Contracted Marriage 30 Days

Bab 185 Mau Kamu Hadir Dengan Menawan

Bab 185 Mau Kamu Hadir Dengan Menawan

Huo Lichen menjawab dengan nada rendah, "Nggak ada yang khusus juga."

Kalau cuman acara makan malam biasa saja jadi kenapa dia memesan gaun semewah ini untuknya? Huo Lichen ini memang punya uang berlimpah!

Sambil bergumam di dalam hati, Yan Wan berputar dua tiga kali putaran untuk mengagumi gaun hasil rancangan designer terkenal itu.

Kemudian Yan Wan seolah teringat akan sesuatu dan langsung menoleh ke belakang untuk melihat Huo Lichen.

"Tuan Huo, kalau setelah pulang kerja, aku baru balik ke rumah untuk dandan, bisa sempat tidak?"

Huo Lichen pun berpikir sebentar lalu menjawab, "Sempat, kamu boleh bawa gaun ini ke kantor. Nanti kamu dandan di ruang dandan yang ada di kantor saja."

Setelah terdiam beberapa saat, Huo Lichen lanjut berkata, "Sebenarnya hari ini kamu boleh nggak usah pergi kerja. Pagi ini kamu istirahat dulu, nanti siang kamu bisa siap-siap dengan santai. Malam hari baru pergi denganku."

Setelah dipikir-pikir, sepertinya apa yang direncanakan Huo Lichen boleh juga.

Yan Wan pun mulai ragu. Tetapi akhirnya dia menggelengkan kepalanya, "Di kantor masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Lagian di rumah juga aku nggak ada kerjaan apa-apa. Bagusan aku ke kantor saja. Tuan Huo, kamu pergi ke kantor tidak?"

Ketika berbicara, Yan Wan pun mulai ragu. Hari ini Huo Lichen tidak bangun pagi, kelihatannya dari awal dia memang sudah berencana untuk tidak pergi kerja.

Jadi kalau dia pergi ke kantor sendirian, itu merepotkan tidak?

Melihat ekspresi wajah Yan Wan saat itu, Huo Lichen sepertinya sudah bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya.

Huo Lichen memang lumayan memperhatikan acara makan malam hari ini. Maka dari itu dia sudah berencana untuk tidak kerja hari ini. Bahkan siang ini dia sudah mempersiapkan orang untuk datang mendandani Yan Wan.

Tetapi, Huo Lichen menganggukkan kepalanya dan berkata dengan yakin, "Pergi."

Yan Wan yang mendengar jawaban itu pun langsung merasa lega. Lalu dia tersenyum dan berkata, "Kalau begitu habis pulang kerja, kita baru pergi bareng dari perusahaan saja gimana?"

"Baik."

Huo Lichen pun menganggukkan kepalanya.

Seperti biasanya, Huo Lichen dan Yan Wan pergi ke kantor bersama.

Setelah dipublikasikan, Yan Wan pun menjadi designer yang terkenal. Sekarang ada banyak kerjaan yang harus diselesaikannya.

Tetapi waktunya lebih flexible. Yan Wan sudah mengatur pekerjaannya semua dengan baik dan sengaja menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Setelah itu dia baru ada waktu buat pergi mencari Yan Wennan untuk mendandaninya.

Dengan begitu, setelah pulang kerja dia baru bisa langsung pergi ke acara makan malam itu dengan Huo Lichen.

Hanya saja tiba-tiba ada

"Ding ding ding."

berdering, telepon dari

ngapain Gu

pun mulai ragu dan langsung menerima

Yan Wan, tolong

dalam ponsel itu terdengar suara Zifei yang sedang

Fei pun terkejut, "Zifei, ada apa? Apa

aku seperti sudah mau

Kamu kasih tahu aku kamu lagi

Yan Wan pun membereskan barangnya dan langsung berjalan

itu, Luo An pun langsung mengejarnya dan bertanya penasaran, "Nona Yan Wan, ada apa? Kenapa terburu-buru seperti ini? Anda

aku harus

Luo

Huo Lichen. Hari ini

langsung

"Du du du ...."

berdering beberapa saat, tetapi

Setelah itu dia pun langsung menekan nomor lantai ruang

melewati sebuah ruang meeting dan melihat Huo Lichen yang sedang mengadakan pertemuan

di ruang meeting itu sepertinya orang

meeting kali

bisa menganggunya di saat seperti ini. Setelah berpikir sebentar, Yan Wan akhirnya balik dan masuk

Huo Lichen selesai meeting, dia baru

memanggil taxi dan pergi

terbaring kesakitan di atas kasur.

"Zifei, kamu kenapa?"

pun langsung berlari ke

itu sekujur tubuh Gu Zifei lemas dan dia terlihat

juga nggak tahu, tiba-tiba perutku sakit sekali. Sepertinya ini usus buntu. Yan Wan, boleh tolong bawa aku

sebentar yah. Sekarang aku

Zifei dengan perlahan dan membantunya

sakit,

Wan yang khawatir itu pun terus berjalan ke sana ke mari. Dia takut terjadi apa-apa dengan Gu

tetapi dia sama sekali tidak pernah bersikap sombong layaknya putri orang

tetap menjadi sahabat yang

"Ding ...."

tahu sudah menunggu berapa lama

Bình Luận ()

0/255