Bab 880

Ketika dia sedang berpikir, ponselnya berdering, dia mengangkat panggilan tersebut, kemudian mendengar Theo dengan tergesa-gesa memberitahunya:" Deon, kamu tidak bertemu dengan Ray kan? Aku dengan sebisa mungkin mencari akal untuk membuatnya pergi! Sungguh melelahkan, sekarang aku mengerti apa yang dimaksud dengan " Sebuah kebohongan, menciptakan lingkaran kebohongan lainnya" !"

" Terima kasih, Theo !" Ucap Deon.

Deon yang mendengar itu tersenyum sambil berkata:" Kamu terlalu sungkan, kita sudah seperti saudara! Meskipun bukan kandung, namun sudah seperti saudara kandung!"

Deon:" ...."

Theo dengan ragu dan terbata-bata bertanya kepada Deon:" Deon, apakah kamu belum melupakan Fidel?"

Kali ini, Deon dengan pasti menjawab:" Iya! Aku tidak pernah melupakannya!"

Theo tidak tahu harus merespon apa.

Deon tidak menunggu Theo menjawab kemudian mematikan teleponnya.

Theo dengan melamun memandangi ponselnya, dengan emosi berkata:" Mencintai terlalu dalam hanya menyakiti diri sendiri! Deon seperti ini, aku pun seperti ini! Mengapa tidak ada cinta yang sempurna?"

Sedangkan dibawah tempat tinggal Fidelya masih berdiri Deon yang belum memutuskan pilihan, dia takut, takut menatap Fidelya yang penuh kemarahan, takut jika dirinya akan terluka.

Dia berdiri semalaman dibawah apartemen Fidelson...

Bình Luận ()

0/255