Bab 748

" Kamu kira dirimu itu putri tidur?" Fidelya melototnya lalu dengan serius berkata : " Kalau udah bangun, mau mandi dulu gak?"

Awalanya dia mau mengelapnya, tapi karena sekarang dia sudah sadar, jadi dia gak mau repot lagi.

" Gak buru-buru, aku masih mau menatap kamu lagi." Di mata Ray Fidelya seperti bidadari : " Kamu beneran sangat cantik."

Wajahnya terlihat begitu sempurna di bawah cahaya lampu, membuat orang ingin sekali menciumnya.

" ……" Fidelya yang dipuji juga tersenyum, " Kamu juga tampan."

Ray dengan penuh cinta berkata : " Aku lagi mikir, wanita cantik ini aku dapat dari mana ya?"

Mungkin karena kebanyakan minum, Ray lebih santai dari biasanya, tidak tegang seperti biasanya.

Fidelya tersenyum mendengar kata-kata manisnya, gimana donk, dia sepertinya menyukai pamannya yang mabuk ini.

Bình Luận ()

0/255