Contracted Marriage 30 Days

Bab 186 Dia Sedang Menunggunya

Bab 186 Dia Sedang Menunggunya

Perusahaan.

Setelah selesai meeting, Huo Lichen pun pulang kerja satu jam lebih awal.

Sekarang itu waktu yang pas buat bawa Yan Wan pergi dandan.

Setelah bubar, Huo Lichen pun langsung pergi ke ruang dandan perusahaannya lalu memerintahkan Weiqi untuk lihat Yan Wan lagi ngapain, kalau lagi nggak sibuk, langsung bawa dia kemari.

Yan Weinan dari tadi sudah menunggunya di ruang dandan. Ketika melihat Huo Lichen datang, Yan Wennan pun mengangkat gelas birnya ke untuk menyapa Huo Lichen.

"Lichen, selamat ulang tahun."

"Makasih banyak."

Jelas sekarang suasana hati Huo Lichen lumayan bagus. Dia pun langsung duduk di sofa yang ada di sana.

Yan Wenan pun mengangkat alisnya dan melihat ke belakang Huo Lichen, "Yan Wan masih belum datang?"

Tujuan dia menunggu di sini itu untuk mendandani Yan Wan. Huo Lichen itu seorang pria, dia nggak butuh dandanan apa-apa. Lagian dia juga punya wajah yang tampan, nggak di dandani juga sudah cukup.

Huo Lichen pun menganggukkan kepalanya lalu mengangkat sebuah gelas bir dengan anggun.

Yan Wennan pun melihat ke arah pintu lagi. Setelah melihat masih belum ada orang yang datang, dia pun tertawa dan menggoda Huo Lichen, "Lichen, selama ini, baru pertama kalinya aku lihat kamu begitu mementingkan acara ulang tahunmu sampai buat acara sebesar ini. Kamu ini ada rencana apa?"

"Menurutmu?"

Huo Lichen pun bertanya balik sambil meminum birnya dan tersenyum kecil.

Yan Wennan sepertinya sudah bisa menebaknya lalu tersenyum, "Ehm ehm, ternyata demi Yan Wan. Meskipun acara tunanganmu kali itu begitu meriah, tetapi yang hadir di sana cuman keluargamu saja. Pesta kali ini kamu mengundang semua orang elite di kota Nan, kamu ini pasti berencana buat kenalin Yan Wan ke semua orang kan."

Meskipun di sosial media dan di mana-mana semua orang sedang sibuk membahas hubungan antara dia dengan Yan Wan. Bahkan keluarga Yan juga sudah membocorkan tentang persiapan pernikahan mereka. Tetapi soal hubungan Yan Wan dan dia, sampai sekarang mereka masih belum pernah dipublikasikan secara resmi.

Dan apa yang mau dia berikan pada Yan Wan adalah hubungan yang resmi.

"Da da da."

Terdengar suara langkah kaki dari koridor.

Huo Lichen pun terdiam sebentar dan tatapannya melihat ke arah pintu masuk. Di dalam tatapan matanya itu terlihat tatapan mata penantian.

langkah kaki itu mendekati pintu masuk, dia malah melihat bayangan seorang

berjalan masuk dengan ekspresi wajah

di belakangnya itu juga

hatinya. Huo Lichen lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Weiqi dengan tatapan

designer, mereka bilang tadi siang Nona Yan sudah keluar dari kantor. Dia juga nggak bilang

mengerutkan alisnya dan bertanya, "Dia

"Dia nggak bilang."

Weiqi pun menambahkan, "Mungkin Nona Yan ada sedikit urusan, sebentar lagi harusnya

masih ada satu jam. Tunggu Yan Wan

terlihat tidak begitu senang dan suasana

jam sudah berlalu begitu

sudah tiba, tetapi Yan Wan masih

murung dan masam. Dia terus melihat ke arah pintu, tetapi

Dia pergi ke mana?

tunggu begitu lama di sana itu pun

yang sangat penting buat Huo Lichen, kenapa Yan Wan tiba-tiba

segini, sebentar lagi acaranya sudah mau dimulai. Kalau saja Yan Wan

sudah pulang belum. Kalau masih belum pulang, coba kamu cek dia pergi

"Baik."

Weiqi pun bergegas keluar.

"Nggak usah lagi."

yang murung itu pun melambaikan tangannya dan

berusaha menenangkan Huo Lichen, "Lichen, mungkin Yan Wan benar-benar ada masalah.

pun sengaja memberikan isyarat pada Weiqi untuk membantunya membujuk Huo

itu pun langsung berkata, "Benar, Tuan, bisa jadi Nona Yan sudah di perjalanan

mereka dan

itu mereka bisa melihat pintu utama

berjalan mengeluari perusahaan, nggak ada satu orang pun yang

terlihat semakin masa lagi. Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Yan Wan, "Du du

tidak ada orang yang

ke arah layar

tidak begitu ingin ikut acara makan malam ini, dia setuju juga karena terpaksa. Tadi dia juga terus ngotot mau datang

sengaja

tidak enak dilihat. Dia menggenggam ponselnya dengan erat sampai ponselnya

samping pun jadi semakin takut. Dia pun mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan Huo Lichen. Mengecah dirinya menjadi

tujuan Huo Lichen merencanakan acara makan malam ini sampai begitu

Bình Luận ()

0/255