Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 148 Meninggalkan Bekasnya Pada Tubuhnya

Bab 148 Meninggalkan Bekasnya Pada Tubuhnya

"Apa maksudmu?"

Chu Luohan memandang Long Xiao dengan bingung. Apakah perkataan pria itu barusan kurang jelas atau dia sendiri itu yang tidak mengerti?

Long Xiao mengangguk, "Betul. Rumah ini sudah jadi milikku sekarang. Kamu boleh bertanya kepada pemilik sebelumnya, siapa pemilik rumah ini sekarang."

Dasar sialan!

"Oke, kalau ini adalah rumahmu, aku yang akan pergi." Setelah berkata demikian, Chu Luohan berniat beranjak pergi. Namun, dia tetap tidak bisa melepaskan dirinya dari pelukan pria tersebut meskipun ia sudah berusaha keras.

Saat Long Xiao melihat ekspresi marah wanita itu, dia benar-benar tidak mengerti kenapa mood Chu Luohan langsung berubah drastis. Jelas-jelas dia masih baik-baik saja beberapa hari yang lalu. Mereka sudah melalui banyak hal bersama. Apakah wanita itu masih belum bisa merasakan betapa tulusnya perasaannya sampai sekarang?

"Chu Luohan, apakah kepalamu dipenuhi dengan batu? Kenapa kamu tidak mengerti sama sekali?" ​​

Dia benar-benar marah dan tersadar, tetapi dia tidak tahu bagaimana lagi dia harus berbicara dengan wanita itu.

Dipaksa pernah. Diperlakukan dengan lembut pernah, dingin pernah, dan romantis juga pernah.

Dia sudah benar-benar tidak tahu apalagi yang harus ia lakukan. Dia pun langsung bertanya padanya, "Nona Chu, coba langsung katakan saja kepadaku apa yang harus aku lakukan? Aku sudah jatuh cinta padamu dan sudah tidak bisa melepaskanmu. Tapi sekarang kamu malah mau bercerai dan meninggalkan aku? Aku harus bagaimana lagi?"

Ini adalah pertama kalinya Chu Luohan melihat Long Xiao yang selalu kuat dan teguh melepaskan semua keangkuhannya dan benar-benar menunjukkan dirinya di hadapannya.

Chu Luohan menahan air matanya. Dia benar-benar takut dia tidak bisa menahan dirinya dan mengatakan yang sebenarnya, "Long Xiao, kalau begitu beritahu aku, apa yang harus aku lakukan? Luka yang kamu tinggalkan dalam hatiku terlalu dalam dan tidak bisa disembuhkan lagi. Aku sudah mencoba menerimamu, tapi aku tidak bisa. Begitu aku teringat tentangmu dan Mo Rufei... Aku... mau membunuhmu! "

"Kalau begitu kamu bunuh saja aku. Kalau itu bisa membuatmu melampiaskan amarahmu, bunuhlah aku."

Apakah pria ini tahu apa yang baru saja dia ucapkan?

Long Xiao pun melanjutkan, "Kalau kamu mau pergi ke Afrika dan jadi sukarelawan di sana, aku tidak akan menghalangimu. Aku akan menunggumu sampai kamu kembali ke China. Oke?"

Dia sudah sangat marah sampai mati rasa. Karena itu, dia memutuskan untuk membujuknya dan menemaninya. Kalau wanita itu mau berbuat onar, maka dia akan menemaninya berbuat onar.

Chu Luohan merasa bahwa dirinya sebentar lagi akan jadi gila!

"Long Xiao... Aku sudah tidak mencintaimu... Semua yang kamu lakukan sudah tidak ada gunanya, mengerti tidak? Aku sudah tidak mencintaimu!"

Kalimat itu terdengar seperti guntur. Kamar itu seketika menjadi sunyi senyap.

Long Xiao terkejut dengan kata-katanya sampai dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama. Keduanya terdiam dan tidak ada yang memecah keheningan. Satu menit terasa seperti satu abad lamanya.

Akhirnya, ketika jantungnya hampir berhenti, Long Xiao pun menegakkan wajah wanita itu dan memaksanya untuk menatap matanya. Ia lalu bertanya sepatah demi sepatah, "Apa katamu? Lihat mataku dan beritahu aku. Apa yang kamu katakan barusan?"

Daripada membuatnya merasa tidak nyaman, lebih baik membuatnya patah hati terlebih dahulu supaya dia bisa benar-benar melepaskannya dan memulai hidup yang baru.

"Kamu tidak salah dengar. Aku sudah tidak mencintaimu, Long Xiao. Cintaku padamu sudah kandas dalam 3 tahun terakhir ini. Ingat ini baik-baik. Mulai sekarang aku, Chu Luohan, tidak akan pernah mencintai Long Xiao lagi."

Energi pria itu seolah-olah terkuras habis. Dia menatap wanita itu dengan tidak fokus. Dia tidak bergerak sama sekali. Setelah terdiam selama beberapa saat, tangannya tiba-tiba terkulai lemas. Dia seperti kehilangan tenaga dan bersandar pada tubuh wanita itu.

Chu Luohan menahan air matanya. Wajahnya sudah pucat pasi.