Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 12 Bukan Sok Keren, Tapi Benar-benar Keren

Bab 12 Bukan Sok Keren, Tapi Benar-benar Keren

Chu Luohan melihat Long Xiao dan Mo Rufei dari jauh, senyuman di mulutnya menunjukkan rasa pahit di dalam hatinya.

Long Ze mengambil segelas anggur dari nampan yang dibawa pelayan sambil memperhatikan reaksi Chu Luohan.

Melihat suaminya sendiri berpelukan intim dengan wanita lain, Chu Luohan bisa-bisanya masih terlihat santai, Long Ze sangat terkejut dan kebingungan.

Tapi kebingungan Long Ze hanya bertahan beberapa detik, karena sekarang Chu Luohan sedang berjalan ke arah Long Xiao!

Long Ze berdiri di depan meja makan sambil melihatnya.

Dia mau tahu Chu Luohan akan bereaksi seperti apa.

Chu Luohan merasa luka di lututnya terbuka lagi dan membuat seluruh kakinya terasa sakit, tapi rasa sakit itulah yang membuat dia ingin menghabisi Mo Rufei dan Long Xiao!

Long Xiao dan Mo Rufei yang dikelilingi banyak orang masih belum menyadari kedatangan Chu Luohan, tentu saja para tamu yang lainnya juga tidak tahu siapa istri Long Xiao yang sebenarnya, dengan aura yang ganas Chu Luohan berjalan ke arah kerumunan orang itu.

Dia tidak mau mengekspos hubungan perselingkuhan antara Long Xiao dan Mo Rufei di depan banyak orang, dia mau membuat malam ini lebih menarik sedikit.

Long Ze melihat Chu Luohan pergi meninggalkan kerumunan orang itu lagi!

Maksudnya apa?

Di tengah keadaan yang berantakan ini, dalam sekejap bayangan Chu Luohan menghilang di belokan.

Long Xiao yang berada di tengah-tengah kerumunan orang merasa dirinya melihat seseorang yang dikenalnya, tapi di saat dia mau melihat orang itu dengan jelas, orang itu sudah menghilang.

Chu Luohan berdiri di belakang tiang besar dan menarik nafas dalam-dalam.

Perban di lututnya sudah menjadi warna merah, sudah diduga lukanya bertambah parah.

Chu Luohan berjalan ke arah tangga sambil menundukkan kepalanya agar tidak terlihat oleh kamera pengawas.

Dia turun ke lantai bawah tanah.

Kalau dia tidak salah ingat, di sinilah tempatnya.

Chu Luohan tersenyum, sudah diduga dirinya benar.

"Ah!!"

Aula yang tadi terang benderang seketika menjadi gelap! Semua orang langsung menyalakan senter di HPnya!

"Prang!"

"Brak!"

Suara gelas anggur yang pecah, suara meja terbalik, dan suara teriakan para tamu memenuhi aula yang besar ini!

"Semuanya jangan panik, hanya mati lampu saja! Semuanya diam di tempat jangan bergerak! Tunggu petugas mengurusnya!"

"Jangan panik! Jangan panik!"