Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 93 Dokter Chu Bertanya, Apakah Kamu Mencintaiku?

Bab 93 Dokter Chu Bertanya, Apakah Kamu Mencintaiku?

Kalimat ambigu tersebut keluar dari mulut Long Xiao, ucapan pria itu membuat hati Chu Luohan terasa bergolak, wajah wanita tersebut tiba-tiba merona, kedua pipi lembutnya berwarna semerah awan mega, sikapnya yang malu-malu terlihat sangat menawan.

Menatap wajah malu Chu Luohan secara diam-diam begini membuat Long Xiao sangat senang.

Sepertinya, menggoda Chu Luohan jauh lebih menyenangkan dari yang dipikirkan Long Xiao.

Kenapa Long Xiao tidak menyadarinya, padahal sudah tiga tahun mereka menikah?

Chu Luohan memang Chu Luohan, dia sejak dulu punya kemampuan untuk membuat orang lain marah, sudut bibirnya terangkat untuk memberikan senyum culas. "Tuan Muda Xiao, teknik rayuan seperti ini hanya akan mempan pada gadis-gadis muda saja. Lepaskan tanganmu, aku ingin mengeringkan rambut."

Tangan besar Long Xiao masih dia tumpukan di dinding, dia berusaha memerangkap Chu Luohan dengan lengannya. "Apa yang kamu takutkan? Ini bukan pertama kalinya bagi kita."

Chu Luohan mendongak, tetesan air dari rambutnya kini membasahi bajunya. "Jadi, trik-trikmu itu sebenarnya tidak diperlukan. Menurut pemahamanku akan gayamu, jika kamu sedang membutuhkan sentuhan fisik, kamu akan langsung datang, tidak perlu melakukan trik-trik."

Wanita menyebalkan ini! Kata-katanya barusan benar-benar merusak suasana, membuat Tuan Muda Xiao marahnya bukan main!

Bengkak di suatu tempat di tubuh Long Xiao yang diakibatkan karena perbuatan Chu Luohan, kini sudah menghilang. "Kamu, bagus sekali!"

Chu Luohan tersenyum jahat, rona merah di pipinya juga sudah menghilang. "Terima kasih sudah memuji, Tuan Muda Xiao, lepaskan aku."

Lengan Long Xiao bersikeras menempel di dinding di atas kepala Chu Luohan. "Kalau aku bilang tidak?"

Dasar kekanakan!

Chu Luohan dengan gesit menerobos keluar lewat bawah lengan Long Xiao.

Chu Luohan berhasil kabur dari pelukan Long Xiao, ketika figur wanita itu menghilang dari hadapannya, alis Long Xiao berkerut sebal, tapi tak lama kemudian, senyuman di sudut bibirnya terlihat semakin dalam.

Chu Luohan, kamu memang menarik. Tidak peduli meski dia berpura-pura atau sengaja menghindar, tapi Long Xiao bisa melihat jelas bahwa yang barusan tadi adalah wajah asli Chu Luohan, kemarahan dan kebengisan Long Xiao lenyap sudah. Mau bagimanapun juga, Chu Luohan adalah seorang wanita, bukan?

Cara yang diberikan Gu Yansen rupanya lumayan efektif.

Chu Luohan menggertakkan giginya di tengah-tengah kegiatan mengeringkan rambut, tidak disangka dia datang bulan pada waktu-waktu seperti ini. Kalau saja Chu Luohan lengah tadi, dia pasti sudah dikuasai oleh Long Xiao, akan terjadi bencana berdarah jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Tapi malam ini, bagaimana dia akan tidur?

Karena sudah terlanjur begini, maka teruskan saja. Ketika Long Xiao mandi, Chu Luohan berlari ke dalam kamar dan menguncinya.

Wanita itu menepukkan kedua tangan. "Selesai!"

Tidak masalah bagi seorang pria dewasa tidur di sofa, bukan? Chu Luohan tahu benar, pada masa-masa seperti ini dia sangat rentan terkena nyeri datang bulan, jika dia masuk angin, sakitnya akan jadi lebih parah.

Long Xiao keluar dan mendapati bahwa kamar sudah dikunci, sudah begitu di atas sofa ada bantal dan selimut, Long Xiao mengerutkan alisnya, Chu Luohan benar-benar tega menyuruhnya tidur di sofa?

Kenapa Chu Luohan sangat suka membuatnya marah?

Tapi......

Chu Luohan bangun dan meregangkan tubuh, saat dia meregangkan tubuh, lengannya terhalang oleh sesuatu!

Yang ada di depan matanya adalah dada bidang seorang pria!

Chu Luohan tercengang!

Bagaimana Long Xiao bisa masuk ke sini?

Long Xiao sudah bangun ternyata, dia berbicara dengan nada malas dan ekspresi datar. "Lain kali jika kamu ingin mengunci pintu, jangan taruh kuncinya di bufet."