Contracted Marriage 30 Days

Bab 174 Diberi Obat

Bab 174 Diberi Obat

Malam hari, jam setengah sembilan.

Saat Yan Xin pulang, pintu utama vila masih belum ditutup, seperti bermaksud memberikan dia pergi.

Biasanya, saat dia pulang, selain Yan Wan, pintu utama tidak akan dibiarkan terbuka seperti ini.

Tapi belakangan ini Yan Wan tidak pernah turun, saat ini juga membiarkan pintunya untuknya, pasti Huo Lichen yang melakukannya.

Kalau biasanya, dia pasti akan tersentuh, tapi melihat hari ini, dia merasa sakit hati.

Terpikir akan Huo Lichen membukakan pintu untuknya, juga bermaksud ingin mengusir dia pergi.

Pria itu, ingin segera mengusir dia pergi.

Tapi Yan Xin keras kepala, semakin meminta dia pergi, semakin dia tidak mau pergi, bahkan......

Dia meraba botol parfum yang baru dia beli di dalam tasnya, lalu mendorong buka pintunya, di ruang utama tidak ada orang, dengan cepat dia berlari masuk ke dalam kamarnya.

Tapi saat dia menutup pintu, dia membuat suara yang tidak kecil dan tidak besar, bisa didengar oleh seluruh vila.

Benar saja, beberapa saat kemudian, Huo Lichen turun dari kamar atas.

Dia berjalan ke pintu kamar Yan Xin, lalu mengetuk pintunya.

"Tok, tok."

Dia mengetuk dua kali, suara dan emosinya sama, tajam dan dingin.

"Sebentar."

Di dalam kamar langsung terdengar suara Yan Xin, kemudian, mendengar dia berjalan menghampiri.

Seperti agak berantakan.

Diikuti dengan suara "klik", pintunya terbuka dari dalam.

"Kakak, kamu mencariku......"

Sebelum dia selesai berbicara, Yan Xin terkejut melihat Huo Lichen berdiri di pintu, dalam sekejap langsung diam terkejut.

Nada bicaranya masih datar, "Kakak, kakak ipar, kenapa kamu di sini, kenapa kamu datang?"

Terlihat dia sedang melepas bajunya, gerakkan membuka bajunya langsung terhenti, tapi bajunya sudah terbuka setengah, pemandangan di dalam, kulitnya, semuanya terekspor.

ada sesuatu

Huo Lichen tidak bisa menghindar dan melihat seluruh tubuh Yan

Yan Xin juga terkejut.

melihat ekspresi Huo Lichen yang tenang, seperti tidak melihat apa pun yang tidak

seperti sedang berbisnis, "Kamu

"Ah------"

Xin tiba-tiba berteriak, dia menarik bajunya, lalu

memerah, melihat Huo Lichen, wajahnya

kakak ipar, aku tidak

malu, Yan Xin malu, lalu langsung menutup

Yan Xin menjadi

Sungguh berani.

membuka pintunya lagi dari

Huo Lichen, "Kakak ipar, maaf soal barusan, aku tidak mengira orang yang

"Tidak apa-apa."

itu, wajahnya yang tampan masih

dia lihat, hanya sebuah kulit daging putih saja, bahkan masih mengenakan pakaian

bahkan kalau tidak

pada pria itu, wajahnya masih terlihat sangat dingin, barusan dia memperlihatkan tubuhnya, tidak ada efek

pelukannya, atau tubuhnya,

dia

dia masih ada cara, cara ini, pasti tidak

"Kakak ipar,

tidak perlu, di depan, Yan

dan menuangkan

terbuka, walaupun Huo Lichen

dia akan

dalam belum tinggal lama, tapi Yuan Xin sudah mendekorasi ulang kamarnya, warnanya menjadi merah jambu, sangat

masuk ke kamar, ada sebuah aroma parfum

terlebih yang baunya menyengat, tidak tahu sudah disemprot

Yan Wan membicarakan

kalinya dia meminta tolong dirinya melakukan

dia pun

ipar, silakan

langsung menyerahkan secangkir teh yang barusan dia seduh ke depan Huo Lichen, "Ini teh yang baru aku seduh, rasanya

ini kelihatan berwarna hijau, seduhannya juga sangat bagus, dipikir-pikir Yan Xin berusaha

tidak melihatnya,

pagi aku akan memerintahkan orang untuk mengantarmu pulang, malam ini kamu rapikan

Yan Xin langsung terkejut, wajahnya

Lichen, "Kenapa? Kakak ipar, kamu kenapa

"Kamu sudah harus pulang."

Bình Luận ()

0/255