Bab 869

Claudia melotot dengan tatapan kebencian, kemudian berlari mengejar Fidelya.

Dia melihat Fidelya yang sudah berlari sampai ke depan pintu gerbang sekolah, dia tiddak ddapat mengejarnya lagi.

Halle merasa ketakutan, tangannya memegang segelas air hangat yang diberikan Claudia ,dengan bergetar berkata:" Claudia ,menurutmu, akan kah Fidelya melaporkan ku? Aku...."

Claudia melihat kedua matanya sudah memerah, badannya bergetar hebat, dia tidak tahan kemudian berkata:" Halle, kamu sangat kelewatan tadi, jika aku tidak muncul tepat waktu, apakah kamu benar akan membunuh Fidelya? Mengapa kamu bisa memikirkan hal yang keji seperti ini?"

Halle menggelengkan kepalanya:" Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu...."

Claudia melihat Halle yang belum sepenuhnya tenang, menghela napas yang dalam, membalikkan badannya, mengambil ponsel namun kemudian direbut olehHalle.

Melihat kedua matanya yang merah, dengan terbata-bata bertanya:" Apakah kamu akan melapor polisi? Tidak boleh, jika kamu melapor pada polisi maka habis lah aku, semua akan habis...."

Claudia dikagetkan oleh perbuatannya, beberapa saat kemudian berjalan kedepannya, kemudian Halle meraih lengan Claudia , dengan emosi berkata:" Kenapa? Kamu wanita jahat, apa yang kamu ingin lakukan pada ku? Kalian semua adalah orang jahat, orang jahat..."

Claudia benar panik saat ini, melihat keadaan psikologis Halle yang tidak stabil, dia merebut ponselnya kemudian berlari keluar dengan sekuat tenaga....

Fidelya berjalan di gerbang sekolah, dengan menunduk berjalan lurus, dia bahkan tidak memperdulikan orang yang menghalangi jalannya.

Matanya hanya tertuju kebawah, dengan perasaan kacau balau berjalan lurus.

Sampai ketika dia menabrak seseorang baru lah diangkat kepalanya:" Maaf!"

Bình Luận ()

0/255