Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 13 Luka Di Bibir, Sangat Menggoda

Bab 13 Luka Di Bibir, Sangat Menggoda

Rasa manis dari darah sudah memenuhi mulut Chu Luohan, bibir merahnya ini sudah digigit oleh Long Xiao sampai mati rasa, sementara pria yang berada di atasnya ini sepertinya tidak ada niat untuk berhenti, sepertinya dia baru puas kalau bisa menghancurkan wanita ini berkeping-keping.

"Sakit……"

Rasa sakit yang luar biasa itu memaksa dia mengeluarkan satu kata dengan susah payah.

Hukuman atas balas dendam ini membuat nafas Long Xiao menjadi berat.

Gerakan Long Xiao menjadi sedikit lebih lambat setelah mendengar suara Chu Luohan yang seperti sedang meminta ampun dengannya.

Akal sehatnya yang hilang karena amarah itu akhirnya mulai pulih…… tapi dia tetap mencium dan menggigit bibir Chu Luohan.

Sementara di pintu tempat hiburan yang tidak jauh dari mereka, Mo Rufei sedang berdiri di tangga melihat mereka berdua yang sedang berciuman!

Layar HP yang sedang digenggamnya masih menyala, di layar tersebut bisa dilihat Mo Rufei sedang mencoba menelepon Long Xiao, dia sudah meneleponnya berkali-kali, tapi Long Xiao tidak menjawabnya, sepertinya dia sama sekali tidak mendengarnya.

Dia tidak percaya Long Xiao meninggalkan dirinya hanya demi wanita yang dingin itu.

Chu Luohan, pasti Chu Luohan yang sengaja menggoda Long Xiao, dasar wanita tidak tahu malu, sudah disengsarakan selama tiga tahun, bisa-bisanya masih punya muka menggoda dia?

Di sisi lainnya, mobil Long Ze masih belum pergi jauh, dia hanya berputar arah dan berhenti di seberang tempat parkir, dari balik kaca dia bisa melihat dengan jelas gerakan mereka berdua.

Dia menggenggam setir mobil dengan keras, ada perasaan yang sulit diungkapkan muncul di dalam hatinya.

Setelah itu Long Ze langsung pergi meninggalkan mereka.

Di saat ini, listrik di gedung utama sudah selesai diperbaiki, sinar lampu yang menyilaukan mata lagi-lagi menyinari gelapnya malam, badan mereka berdua juga seketika diterangi oleh banyak lampu ini.

Chu Luohan yang panik langsung mendorong Long Xiao!

Mereka terlalu menarik perhatian, akan canggung kalau dilihat orang lain.

Long Xiao memegang bahunya dan melihat wanita yang masih memiliki tenaga untuk melawannya ini.

Perasaan di hati Chu Luohan menjadi campur aduk, dengan tidak percaya dia melihat muka tampan Long Xiao yang berada di depannya, "Kamu……"

Dia mau bilang, barusan maksud kamu apa, tapi ucapan dia malah dipotong oleh Long Xiao.

"Jangan berpikir terlalu jauh! Aku tidak tertarik dengan kamu!"

Baru saja ada sedikit rasa senang, tapi lagi-lagi dihancurkan begitu saja. Chu Luohan tertawa, "Bagus kalau begitu, aku juga sama."

Long Xiao mengerutkan alisnya, "Pergi."

Chu Luohan menahan rasa sedih dan sakit di hatinya, tapi…… di saat dia mau menjawabnya, dari ujung matanya dia bisa melihat Mo Rufei yang sedang melihat mereka berdua.

benci yang barusan sangat besar itu

menjinjitkan kakinya dan

Xiao tercengang, wanita

bibirnya, sudah diduga dia melihat muka Mo Rufei

sangat menginginkan menikah dengan jomblo kaya seperti kamu, tapi rasanya juga hanya seperti

Chu Luohan menjaga sedikit

juga melihat perban di lutut Chu Luohan

"Kak Xiao!"

di telinga mereka berdua, suara dari sepatu hak tinggi Mo Rufei yang nyaring itu seperti mau

mengerutkan alisnya dan mengalihkan pandangannya dari lutut

malam ini, tidak bisa meninggalkan para tamu begitu saja

kamu, aku harus menyerahkan tuan rumah ini kepada kamu agar kamu bisa merawatnya

Rufei tertawa, "Chu Luohan, maksud kamu apa? Kamu kira dengan status kamu sebagai nyonya Long kamu bisa melakukan semuanya? Hanya dengan satu kata dari kak Xiao,

melirik muka Long Xiao yang

kuat melindungi kehormatan Chu Luohanyang terakhir, di tengah pertandingan antara mereka bertiga ini, dia lebih baik mati terhormat daripada hidup tidak

menggelap setelah mendengar ucapan Chu

dengan sindiran Mo Rufei, Chu

di dalam hatinya lagi-lagi membara, tapi pandangan Long Xiao tetap mengikuti Chu Luohan yang sudah berjalan sangat jauh, luka di lutut Chu

datang mengganggu kamu lagi? Kak Xiao, lihat tampang dia yang sombomg tadi,

Xiao, lebih baik kamu tinggalkan

mendengar ucapan-ucapan Mo Rufei,

"Jaga kata-kata kamu."

"Aku……hanya kasihan dengan kamu……"

aku perlu?" suara Long

tangan Mo Rufei, "Malam ini adalah acara kamu,

kamu……kamu bukannya bersama dengan

buat aku

Rufei langsung

dia tidak berani cari gara-gara, Mo Rufei tidak bodoh, dia tahu kapan harus mendekat dan kapan

tempat parkir sambil membuat rencana di dalam

alisnya melihat tulisan dan gambar

listrik, mencoret mobilnya, ini balas dendam dari

seperti kucing liar yang harus diberi pelajaran, semangat

tidak akan dilihat oleh Long Xiao, Chu Luohan baru duduk di kursi pinggir jalan dan melihat luka di lututnya yang sangat

keluar dia juga tidak membawa KTP, jadi dia tidak

jalan sambil memeluk lututnya, dia

Chu Luohan mau meminta bantuan dari orang lain dengan HPnya,

Chu Luohan

dari belakang, karena lampu itu terlalu silau, Chu Luohan menghalangi matanya dengan

itu

dalam hatinya, astaga, apa jangan-jangan kejadian di

berpikir

Bình Luận ()

0/255