Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 158 Deportasi, Ciuman Selamat Tinggal Di Bangsal

Bab 158 Deportasi, Ciuman Selamat Tinggal Di Bangsal

Di keluarga Long yang kelas atas, orang-orang dengan latar belakangnya sepertinya tidak memenuhi syarat untuk berada di keluarga mereka, apalagi dia sekarang terinfeksi HIVAIDS.

Tapi bagaimanapun Chu Luohan bisa mengerti bahwa dia sebenarnya akan diusir dari keluarga Long selamanya.

Deportasi...

Saat duduk di ruang interogasi, Chu Luohan merasa langit seakan redup.

Dia menundukkan kepalanya dan menutup matanya, Chu Luohan tampak menyerah dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Dia berkata, "Sebelum aku pergi, bisakah aku melihat Long Xiao untuk yang terakhir kali?"

Ini adalah permohonan terakhirnya, dia tidak mengharapkan hal lain, dia hanya meminta Long Ting untuk mengizinkannya melihat Long Xiao lagi.

Tanpa diduga, Long Ting secara blak-blakan menolak, tidak memberinya ruang untuk berkhayal, "Tidak, Chu Luohan, nyawa anakku tidak boleh terancam di tangan orang-orang sepertimu."

Begitu Long Ting memberi perintah, tidak ada yang bisa mengubahnya, dan waktu deportasi di dokumen itu lusa, dia akan dipaksa pergi dari sini, dan setelah itu, tidak pernah ... tidak pernah kembali.

"Tolong, biarkan aku menemuinya untuk yang terakhir kalinya. Tuan Long tenanglah, aku tidak akan pernah membahayakan Long Xiao lagi. Apa yang kamu khawatirkan?"

Chu Luohan tidak bisa menahan air matanya, bahunya gemetar hebat karena tersedak, tubuhnya yang kurus hampir tidak bisa menahan tekanan yang luar biasa, dan dia seakan runtuh menjadi pecahan yang tak terhitung jumlahnya.

Long Ting mendengus, bahkan nafasnya dipenuhi dengan rasa jijik pada Chu Luohan, "Kamu jangan pernah berharap untuk melihat anakku lagi."

Di mata Long Ting, orang-orang sepertinya sangat menjijikan.

Baginya, orang-orang seperti Chu Luohan adalah seerti serangga yang tak tahu malu. Dia hanya ingin menginjak-injaknya sampai mati! Dia benar-benar membencinya!

Chu Luohan merasa sakit hati. Jika dia pergi, dia tidak akan pernah bisa kembali lagi. Dia tahu dia tidak memiliki kesempatan lagi unyuk bertemu dengannya.

Tapi saat berpikir kalau dia tidak akan pernah melihat Long Xiao itu seperti mimpi buruknya.

Dia sangat sakit hati.

Sambil berdiri, Chu Luohan memejamkan mata, "Apa yang terjadi sehingga kamu bisa menyuruhku pergi tanpa berpamitan dengannya terlebih dahulu? Aku hanya ingin melihatnya terakhir kali."

Long Ting merasa jijik padanya, alis tajamnya berkerut, dia berkata sambil menatap Chu Luohan, "Apa yang bisa kamu lakukan!"

Chu Luohan mengertakkan gigi, menutup matanya, menekuk lutut, dan tiba-tiba berlutut di depan Long Ting!

Tubuhnya sangat lemah, lututnya terbanting ke lantai dengan suara tumpul, dan dia sedikit melengkungkan punggungnya, seolah-olah dia akan dipaku sampai mati.

Dengan kepala tertunduk, air mata jatuh ke tanah, dia menghancurkan martabatnya dan memohon, "Aku akan meninggalkan China lusa. Tapi ini adalah permintaan terakhirku, Tuan Long, aku sedang dalam keadaan sekarat, tolong ..."

"Cukup." Ting berkata dengan cara yang sangat pedas dan tidak berperasaan.

"Aku tetap tidak akan mengubah keputusanku!"

Ternyata percuma meohon padanya ...

Chu Luohan mengenali pria itu dengan jelas. Bahkan jika dia memotong dirinya sampai mati, dia tidak bisa mendapatkan belas kasihan Long Ting. Lupakan, dia tidak akan melakukan hal-hal bodoh lagi.

Chu Luo berdiri dan mencibir, "Selama aku belum mati, dia akan tahu apa yang terjadi hari ini, Tuan Long, ini adalah era Internet. Jika aku di Tiongkok, aku dapat menggunakan Internet untuk mempublikasikan ini. Menantu perempuan yang diancam oleh mertuanya, ya, aku memang tidak punya apa-apa, dan kamu seharusnya tidak bisa berlaku seenaknya saja! "

Chu Luohan menegakkan punggungnya dengan mantap.

Tindakan barusan seakan menjatuhkan harga dirinya, dia merasa itu adalah hal bodoh yang dia lakukan! Pandangannya tentang Long Ting salah, dia benar-benar tidak punya hati.