Life After You

Bab 50 Susan Harus Bercerai

Bab 50 Susan Harus Bercerai

Seharusnya, hari ini Ardi datang berkunjung ke tempat tinggal sang adik yang katanya ingin bercerai, namun malah mengandung bayi lagi dari suami sialannya.

Sungguh di luar prediksi dan membuat kepalanya hampir pecah. Entah siapa yang salah. Entah itu adiknya atau suami dari adiknya.

Tapi, di lubuk hatinya yang paling dalam, justru Ardi menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Susan, sang adik.

Semua kemalangan yang menimpanya, terjadi karena keputusan yang diambilnya dulu.

Jika saja dia tidak terlalu membebaskan adiknya untuk memilih pasangan, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Kekerasan yang Susan dapatkan, ibu mertua yang tidak menyenangkan, juga kakak dan adik ipar yang tak mendukung. Semuanya tak akan Susan alami jika Ardi sedikit lebih perhatian lagi pada adiknya itu.

“Ardi,” seorang lelaki tinggi besar menyambutnya dari atas kursi yang berada di atas teras.

“Paman,” sapanya balik setelah memasukkan dan memarkirkan kendaraan roda duanya di pelataran rumah.

“Tidak berkunjung ke rumah adikmu?” tanyanya terheran-heran.

Ardi meletakkan helmnya di atas motor sambil menggeleng kecil untuk menjawab rasa penasaran pamannya itu. “Tidak. Mungkin lain kali.” Kemudian dia berjalan mendekati pamannya untuk bersalaman.

“Masuk, masuk. Kita mengobrol di dalam saja, agar nyaman,” ucap pamannya sembari bangkit dan masuk ke dalam rumah.

Tepat di ruang tamu yang di dindingnya terpajang foto-foto keluarga pamanya, dia duduk sambil mengeluarkan ponsel yang menjadi jembatan bertukar kabar bersama ibu, adik, teman, dan kerabatnya yang lain.

Sedangkan pamannya terus masuk ke dalam hingga menghilang dari pandangannya.

Banyak pesan masuk di dalamnya. Tapi Ardi tidak berniat membalas pesan-pesan tersebut. Dia hanya ingin melihat pesan terakhir yang adiknya kirim.

“Bagaimana kabar adikmu?” tanya pamannya yang tiba-tiba saja duduk setelah kembali dari dapur.