Extramarital Love

Bab 104 Kalian Bukan Manusia

Bab 104 Kalian Bukan Manusia

"Kamu ..."

Aku sangat marah sehingga jantungku berdegup sangat kencang, aku tidak bisa bernafas, pandanganku perlahan-lahan menggelap.

"Hendro, aku benar-benar buta, kenapa bisa menikahimu yang seperti binatang!" Aku menatapnya putus asa, air mata terus mengalir, menyelinap keluar dari sudut mataku.

Kupikir aku sudah mengenalnya selama sepuluh tahun, aku adalah orang yang paling mengenalnya selain keluarganya, hasilnya, kenyataan menampar keras wajahku, dia begitu berdarah dingin, bahkan perasaan antara ayah dan putrinya pun tidak ada!

"Lapor polisi! Kumohon tolong lapor polisi! Jangan paksa aku untuk membencimu! Jangan paksa aku untuk membencimu!" Aku bergumam berulang kali, hatiku benar-benar sangat sakit.

Hendro memandangku selama beberapa detik, mengangkat bahu: "Lapor ya lapor, tapi jangan menyalahkanku tidak mengingatkanmu, ini tidak berguna, hal semacam ini telah banyak terjadi, polisi datang hanya sebagai formalitas untuk menanyakan padamu bagaimana kejadiannya, lalu mereka tidak akan mempedulikannya."

"Ada begitu banyak kasus perdagangan anak dalam berita, kamu lihat berapa banyak kasus yang berhasil dipecahkan? Seberapa banyak anak yang ditemukan kembali?"

Ketika dia selesai berbicara, dia pergi keluar, setelah beberapa saat, aku mendengar suaranya yang melapor polisi.

Hatiku menciut, kakiku lemas hingga terduduk di ranjang, aku bergumam di dalam hati asalkan sudah melapor polisi maka akan lebih baik, polisi akan membantuku menemukan Emma.

Tidak! Bagaimana jika mereka tidak bisa? Bagaimana jika seperti yang dikatakan Hendro, mereka hanya akan mencatat bagaimana kejadiannya terjadi, lalu tidak mencarinya?

Emma-ku baru berusia satu bulan, dia begitu kecil, jika menyeret waktu cukup lama, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?

Tidak! Tidak bisa! Aku harus menemukannya sendiri!

Mungkin saja mereka masih berada di dalam komplek, mungkin saja mereka masih belum kabur terlalu jauh!

Sambil memegang harapan yang kecil, aku menerjang keluar dari rumah, seperti lalat tanpa kepala, aku berlari mengelilingi komplek dam tidak menemukan sosok apapun, kemudian aku berlari ke ruang keamanan di pintu gerbang, tidak berhasil menanyakan apapun, lalu aku kembali berlari keluar mencari...

Lingkungan komplek baru, orang yang tinggal tidak banyak, bahkan jalanan di luar sunyi senyap.

Aku terlihat lelah melihat ke arah jalan yang sepi, lampu jalan yang redup membuat orang tidak bisa melihat jalan, Emma-ku, aku tidak tahu dibawa ke mana oleh orang lain.

Mungkin polisi dapat melihat kamera CCTV, mencari tahu siapa yang memasuki komplek ini, siapa yang mengambil Emma dan membawanya pergi ke arah mana?

Aku berbalik dengan panik berlari ke arah rumahku.

Dalam satu tarikan nafas aku berlari ke rumah, melihat mobil polisi diparkir di bawah gedung, membangkitkan sedikit harapan di hatiku.

Menaiki lift ke lantai atas, berjalan keluar dari lift, kebetulan melihat Hendro dan dua orang yang mengenakan seragam polisi berdiri di depan pintu, aku bergegas mendekat.

"Polisi! Pak Polisi, mohon selamatkan anakku, Emma milikku ..."

Masih belum selesai berbicara, Hendro meraihku: "Sudahlah, jangan katakan lagi, aku telah selesai berbicara dengan petugas polisi, sudah malam, dia masih sangat sibuk, kamu jangan di sini menunda waktu berharga orang lain!"

"Apanya yang membuang-buang waktu?!" Aku menangis kemudian mendorong Hendro pergi, aku buru-buru mengatakan kepada petugas polisi, "Pak Polisi, ini tidak menunda waktumu bukan? Emma-ku hilang? Dia baru saja berusia satu bulan, dia... dia masih begitu kecil, orang-orang itu, orang-orang itu menculiknya! Apa yang harus aku lakukan?"

Salah satu petugas polisi berkata, "Kami semua tahu mengenai kejadiannya, kami akan menyelidiki dengan

mengatakan dengan sangat professional, membuatku merasakan dingin

Bisakah kalian bisa memeriksa CCTV? Cepatlah kalian melihat CCTV yang ada di

polisi dengan erat, takut mereka akan pergi begitu saja, jika begitu Emma-ku

tenanglah, jika kamu seperti ini bagaimana kami bisa bekerja." Petugas polisi

kembali datang dan menarikku: "Cukup, jangan menunda waktu petugas polisi, apa gunanya kamu seperti

tetapi Hendro menarikku dengan erat tidak melepaskanku, aku melihat dua petugas polisi

pergi seperti ini, tidak bertanya sepatah kata pun padaku, tidak bertanya seperti apa rupa Emma, tidak bertanya kapan Emma akan menangis, kapan dia akan lapar

apa-apa, pergi

berdaya menangis dan berteriak, aku merasa seperti dtikam dengan

dalam, menghempaskanku ke lantai, lalu menutup pintu, memblokir

pergi keluar tidak menutup pintu, lalu membiarkan

polisi menunggumu begitu lama, aku sudah membantumu untuk membuat laporan, lalu kamu berlari kembali dan

yang tanpa henti, aku duduk di lantai, tanpa berdaya

tidak menutup pintu dan kemudian pergi! Ini... ini

mendengar peringatan di berita, jelas-jelas mengetahui bahwa ada sekelompok pedagang anak

menantikan, menantikan Hendro

tidak mencariku, malah membiarkan orang jahat masuk ke dalam,

salahku! Salahku! Jelas-jelas tahu bahwa Hendro telah berubah, tapi

diri lalu memegang lutut sambil menangis

tiba-tiba keluar dari kamarnya dan

yang terjadi?"

lagi, aku harus berangkat kerja besok pagi." Nick berkata

menjawabnya sekilas, menarikku dari lantai, menyeretku masuk ke

dirimu, pikirkan nanti, jangan

berbicara, dia keluar kemudian menutup pintu, aku mendengar dia berbicara dengan

aku ingin mengatakan sesuatu padamu, ayo,

lantai dengan linglung, meringkuk, dengan

dia

seakan dalam 1 bulan

boks bayi, mengambil selimut kecil Emma, menangis

keesokan harinya, aku ingin melihat apakah berita itu

Tidak ada apapun...

informasi, dia mengatakan dengan suara kecil untuk menunggu saja di rumah, jika ada informasi maka polisi akan

Bagaimana bisa aku menunggu?

tidak tahu di mana keberadaannya di kota ini, dia sedang

aku berjalan melalui setiap jalan yang ada di kota, melihat semua orang yang memegang anak maka aku akan bergegas untuk melihat apakah itu adalah Emma-ku apa bukan, ada beberapa kali aku menerjang masuk ke dalam rumah saat kudengar ada tangisan anak kecil, ingin melihat apakah anak yang menangis itu adalah

peduli, aku hanya berharap, di suatu tempat di kota ini, aku bisa melihat Emma-ku, atau, aku kembali lagi ke rumah, Hendro sedang menggendong Emma, memberitahuku bahwa Emma

demi hari, Emma seperti menghilang di dunia ini, tanpa

memberitahu ibu dan ayahku, karena ketika aku menelepon, ibuku mengatakan kepadaku bahwa jantung ayah tidak begitu baik, aku hanya bisa meletakkan telepon sambil

peduli, Ibu mertuaku bahkan meneleponku, mengatakan kepadaku untuk

saja membanting

Bình Luận ()

0/255