Crazy Fall For You

Bab 75 Sulit untuk bertahan hidup

Bab 75 Sulit untuk bertahan hidup

"Ok, Kak Jo!"

Elena dengan senang hati menyetujuinya, lalu masuk ke mobil Jonathan, mobil perlahan-lahan melaju dan berjalan keluar kota.

"Lena, ini baru beberapa hari mengapa kau sudah menjadi begitu kurus?" Tatapan mata lembut Jonathan menyapu sekilas wajah Elena.

Elena mengusap wajahnya dan tersenyum, "Iyakah? Mungkin karena nafsu makanku buruk akhir ?C akhir ini..."

Jonathan menatapnya dengan nada minta maaf: "Lena, semua salahku, aku tidak seharusnya menunjukkan foto-foto itu..."

Jonathan merujuk pada foto-foto Richard dan tatapan mata Elena memancarkan sedikit kesedihan. Sekarang, foto-foto itu hanya bisa membuatnya merasa mual.

Jika dia sejak awal tahu bahwa Richard adalah orang yang menjijikkan, dia pasti tidak akan peduli padanya.

Keparat sialan itu, bahkan melakukan hal semacam itu pada ibunya.

Untuk waktu yang lama, Elena menatap mata Jonathan, lalu mengangkat bahunya, "Tidak apa-apa Kak Jo, aku melupakannya."

"Lena, aku benar-benar minta maaf, aku telah berjanji sebelumnya akan menjaga kamu seumur hidup. Tidak disangka kamu mengalami begitu banyak penderitaan sekarang."

Kata-kata Jonathan, seperti sebuah tangan besar yang hangat, menggenggam hati Elena dengan tenang.

Dia merasa sangat hangat dan aman.

Kak Jo, Kak Jo-nya!

Mobil itu melaju keluar kota dan perlahan-lahan melaju ke sebuah peternakan, sebuah rumah kayu dengan lantai kayu memasuki pandangannya.

Villa ini sangat mirip dengan sekelompok villa di Maldives, hanya saja ini sangat dekat dengan hutan dan itu sepertinya adalah pondok.

Jonathan menghentikan mobil dan menggandeng tangan Elena dan berjalan menuju rumah kayu.

Di kakinya ada rerumputan lembut, langit biru dengan awan putih, lantai kayu bergaya paviliun, ada sofa yang nyaman, dimana bisa berbaring di situ untuk menikmati pemandangan sekitarnya dan ada satu lagi ruang aula pavilion besar yang terhubung dengan kamar.

Sekelompok rumah kayu seperti itu, jarak antara satu villa ke villa lainnya tidak jauh, jika dilihat dari jauh, seperti mutiara yang tersebar di padang rumput. "Naiklah, Lena..."

Jonathan melepas sepatunya dan menginjakkan kaki di tangga kayu, Elena menirukannya, melepas sepatunya kemudian mengikuti dari belakangnya.

Melewati bagian tengah ruangan dan berjalanlah ke aula paviliun.

Duduk di sofanya begitu nyaman, rerumputan hijau penuh dengan bunga berwarna-warni, dari waktu ke waktu ada kupu-kupu menari ?C nari dan berhenti di atas sofa.

Di atas meja kayu, ada sebuket bunga lavender biru, ada beberapa kupu-kupu yang berani terbang masuk dan berhenti di atas bunga lavender itu.

Elena meringkuk di sofa, Jonathan keluar dari kamar dengan segelas jus peach.

juga sepiring

ini semua telah disiapkan terlebih dahulu, jika tidak, tidak mungkin

Jo, kamu masih mengingatnya kalau aku suka minum jus peach?" Elena sendiri bahkan sudah lupa kalau dia dulu terobsesi

kamu tetap tinggal di rumahku tidak mau pulang. Aku

Elena ketika ia masih kecil dan ada sedikit kegembiraan di matanya yang

yang menyenangkan bersama Elena,

untuk mengisi perasaan kosong ketika dia tidak dapat

kenangan ini, wajah Elena yang cantik itu memerah, lesung pipinya memunculkan senyuman manis dan bulu matanya yang tebal sedikit terkulai. Membuat sebuah bayangan tebal, di bawah hidung

bisa menahan untuk bergerak lebih

dia cari selama sepuluh tahun. Dia ada di depannya sekarang dan lebih

waktu itu, aku pikir kamu benar-benar meninggal. Aku sudah ke tempat kediamanmu sebelumnya, tapi aku tidak mendapatkan kabar apapun. Bisakah kamu menceritakan padaku apa sebenarnya yang terjadi

pada papaku, hancurnya keluargaku dan setelah meninggalnya mamaku, aku dikirim ke panti asuhan... Tinggal di panti asuhan selama satu atau dua tahun, aku tidak mengingatnya. Kemudian,

benar tidak disangka, setelah

Elena dengan lembut, tiba-tiba mengulurkan tangan rampingnya dan menggenggam tangannya yang

sisimu. Biarkan aku menjagamu! Bagaimanapun

Jonathan yang tiba-tiba, membuat Elena agak tidak siap. Dia mengangkat matanya dan menatap matanya yang terbakar,

kau tahu, aku sebenarnya benar-benar ingin

ketika Kak Jo menggenggam tangannya seperti ini, seperti waktu

dekat dan aroma

jantungnya

Apakah ini cinta?

"Lena, biarkan aku menjagamu..."

dengan penuh kehangatan

sedikit kebingungan, bibir Jonathan menyentuh wajahnya, menyentuh pori-pori, gatal dan seperti ada sebuah arus listrik yang menembus jantungnya, tanpa sadar menutup

?C sangat dekat, begitu dekat sehingga membuat

dia hampir mencium

Tiba-tiba, terdengar sebuah suara.

"Jojo????"

petir yang menyambar. Membuat dua orang yang saling terobsesi tersadar dalam sekejap dan Elena secara tidak sadar mengulurkan tangannya

dari aula ke arah mereka, itu adalah

Elena sekilas, kemudian memandang Jonathan, dadanya naik

dengan jelas bahwa tunangannya benar-benar berkencan di sini dengan wanita

"Jojo, kamu dan dia..."

mata Wendy,

kesalahan dengan Kak Jo,

Jo, aku masih punya

"Lena, aku akan mengantarmu????"

tatapannya untuk memberi sinyal pada orang yang dibelakangnya, tersenyum dan berkata: "Kak Jo, selamat ulang tahun. Semoga kau bahagia, kau tidak perlu mengantarku. Tetaplah bersama

sama sekali tidak

dengan senyum pahit dan kata-kata Elena seperti sebuah permainan kata-kata, seperti sebagai pengingat tapi lebih seperti

Wendy buru-buru

Bình Luận ()

0/255