Extramarital Love

Bab 100 Sahabat Yang Penuh Perhatian

Bab 100 Sahabat Yang Penuh Perhatian

Ternyata itu adalah Indri!

Aku membuka pintu dengan terkejut dan senang.

Jelas-jelas merupakan sahabat terbaik, tetapi malah sudah lama tidak berhubungan, bahkan sesudah melahirkan anak dia juga hanya meneleponku, tidak kusangka dia muncul tiba-tiba.

"Indri, kamu masih ingat padaku!" Aku mengeluh begitu membuka pintu.

Indri tersenyum sambil berjalan masuk: "Aku tidak ingat! Aku hanya mengingat anak angkatku, biarkan aku melihatnya?"

Aku buru-buru membawa Indri masuk ke kamar, Emma terbungkus dalam selimut kecil, menunggu mata bulat besar itu bermain sendiri dengan mulutnya, melihat orang asing masuk, juga tidak menangis, sangat pintar membuat orang sangat menyanyanginya.

"Imut sekali, sangat kecil ..." Indri heboh menoel-noel Emma. "Kecil sekali, aku tidak berani menggendongnya ..."

Berbaring dengan baik, kemudian ditoel oleh orang lain dengan tidak jelas, Emma menangis dua kali dengan tidak senang, aku buru-buru menggendongnya, mengayunnya dengan perlahan, membujuknya agar tidak menangis.

Indri merasa tidak enak kemudian memeletkan lidahnya.

"Temperamen sekali... tapi, bukankah kamu masih belum selesai dari masa setelah melahirkan? Mengapa kamu turun dari ranjang?" Dia bertanya, menatapku dengan heran.

Aku tersenyum pahit: "Tidak ada jalan lain, Hendro bekerja, tidak ada orang yang merawatku, aku hanya bisa mengurus diriku sendiri."

"Bagaimana bisa begitu? Bukankah dikatakan Ibu mertuamu akan menjagamu?" Tanya Indri sambil mengerutkan kening, tiba-tiba berbalik badan berjalan keluar.

Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan, aku hanya berada di kamar tidak keluar untuk membujuk anakku.

Setelah beberapa saat, dia kembali kemudian bertanya: "Luna, apa yang ada di meja di luar itu yang kamu makan?"

"Ya." Aku mengangguk.

"Bagaimana bisa kamu menelan makanan yang bagai makanan babi itu!" Dia mengernyit memarahiku, berbalik kemudian berlari keluar.

Melihat Emma yang tidak menangis, aku menempatkannya di ranjang, buru-buru mengejarnya keluar: "Indri, apa yang kamu lakukan?"

Indri keluar dari dapur, mengerutkan kening. "Tidak ada yang bisa kamu makan juga di kulkas."

"Ya ... ketika Hendro kembali dia akan membelinya ..." Aku berbohong, tidak ingin sahabatku melihat keadaanku yang begitu mengenaskannya.

"Kapan dia kembali?" Tanya Indri secara langsung.

Aku menjilat bibirku, berkata dengan datar: "Mungkin sore hari ..."

"Jadi nanti siang kamu masih akan memakan makanan babi itu?" Indri memelototiku sekilas, mengambil tas lalu berjalan pergi, "Kamu beristirahatlah di rumah, aku akan kembali lagi nanti."

apa kamu

jika tidak bisakah kamu

hanya bisa menunggu di rumah, pada siang hari, dia membeli begitu banyak

turun tangan memasak makan siang untukku di

yang tidak pernah bekerja, turun tangan sendiri

yang telah kamu alami selama masa kehamilanku?" Aku

itu mengatakan bahwa aku adalah nona besar yang tidak bisa melakukan apa-apa, aku harus menunjukkan kepadanya bahwa aku bukan orang seperti itu! Setelah itu, aku belajar keras selama hampir setengah tahun belajar memasak masakan asia hingga masakan barat,

memakan makan siang yang sangat lezat, setelah

dengan terharu aku menatapnya: "Indri, sebenarnya pria macam apa yang bisa membuatmu seperti ini, jika suatu hari bertemu, aku benar-benar

merasakannya? Apa yang dia katakan?" Tanyaku

"Belum ... tapi

misterius itu, tetapi Indri bersikeras tidak ingin

setelah beberapa

sesaat, menunduk menatap Emma, pura-pura tenang berbicara: "Aku dengannya sangat

menatapku,

Dia sudah putus dengan Danita, Danita secara pribadi mengakui bahwa dia telah kalah dariku, aku dan Hendro tentu saja sudah berdamai seperti

beberapa saat, kemudian menghela nafas:

kalian juga akan bahagia. Bukankah ada kalimat, jika kamu ingin menangkap hati laki-laki, harus terlebih dahulu mengambil perutnya, kupikir asalkan dia mencicipi

dua detik, "Aku berharap demikian ...

Emma, menyaksikan Indri terlihat seperti ini, kemudian memikirkan diriku sendiri, tidak bisa

Cinta itu sebenarnya apa?

mendapatkannya, sangat ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka yang sudah mendapatkannya, walaupun

akan menyesal di kemudian hari atas usaha

sepanjang hari, tidak bermaksud untuk pergi, bahkan menyiapkan makan malam yang mewah, mengatakan bahwa

dan Hendro bermasalah, tetapi aku juga tidak bisa mengusirnya, di tengah kebimbangan, Hendro dan Nick telah pulang dari tempat

menyiapkan makanan yang sangat banyak, Hendro dan

pergi ke dapur untuk mengambil nasi, Hendro

tahu dari mana rasa permusuhan di matanya muncul, berpikir kesana kemari, aku berpikir mungkin dia takut Indri tahu dia tidak bersikap baik padaku, lagipula Indri selama ini selalu memperlakukanku dengan sangat

untuk apa, setelah makan segera usir dia pergi, kamu dengar?"

kamarnya sendiri untuk mengganti bajunya, wajahnya kelihatan tidak baik kemudian berkata ada urusan dan pergi

mengerutkan kening kemudian mengejarnya, menghalangi Nick di depan pintu, "Dia sudah

sengaja datang ke sini memasak untuk kalian, tidak ada hubungannya denganku,

melihat mereka, tidak tahu apa yang sedang mereka

memperhatikan mereka, segera menyingkir untuk membiarkannya pergi, Nick keluar

..." Hendro menutup pintu, berbicara sambil berjalan kembali, "Nick, mungkin merasa bahwa dia tidak mengenal Indri, tidak enak

"Benar juga, jika aku

bahwa kami belum duduk,

tersenyum padaku, berkata dengan

menatapnya dengan

padaku setelah aku melahirkan Emma, dan juga ini

apa yang kalian lakukan diam begitu?"

Bình Luận ()

0/255