Bab 765

Fidelya dengan penuh kekhawatiran menatapnya, " Kenapa, kamu gak enak badan?"

" ……" Suara Ray sangat lembut, " Enggak, aku hanya ingin diam sebentar dengan dirimu."

Bisa memeluknya juga sebuah kebahagiaan.

Fidelya tersenyum, dia membiarkan Ray memeluknya, suara air di kamar mandi menjadi lagu yang sangat indah.

Fidelya berusaha menatapnya dengan dalam, dia ingin mengingat setiap detail mukanya.

Setlah beberapa saat, dia tidak bisa menahan dirinya, dan langsung mencium dagu Ray.

Iya, lagian dia juga tidak bisa melihatnya.

Ray membuka maatanya, dan menatap ke istrinya ini, dia tidak bisa menahan tawanya, " Aku mandi dulu ya."

" Iya." Wajah Fidelya memerah, dia menundukkan kepalanya, seperti sudah melakukan sesuatu yang jahat.

Ray masuk ke dalam, dan membuka bajunya, Fidelya membantunya menutup pintu kamar mandinya.

Bình Luận ()

0/255