Cinta Setelah Menikah

Bab 2 Pria yang Paling Ingin Dinikahi

Bab 2 Pria yang Paling Ingin Dinikahi

Lamborghini itu melaju kencang, membuat air berlumpur di tanah menodai pakaian Kenzie yang sudah basah. Kenzie duduk di tanah dengan air berlumpur, sangat marah hingga air matanya sudah hampir menetes! Dengan benci mengambil kartu nama emas itu, ia menggunakan tenaganya ingin merobeknya, tapi bahannya sangat keras, benar-benar tidak bisa dirobek! Bahkan kartu nama pria itu juga seolah-olah menindas orang!

Ponsel di dalam tas tiba-tiba berdering.

Memasukkan kartu nama ke dalam saku, Kenzie melihat layar ponselnya, gawat, itu adalah Ibu tirinya, Lindi!

"Kenzie! Sudah jam berapa sekarang?! Kenapa masih belum pulang untuk memasak?! Apa kamu ingin membuat kami mati kelaparan?!"

Bahkan sebelum Kenzie sempat berbicara, suara Lindi yang kejam sudah terdengar, membuat gendang telinga Kenzie sakit. Sialan! Dia harusnya sudah tiba di rumah sejak tadi, jika bukan karena kecelakaan tadi, sekarng dia sudah selesai memasak untuk makan malam.

Tidak tahu apakah Ayahnya kelaparan atau tidak, memikirkan Ayahnya yang terbaring setengah sadar di ranjang, Kenzie berjuang untuk bangkit dari tanah dan dengan tertatih-tatih berjalan ke arah rumahnya.

wajahnya basah. Angin malam bertiup dan itu sangat dingin hingga menusuk

Lindi di rumah: "Makan makan makan, hanya tahu makan! Tidak bisa mendapatkan uang sepeser pun, memiliki banyak hutang, dan masih mengharapkan aku

yang basah kuyup, menundukkan kepala berjalan ke dapur, mencuci tangannya dan

sayuran, tumis sayuran, sup telur tomat. Kenzie mengambil semangkuk nasi, mengambil beberapa sayuran hijau, mengambil semangkuk sup

berada dalam keadaan setengah sadar. Saat

sendiri, sedikit demi sedikit memberi makan Ayahnya. Melihat pipi tirus Ayahnya, dia sangat

yang nyaring di telinganya: "Bu, kenapa makan malam hanya makan ini saja?" Itu adalah putri Ibu tirinya, Rena, sejak Ayahnya bangkrut, dia

kamu bisa makan dan minum enak!" Lindi juga

makan, Kenzie mencuci piring dan kembali ke kamarnya, bersiap untuk mandi dan kemudian

dengan

Melihat kartu nama di tangan Rena, Kenzie kembali mengingat pria berwajah sombong yang menaiki Lamborghini. "Hari

kartu nama ini?" Nada suara Kenzie yang datar membuat Rena merasa sangat tidak percaya! Jari tangannya yang

Bình Luận ()

0/255