Bab 889

Ray yang merasa diacuhkan, melihat ibunya yang begitu menyayangi Fidelya merasa terharu meskipun engannya yang baru saja dipukul merasa sedikit kesakitan.

Namun dia tahu dia pantas dipukul. Beberapa saat dia merasa aneh mengapa Sherly tidak tampak, dia bertanya:" Bibi Wu, dimana kakakku? Apakah tidak pulang bersama?"

Bibi Wu menggelengkan kepalanya:" Aku dan supir yang menjemput nyonya pulang! Nona Sherly dijemput pergi oleh suaminya, sepertinya mereka sudah menemukan tuan Deon, dia takut tuan Deon dipukul, sehingga dengan terburu-buru pulang ke rumah!"

Teringat Deon, hati Ray berkecamuk sambil melihat Ibunya dan Fidelya yang sedang mengobrol.

Dua wanita yang berada di depan matanya adalah dua orang yang paling penting dihidupnya, satunya adalah wanita yang melahirkan dan membesarkannya, satunya lagi adalah ibu dari calon anaknya, hubungan mereka berdua benar-benar membuat orang iri.

" Fidelya, jangan kesal mendengar ku yang sangat cerewet, hamil muda adalah waktu yang sangat rawan, aku tidak ingin sesuatu hal terjadi kepadamu, mengerti? Perhatikan kesehatan mu, tubuh dan gizi mu, dengan begitu anakmu akan sehat!"

" Ma, aku tahu, aku bahkan sudah menguruss ijin cuti sekolah demi menjaga badan dan anak ku!" Ucap Fidelya.

Ibunya tidak henti menganggukkan kepala sambil tersenyum berkata:" Sudah seharusnya seperti itu! Takutnya tekanan disekolah akan mempengaruhi kandungna mu! Namun tenang saja, ketika anak mu lahir, aku akn membantu mu menjaganya, kamu dapat melanjutkan sekolah, kamu masih muda, masih banyak yang harus kamu kerjakan, aku tidak akan ragu membantu mu..."

usia kandungannya baru sebulan dua bulan, mendiskusika hal

hal

Aku yang melahirkan

menambahkan:" Iya! Rasa mual dimasa mengandung sangat tidak enak, namun saat itu Paman malah meminta cerai padaku, jika bukan karena anak ini aku pasti sudah menyerah

mendengar hal itu memukul Ray, Ray hanya dapat meminta

aku tidak akan memperdulikan mu lagi! Masih melamun? Cepat minta maaf kepada Fidelya! Jika terjadi sesuatu pada anaknya, aku

Istri ku! Aku tahu aku salah! Tolong

kamu berencana untuk terjadi lagi? Jika benar-benar ssampai

ini! Aku rasa Paman sudah sadar akan kesalahannya! Lagi pula, aku juga salah!" Minta

yang terharu

itu tersenyum:" Baik lah, karena Fidelya yang memohon kepada ku, aku akan mengampuni mu! Namun

memanggil Bibi Wu:" Bibi Wu, tolong bawa aku ke kamar beristirahat! Biarkan mereka

dengan senang

Ray menggandeng tangan Fidelya:" Ayo!

menurut dan berjalan keatas.

Bình Luận ()

0/255