Bab 879

Jadi meskipun sangat berat, dia harus tetap kuat, meskipun setiap makan dia harus muntah dia tetap memaksakannya! Setiap membayangkan anak di dalam perutnya dia tersenyum bahagia dan memancarkan aura keibuan.

Setiap kali dia memuntahkan semua makanan yang ia makan, namun setiap selessai memuntahkannya, dia akan memaksakan dirinya untuk makan lagi demi memenuhi kebutuhan gizi anaknya.

Dia sudah meminta Fidelson untuk mengurus cuti sekolahnya, dia masih tidah tahu barus bagaimana menghadapi tatapan orang-orang dan terutama Ray!

Setiap teringat Ray yang dahulu begitu baik padanya, hatinya terasa perih...

Dia perlahan bangun, melihat ke langit sambil bergumam:" Paman, apakah kamu sudah menemukan wanita lain?"

Ray yang duduk bertamu di rumah kediaman keluarga Zuo memberitahu semuanya, dan diresspon oleh Ibu Theo :" Apa? Dia menutup telepon mu? Sebentaar aku akan meneleponnya sekrang juga."

Dia segera berdiri dan meneleponnya.

Ray yang duduk menunggu Theo tiba-tiba mendengar suara" Ma! Ada tamu! Cepat keluar!"

Bình Luận ()

0/255