Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 2 Wah, Orang Ketiga Datang

Bab 2 Wah, Orang Ketiga Datang

Satpam datang untuk membubarkan semua wartawan, "Dokter Chu, maaf kita sudah lalai sehingga merepotkan anda."

Chu Luohan tersenyum, "Aku tidak repot, tapi menunda waktu aku untuk merawat pasien VIP, benar-benar tidak pantas."

Satpam tahu orang-orang yang ada di sini pasti pasien-pasien yang kaya, maka dia berterima kasih kepada Chu Luohan.

Setelah semua orang bubar, Mo Rufei memanaskan suasana, "Chu Luohan, kamu hebat juga ya, sekarang sudah jadi diktator di rumah sakit ini?"

Chu Luohan berkata dengan dingin: "Iniah perbedaan orang yang bekerja mengandalkan kemampuannya dan orang yang bekerja dengan mengandalkan mukanya."

"Iri ya? Atau kamu rendah diri? Apapun itu, orang yang sekarang berdiri di samping kak Xiao adalah aku, orang yang menemani dia juga aku, yang memikirkan pakaiannya, makanannya, tempat tinggalnya, dan tidurnya…… juga aku."

Kata "tidur" itu sengaja dipanjangkan oleh Mo Rufei.

Dia tidak percaya kalau Chu Luohan tidak memiliki perasaan apa-apa!

Chu Luohan tertawa, "Perawatan kamu benar-benar bagus, sampai-sampai dia harus dirawat di rumah sakit karena lambungnya mengeluarkan darah, Mo Rufei benar-benar hebat!"

Mo Rufei tidak menyangka kata-katanya sendiri malah menusuk dirinya sendiri, "Chu Luohan! Kamu jangan merasa bangga di depan aku, suatu hari aku akan membuat kamu menyesal dan berlutut di depan aku!"

"Kamu bilang di saat hari itu tiba saja, artis besar." sindir Chu Luohan.

Chu Luohan membuka pintu kamar pasien dengan cepat.

Mo Rufei mengepalkan tangannya, Chu Luohan, dasar wanita murahan!

Mo Rufei berlari agar bisa sampai di depan Long Xiao terlebih dahulu, "Kak Xiao, aku langsung datang dari tempat syuting setelah tahu kabar ini, aku benar-benar kaget. Kamu ini kenapa? Kenapa lambungnya bisa berdarah? Lain kali jangan minum sebanyak itu, tahu tidak?"

Suara yang terdengar manja itu benar-benar sangat menjijikan.

Muka Long Xiao tetap datar seperti biasa, "Sesibuk itu? Kamu balik saja."

Chu Luohan tersenyum, sepertinya Long Xiao juga sama sekali tidak peduli dengannya.

Tapi Mo Rufei berbeda dengan Chu Luohan, walaupun dia menemui jalan buntu, dia tetap tidak akan mundur, bisa dibilang dia memiliki daya juang yang tinggi, tapi di saat yang bersamaan juga bisa dibilang muka dia sangat tebal.

"Aduh tadi aku hanya asal bicara saja, mana mungkin pekerjaan lebih penting dari kamu? Lambung kamu masih sakit? Aku coba pegang……" setelah bicara, dia benar-benar langsung memegangnya.

Wanita ini benar-benar menganggap dirinya orang yang penting?

Di saat Chu Luohan tidak melihatnya, pasangan ini bebas mau berbuat apa, tapi kalau di depan dia, Chu Luohan tidak akan membiarkan wanita ini seenaknya!

Tanpa ragu-ragu lagi Chu Luohan masuk ke dalam sambil tersenyum.

"Nona Mo, tolong angkat tangannya."

Satu panggilan "nona Mo" ini membuat mereka berdua seakan-akan baru kenal.

Mo Rufei tidak terima, tapi dia juga tidak berani berbuat macam-macam, maka dia mengangkat tangannya sambil tertawa, "Aku kira siapa, ini bukannya dokter Chu yang terkenal itu?"

"Sepertinya bukan itu saja, nona Mo lihat baik-baik, aku juga istri dia."

Ucapan terang-terangan ini muka Mo Rufei pucat.

Kalau hanya di depan Long Xiao sendiri, Chu Luohan tidak akan bisa mengatakan itu.

Long Xiao mengerutkan alisnya, dia tidak membantah, tapi juga tidak mengakuinya.

Pengabaian ini membuat keberanian Mo Rufei bertambah besar, "Istri ya? Dokter Chu, aku mau tanya, pasangan mana yang menikah lalu tinggalnya pisah? Istri mana yang sudah menikah selama tiga tahun tapi tidak melahirkan anak sama sekali?"