Flash Wedding

Bab 44 Kaki yang Hampir Lumpuh

Bab 44 Kaki yang Hampir Lumpuh

Ketika Yoora sampai dirumah sakit, bagian pada lututnya sudah membengkak. Dokter pun terkejut melihat kondisi Yoora.

"apa yang terjadi?"

"terantuk bola golf." Richard Salim menjawabnya. Kemeja yang dipakai olehnya sudah kusut dikarenakan airmata Yoora tadi. Namun itu tidak mengurangi kepintara pada wajahnya. Wajahnya juga sedikit murung :" tolong periksalah dia."

Ketika memeriksanya, dokter sambil bertanya kepada Yoora. Dokter pun menyemprot obat pada lukanya dan itu membuat sekujur tubuhnya bergetar.

"untung saja kekuatan pukulan bola itu tidak terlalu cepat, kalau tidak kakimu akan lumpuh." Kata dokter sebelum pergi menulis resep obat :" kamu harus tinggal dirumah sakit selama dua hari ini. Setelah lebih baik, kamu harus melakukan X-Ray sekali lagi."

Mendengar perkataan dokter, Richard Salim memegang dahinya :" baiklah, terimakasih."

Setelah selesai diobati, Richard Salim ingin memeluk Yoora ke kamar pasien. Yoora otomatis mendorong tangannya dan ekspresi wajahnya sangatlah aneh :" Direktur Salim tidak perlu merepotkanmu, aku akan berjalan sendiri."

Dia sangat canggung kalau dipeluk oleh Richard Salim terus.

Richard Salim menatap kearah kakinya dan mengerutkan keningnya :" apakah kamu yakin?"

"seharusnya aku bisa." Yoora mengangkat kakinya yang luka dan lalu mencoba untuk melompat dengan satu kaki. Namun dia hampir jatuh dan Richard Salim langsung menopangnya.

Richard Salim langsung memeluknya dan otomatis tangan Yoora pun memeluk leher Richard Salim. Telinga Yoora memerah ketika melihat kemeja Richard Salim yang masih basah karena air matanya tadi.

Tangisannya tadi bukanlah sengaja, melainkan dia benar benar tidak bisa menahan sakit itu.

Mereka berdua berjarak sangat dekat. Yoora berusaha untuk menghindar dan menjauh darinya namun dia tetap saja bisa mendengar detak jantung pria dan mencium aroma parfum dari badannya, itu sangat dewasa dan menggoda.

Ketika Yoora masih berpikir, dia sudah sampai di kamar pasiennya dan sudah diletakkan diatas kasur.

"kenapa?" melihat wajahnya yang merah, Richard Salim mengira ada bagian lain pada tubuhnya yang masih sakit :" perlu memanggil dokter?"

haus." Yoora merasa canggung ketika Richard Salim bertanya tadi. Wajahnya pun semakin memerah. Richard Salim menatapnya sebentar dan tidak

itu dan mencoba untuk bersikap

aku minta maaf padamu atas kejadian ini. Aku tidak mengontrolnya dengan baik sehingga kamu bisa mendapatkan luka separah ini." Richard Salim memegang alisnya sendiri dan meminta maaf kepadanya :"

namun dia mendapatkan sebuah ide, "pada acara kemarin malam, luka pada

mengangguk :" baiklah, beberapa hari ini kamu beristirahat saja dirumah sakit. Aku akan mengatakannya kepada Ketua

"terimakasih Direktur Salim."

dan Asisten Zhang membawa

tinggal disekitar rumah sakit dan dia bisa memasak. Jikalau kamu tidak menyukai makanan dirumah sakit, kamu boleh

dan Asisten Zhang sudah mencari perawat untuknya. Itu

ini." Setelah selesai mengurus

sakit, ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi

"siapa yang mengantarnya pulang?"

aku cari unruk Christin. Orang itu merupakan mantan beberapa jenis tentara dan dia memiliki nama

apartemennya dan

kali ini sangat keterlaluan!" kata Richard Salim dengan suara yang berat, "untung saja tidak parah, kaki Yoora tidak apa apa. Kalau

agar tidak mencelakai Yoora dan dia tidak

Yoora saja, jikalau wanita lain pun, Christin tetaplah akan melakukan

masuk akal." Richard Salim memegang keningnya. Meskipun Richard Salim sudah mengingatinya, Christin tetap saja melakukan hal seperti

abu abu itu berkata Christin menulis sambil menangis." Asisten Zhang ingin tertawa jika membayangkannya. "airmatanya membuat tulisannya pada kertas menjadi buram. Dia lalu mengganti buku baru dan

abu untuk mengawasi dirinya. Jangan biarkan dia keluar dari apartemennya selama tiga hari. Kalau dia berani keluar, aku akan menambah waktu untuk mengurungnya

dan dia bertanya :" apakah serigala abu abu harus ikut keluar negeri? Dia bersekolah disekolah itu dan dulunya dia

Sniper?

pribadi untuknya dan suruhlah dia untuk mengikuti kita dari belakang. Kalau ada sesuatu yang terjadi, dia bisa langsung bertindak. Kalau

beberapa orang disana. Namun dia menjaga jaga

--

sama setiap harinya untuk menyemprotkan obat itu pada luka Yoora dan juga memberinya obat untuk diminumnya. Yoora melihat kakinya yang bengkak itu sudah mulai mengecil dan dia mencoba untuk turun

kakinya menyentuh lantai, dia

Bình Luận ()

0/255