Bab 819

Keesokan harinya, ketika Fidelya bangun, di ranjang sudah tidak ada Ray.

Dia menggosok matanya, dan dengan pelan turun ke bawah, dia melihat paman yang sedang memasak.

Fidelya memeluknya dari belakang, dengan suara pelan berkata : " Paman, kamu beneran sangat baik! Kalau begini terus, aku bisa jadi terlalu manja."

Ray tidak membalikkan kepalanya, dia tahu siapa yang memeluknya, dia hanya tersenyum dan berkata : " Aku sengaja mau membuat kamu jadi manja, jadi kamu tidak akan meninggalkan aku."

Setelah mendengarnya, dia langsung membalikkan badan Ray, dan dengan tatapan serius melihatnya: " Paman, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu! Kecuali kamu tidak mau aku lagi….."

Belum selesai ngomong, Ray langsung bersikap dingin dan memutuskan keluhannya: " Sudah, cepat pergi gosok gigi dan cuci muka, sarapannya sudah mau selesai!"

Fidelya melirik ke telur dadar di gorengan itu, dia langsung bersemangat dan mengangguk, lalu berlari kencang ke atas.

Beneran si tukang makan.

Ray melihat dia yang berlari kencang, dia berteriak : " Pelan-pelan, nanti jatuh!"

Fidelya tidak menjawabnya.

Ray lalu mengangkat telur dadar itu dan diletakkan ke piring, lalu menuangkan susu yang telah dipanasin, dia lalu mengeluarkan roti panggang, dan makan dengan anggun.

Fidelya yang turun dari bawah, seperti melihat lukisan yang sangat indah.

Dia mengeluh : " Paman, kamu begitu anggun, mau mengusir aku ya?"

Ray tersenyum pelan melihat Fidelya yang kalau melihat makan pasti tidak tahan.

Bình Luận ()

0/255