Bab 867

Ibu Ray mengeluarkan selembar brosur yang berisikan barang bayi:" Fidel, cepat lihat, apakah ada barang yang kamu sukai! Kita beli untuk menyambut calon anggota keluarga ini..."

Fidelya yang kebingungan dan merasakan awan hitam diatas kepalanya, mengangkat kepalanya menatap kearah Ray meminta pertolongan.

Ketika Ray baru saja akan membuka mulutnya sudah disela oleh Ibunya:" Kamu naik duluan saja, jangan ganggu aku dan Fidel!"

Dia tidak punya pilihan lain selain meninggal istrinya yang dengan tatapan memohon pertolongan, kemudian beranjak menuju kamarnya.

Fidelya berakta dalam hatinya:" Paman bagaimana bisa kamu begini tega membiarkan aku sendiri?"

Fidelya melihat Ibunya yang berguman sendiri, dengan hati-hati bertanya:" Ma, tidak kah kamu rasa ini terlalu dini? Lagi pula belum dipastikan apakah aku benar hamil, hasil pemeriksaan belum keluar, jika di diskusikan dikemudian hari juga tidak akan terlambat."

Ibu Ray dengan percaya diri menjawab:" Pasti tidak akan salah lagi, bulan lalu kamu tidak menstruasi, aku rasa 90-100% pasti benar!"

Dia sambil menarik tangan Fidelya, dengan terharu berkata:" Apakah kamu tahu sudah berapa lama aku tidak menggendong bayi? Terakhir aku menggendong bayi adalah 20 tahun lalu, ketika Ray masih kecil, tidak terasa wakatu sudah berlalu sekian lama, aku sangat merindukan masa-masa ketika mereka kakak beradik amsih kecil..."

Fidelya mengangkat wajahnya, melihat ibunya yang dengan mata berbinar:" Ma..."

Ibunya dengan tersenyum mengusap air matanya, dengan suara rendah berkata:" Sungguh, setiap ku membayangkan anak kecil......Fidel, jangan menertawakan ku..."

Bình Luận ()

0/255