Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 23 Pemandangan Tuan Xiao Keluar Dari Kamar Mandi

Bab 23 Pemandangan Tuan Xiao Keluar Dari Kamar Mandi

Mendengar perkataannya, Chu Luohan terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

Tidak ada yang berbicara lagi, suasana di dalam mobil sangat tertekan. Mobil itu berada di jalan layang, Chu Luohan menoleh untuk melihat rambu-rambu yang mereka lewati dengan cepat, lemari es berjalan di sampingnya terus berdesir dingin, perjalanan selama setengah jam dan Chu Luohan hanya berharap dia tidak mati lemas di dalam mobil.

Tepat saat suasana sedang mencekam dan mengintimidasi, ponsel Long Xiao berbunyi.

Dia melihat layar dan mengerutkan keningnya.

"Tuan Muda Long, maafkan saya yang tidak mengajari putra saya dengan benar, Cheng Jie tidak tahu aturan dan menyinggung Anda dan Istri Anda… Tolong ringan tangan, saya pasti akan datang dan meminta maaf secara langsung! Tuan Muda Long…"

Terdengar suara seorang pria paruh baya yang sedang memohon, hati Chu Luohan terasa dingin, itu pasti ayahnya Kang Chengjie, ketua dari Grup Wan Ke.

Chu Luohan menajamkan telinganya dan mulai tegang, walaupun dia tidak tahu apa yang telah Long Xiao lakukan, tapi melihat Kang Tianlin yang panik seperti itu, Kang Chengjie pasti berakhir dengan buruk.

Long Xiao menggosok alisnya dengan tidak sabar dan berkata dengan malas, "Tuan Kang tidak punya waktu untuk mendisiplinkan putranya, aku sangat mengerti…"

"Tuan Muda Long, Anda tenang saja, saya pasti akan mengajarinya dengan baik! Tolong ringankan tangan Anda dan biarkan putra saya kembali dulu, saya mohon…"

Long Xiao mengerutkan keningnya dan berkata dengan tenang, "Tuan Kang, panah yang sudah lepas tidak bisa kembali ke busurnya, aku sudah memutuskan untuk mendidiknya secara gratis, jadi aku akan bertanggung jawab sampai akhir."

"Tuan Muda Long, saya…."

"Tuan Kang, jika Anda ingin putra mu kembali dengan utuh, lebih baik jangan menggangguku lagi."

Tanpa menunggu jawaban dari Kang Tianlin, Long Xiao sudah memutuskan panggilan nya dan melemparkan ponsel nya dengan santai ke kursi dan jatuh di antara mereka berdua.

Chu Luohan menghembus nafas dingin, kali ini dia benar-benar tidak berani mengucapkan apapun.

Long Xiao dapat menghancurkan Kang Chengjie yang merupakan salah satu dari empat tuan muda Kyoto dengan mudah, apalagi dia, apalagi Lu Shuangshuang?

Sepanjang jalan hanya ada keheningan yang mencekam, Long Xiao menyilangkan kedua kakinya dan bersandar di sandaran kursi sambil memejamkan matanya untuk beristirahat, suasana di dalam mobil sama sekali tidak membaik.

Pada saat ini, layar ponsel yang berada di kursi di antara mereka berdua menyala lagi, Chu Luohan terkejut dan menundukkan kepalanya melihat layar ponsel tersebut.

Layar tersebut menunjukkan nama yang membuat Chu Luohan mual dan jijik.

Mo Rufei!

Itu masih nada dering yang monoton, tapi kali ini Long Xiao bahkan tidak melihatnya apalagi mengangkatnya.

Chu Luohan berpura-pura tidak melihatnya dan mengingatkan sambil tersenyum dingin, "Kamu tidak melihatnya?"

Yang menjawab adalah diamnya Long Xiao dan…

Dia yang mengulurkan tangan dan membalik ponsel.

Ponsel tersebut dibalik dan dering berubah menjadi getaran, setelah beberapa saat baru berhenti.

Bibir merah muda Chu Luohan memberikan sedikit senyum puas, ternyata di mata Long Xiao, Mo Rufei juga hanya begitu saja?

Mobil berhenti di depan sebuah villa di Taman Yijing, Yang Sen membuka pintu mobil mempersilahkan Long Xiao dan Chu Luohan untuk turun dari mobil.

Chu Luohan berdiri di antara angin malam, diam-diam memperhatikan Long Xiao, kemeja yang putih dimasukkan ke dalam celana panjang hitamnya, kakinya panjang dan kuat, malam yang menggoda dan dia bahkan lebih menggoda.

Tapi, apakah itu menggoda atau tak tertahankan, baginya, Long Xiao hanyalah seorang suami dalam nama.