Bab 846

Ketika naik ke atas, Fidelya masih memeluk erat paman seperti seekor koala, dia tidak mau melepaskannya.

Walaupun di anggap pohon olehnya, Ray tetap melihatnya dengan penuh kasih sayang.

Ketika masuk ke kamar tidur, Fidelya mengambil laptopnya dan mulai sibuk.

Ray lalu mengambil baju ganti mereka berdua, lalu masuk ke kamar mandi.

Ketika mendengar suara air, Fidelya teringat dia sudah lama tidak update Weibo, lalu dengan cepat dia mulai mengetik.

Ketika Ray selesai mandi, dia melihat Fidelya masih sibuk sendiri di sana dan tidak mengganggunya, dia mengambil tabletnya dan duduk di ranjang menunggunya.

Setelah beberapa saat, Fidelya bangun dan baru sadar paman telah selesai mandi, dia lalu berlari ke kamar mandi.

Setengah jalan, dia teringat belum mengambil baju ganti, dia lalu berteriak: " Paman, baju aku sudah diambil?

Ray berkata dengan keras: " Sudah digantung di dalam!"

Fidelya selesai mandi dan merasa sangat segar.

Lalu dia dengan cepat keluar, dan masuk ke pelukan paman yang sangat hangat.

Ray membiarkan Fidelya bersandar di pelukannya, setelah beberapa saat, dia tiba-tiba teringat sesuatu, dan mengulurkan tangan untuk mengelus perutnya Fidelya.

Fidelya dibuat geli olehnya, dia mulai tertawa sendiri: " Paman, geli! HeHeHe……"

Ray memegang perutnya yang dingin itu dan berkata: " Mens kamu sudah datang?"

Fidelya menggelengkan kepalanya: " Belum, kamu tahu kan kalau mens aku selalu gak tepat waktu."

Ray berpikir sejenak dan berkata: " Nanti kita periksa ke dokter lagi ya"

Fidelya mengangguk, dia merasa sangat nyaman di pelukan paman, lalu terdengar suara dia berkata: "Iya!"

Bình Luận ()

0/255