Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 11 Mau Muka? Tidak Ada

Bab 11 Mau Muka? Tidak Ada

Malam hari di Jingdu sangat gemerlap dan ramai.

Saat Chu Luohan bersiap-siap pulang, Zhao Mianmian memanggilnya, "Dokter Chu, pria tampan yang hari ini datang itu ada menghubungi kamu lagi tidak?"

"Tidak, dia itu hanya datang mencari gara-gara, tidak perlu dipikirkan." jawab Chu Luohan dengan simpel, sama sekali tidak terdengar kalau mereka berdua saling mengenal.

Zhao Mianmian menasihatinya: "Dokter Chu, menurut aku ya, kamu ini pintar dan hebat, tapi…… saat menghadapi pria, tetap perlu sedikit trik."

Dokter Zhao bersiap-siap memberi arahan kepada Chu Luohan yang tidak memiliki pengalaman berpacaran.

"Pria suka dengan wanita yang terlihat lembut dan lemah, jadi pria baru bisa menunjukkan kemampuannya untuk melindungi wanita, tunjukkan sisi lemah kamu dengan wajar, bisa meningkatkan hasrat melindungi para pria……" mereka berdua masuk lift bersama-sama, di dalam lift sudah ada beberapa dokter dari departemen lain.

Zhao Mianmian mengecilkan suaranya, "Contohnya, walaupun kamu sendiri bisa melakukan sesuatu, kamu harus pura-pura tidak bisa."

Chu Luohan melihat lurus ke depan, pintu lift di depannya seperti cermin yang memantulkan enam orang yang berada di dalamnya.

"Jelas-jelas bisa melakukannya sendiri tapi masih perlu bantuan dari pria, perilaku yang menunda-nunda dan membuang waktu ini menandakan IQ rendah."

Para dokter lainnya saling melihat satu sama lain.

Zhao Mianmian kesal sampai menutup mukanya, "Dokter Chu, kalau kamu masih berpikiran seperti itu, maka berarti EQ kamu yang rendah."

Chu Luohan tidak peduli, "Sifat setiap orang berbeda, cara setiap orang untuk melakukan sesuatu juga berbeda, aku tidak bisa pura-pura lemah seperti yang kamu bilang."

Zhao Mianmian mengepalkan tangannya, "Dokter Chu, setidaknya kamu harus memikirkan masa depan kamu sendiri, memangnya kamu mau jomblo seumur hidup?"

Chu Luohan memikirkan setiap hal yang terjadi setelah menikah selama tiga tahun dengan Long Xiao, kesimpulan yang dia dapat adalah lebih baik dia hidup sendiri, kalau menikah malah membuat diri sendiri tidak bahagia, lalu buat apa mengorbankan kebebasan?

"Jomblo seumur hidup juga tidak ada buruknya sama sekali, aku memang memiliki rencana seperti itu." ucap Chu Luohan dengan tenang.

"Baiklah, kamu menang, nanti kalau pria tampan itu malah kabur, kamu jangan menangis di depan aku." Zhao Mianmian menyerah, dokter Chu tetaplah dokter Chu, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah keluar dari rumah sakit, angin malam yang dingin berhembus, Chu Luohan memeluk dirinya sendiri erat-erat, luka di lututnya lagi-lagi terasa sakit.

Chu Luohan langsung pulang ke apartemennya dengan taksi.

Di saat Chu Luohan mau membuka pintunya, dia baru sadar kuncinya tidak bisa masuk.

Setelah dilihat dengan senter HP, ternyata lubang kuncinya macet.

Chu Luohan tertawa, lelucon rendahan!

Membuat lubang kuncinya macet, ini peringatan atau ancaman?

Chu Luohan langsung menelepon kantor manajemen untuk menjelaskan keadaannya, beberapa menit kemudian ada petugas yang datang meminta maaf, "Maaf ibu, kita akan segera mengurusnya, tapi kalau mau ganti kunci, anda perlu menyediakan bukti seperti KTP atau sertifikat apartemen anda."