir kamu boleh seenaknya karena punya banyak uang? Karena punya uang jadi kamu bisa seenaknya

bermulut tajam, baru ingin berbicara, jendela mobil perlahan diturunkan, suara seorang pria yang serak perlahan terdengar: "Beri dia 10 juta,

Tuan Muda!" Supir itu segera mengganti nada

kertas dilemparkan pada Kenzie, membuatnya merasa kesakitan! Supir itu memberinya tatapan seakan sedang memberinya hadiah dan memandangnya rendah, lalu berbalik

hampir menetes dari matanya yang merah, dia berjuang untuk mendongak dan mencegah air matanya menetes jatuh. Mengambil setumpuk uang di tanah itu,

mengira Kenzie akan melakukan itu, karena dilempar

Pria yang duduk di dalam mobil itu menghentikan si supir. Kenzie melihat

hitam legam itu dingin dan sombong, memancarkan aura yang kuat, saat ini, pandangan mata hitam itu sedang menatap Kenzie,

Dia mengarahkan jarinya ke Kenzie, nada bicaranya sombong dan agresif, seakan penuh

melihat garis-garis wajahnya yang tampan, Kenzie sedikit melamun, tanpa sadar berjalan ke

Bình Luận ()

0/255