Happy Reading :)

Jakarta, Indonesia.

Gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun, kini sedang menatap penampilanya untuk kesekian kalinya di depan cermin besar yang berada di hadapanya.

Ia memperhatikan semua penampilanya saat ini, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Wajah? Chek.

Rambut? Chek.

Lipstick? Okay.

Dress? Sempurna.

Seksi dan cantik? Okay. Semuanya sempurna.

Gadis itu bergumam sendiri di hadapan cermin sembari menyemportkan minyak wangi ke seluruh tubuhnya dengan aroma yang begitu menggoda dan kembali bergumam di dalam hatinya.

All Perfect!!!

Aretha memandangi penampilanya yang kali ini sengaja berdandan mencolok untuk pergi ke sebuah club dengan penampilanya yang begitu cantik dan terlihat sangat seksi.

Jika biasanya ia selalu berpakaian biasa dan tidak pernah dilihat menarik. Kali ini penampilanya berbeda jauh dengan kebiasanya sehari-hari.

Wajahnya sengaja ia poles dengan bedak yang tebal, diberi perona pipi yang membuat auranya semakin berwarna, serta tidak lupa riasan mata yang membuat matanya akan lebih indah dan terakhir bibir tebalnya yang terkesan seksi yang di poles dengan lipstick yang merah menggoda.

Setelah selesai semuanya, Are sapaanya menyambar kunci mobilnya dan bergegas pergi untuk menjalankan misinya malam ini. Tekad Aretha sudah bulat, ia harus bisa bercinta malam ini dengan seorang pria yang memiliki bibit unggul yang good quality.

***

21.19, Foxs Night club, Jakarta.

Sebuah club mewah yang yang berlokasi di Jakarta, yang di peruntukkan untuk para kelas atas, kaum elit dan sosialita yang berkantong tebal yang bisa masuk ke dalam club tersebut, bagi masyarakat biasa yang ingin menginjakan kaki ke club malam mewah ini mungkin hanya sebatas mimpi saja, karena harga sebuat tiket masuk ke Foxs Night saja harus merogoh kocek yang sangat mahal.

Suara dentuman music dengan hingar bingar begitu kental di ruangan yang penuh gemerlap.

Sebuah club malam yang sudah di padati para penikmat malam, tidak salah jika banyak orang-orang yang mengatakan Foxs Night sebagai surga dunianya bagi para penikmat malam yang penuh dengan kebabasan.

Namun tidak untuk Aretha yang baru pertama kali ini ia menginjakan kakinya di tempat yang terkenal sebagai raja hiburan.

Langkah kakinya berjalan menuju salah satu tempat di samping sana, sebuah meja bartender. Meski ia baru pertama kalinya menginjakan kakinya di sini.

Aretha harus bisa bersikap anggun dan tidak memperlihatkan jika dirinya baru pertama kalinya menginjakan kaki ke sebuah club mewah itu.

Aretha duduk di kursi meja bartender menikmati alunan music yang di mainkan disjoky dengan memesan minuman bersoda.

Aretha duduk dengan tenang, menyesap minuman yang diberikan oleh bartender sembari mengedarkan pandanganya untuk mencari targetnya malam ini.

O romance será atualizado diariamente. Voltem e continuem lendo amanhã, pessoal!