Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 178 Kapan Aku Mengatakan Diriku Pria Sejati?

Bab 178 Kapan Aku Mengatakan Diriku Pria Sejati?

Pria yang seluruh badannya tegang perlahan-lahan rileks, tangannya yang lembut terus mengelus dadanya dan memijitnya dengan lembut, tangan yang terampil dengan tenaga yang sangat terkontrol, tidak ringan dan tidak kencang, tidak cepat dan tidak pelan.

Karena takut akan mengagetkannya lagi, Anna terus berlutut di lantai yang keras dan tidak tahu memijatnya berapa lama dan akhirnya napas pria itu kembali normal, dia meletakkan telapak tangan di dadanya untuk memeriksa detak jantungnya dan ternyata sudah stabil.

Tadi benar-benar menakutkan.

"Halo? Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Anna bertanya pelan, tapi Long Xiao tidak menjawabnya.

"Tuan? Apakah kamu merasa baikan? Apakah masih sakit?"

Suaranya sedikit dikencangkan tapi dia tetap tidak menjawabnya, ada apa dengan orang ini?

Dia menunduk dan pria yang berbaring di pelukannya memiringkan kepalanya sambil menutup matanya, ternyata dia tertidur.

Alis Anna mengerut kencang, dia bahkan tertidur dalam kondisi seperti ini? Sakitnya seperti ini, benar-benar aneh.

Anna berusaha bangun dan dia menemukan jika lututnya sangat sakit.

"Aww..."

Sepertinya terluka.

"Tidak salah? Aku harus mengantarmu ke lantai dua? Halo, tuan, apakah kamu tahu jika dirimu sangat berat? Bagaimana aku mengantarmu ke sana? Kamu bangun dulu, tidur lagi ketika turun?"

Anna berdiskusi sebentar dengannya tapi dia tidur nyenyak.

Baiklah! Aku menahannya, siapa suruh dia seorang pasien?

Anna menggunakan semua tenaganya dan berbagai cara untuk mencobanya dan akhirnya dia bisa memapahnya ke lantai dua, badannya lemas dan Long Xiao diletakkan di tempat tidurnya, dia juga kehabisan tenaga sehingga berbaring di kasurnya yang empuk.

Dia menunduk, seperti sedang berhadapan dengan wajah Long Xiao.

Dia melihatnya dan napas Anna seperti diambil olehnya.

Long Xiao yang sedang tidur tidak sama dengan biasanya, tidak begitu dingin dan tajam lagi, sebaliknya terlihat ada kesedihan, alisnya dikerutkan dengan erat dan terlihat ada tiga garis.

Tiga garis terbentuk karena sering mengerutkan alisnya.

Ah!

Anna merasa kasihan, dia meratakan alisnya dan memijit dahinya beberapa kali sehingga pria itu meregangkan alisnya.

Poni hitam pekat menutupi separuh dahinya, lalu hidungnya sangat mancung, bulu matanya sangat panjang, di bawah cahaya lampu menghasilkan bintik-bintik cahaya dan bayangan di kelopak mata.

Garis wajahnya terlihat tegas, hidung tinggi, bibir tipis membentuk sebuah garis sehingga terlihat jika dia sangat menahan rasa sakitnya.

Daya tahan pria bajingan lumayan bagus, jika rasa sakit seperti itu dialami oleh orang lain maka sudah pingsan sejak tadi tapi dia masih sadar dan membiarkan rasa sakit menyiksanya.

Ah, kuat dan kasihan.

Dia meletakkan tangannya dengan baik lalu memakaikan bantal untuknya serta menyelimutinya, setelah memastikan dia baik-baik saja, Anna berdiri di samping tempat tidur, lututnya sakit sekali.

Benar-benar sial, bahkan bisa menyinggung orang seperti ini.

Anna kembali ke kamar dan tidak tidur semalaman.

Wanita yang dipanggilnya, siapa itu? Seharusnya

Jika

Keesokan harinya, dini hari.

hatinya kaget ketika tangannya

di sini? Kenapa dia

sosok, dia tidak yakin kemarin penyakitnya

di dalam ada obat warna-warni yang tertata rapi, jadi dia tidak minum obat tidur tadi malam,

pelipisnya dan akhirnya tuan muda Xiao ingat, dia ingat saat terakhir berada di kamar kaca lantai tiga,

bisa ada hal seperti

yang tebal lalu melalui tirai dia melihat Anna yang kembali dari joging, dahi wanita

Xiao menghubungi sebuah

Merindukanku?" Gu Yansen sedang berada di Amerika,

bising membuat tuan muda Xiao menjauhkan ponsel dari telinganya belasan

yang sepi, aku ingin membicarakan

serius, sepertinya ada hal

Yansen mengangguk, "Baik, tunggu

saat,

katakanlah, tuan muda

salah satu sudut dinding, kepalanya menghadap dinding, di

"Aku bisa tidur semalam..."

langka? Tuan muda Gu

obat, tapi bisa

hampir dua tahun? Ada apa? Apakah kamu sudah sembuh?

sederet pertanyaan karena terlalu kaget dan dia sangat ingin menggoyang tuan muda Xiao beberapa kali dan memastikan dia

melihat sosok yang sedang berlari di luar menghilang, "Tidak ada efek

dia benar-benar kaget karena kata-kata tuan muda Xiao, matanya hampir menabrak lampu jalan, dia membenturkan kepalanya dengan kuat di tembok

suara aneh di sana, dia tidak buru-buru dan menunggunya sadar dengan

Bagaimana jika aku perkenalkan biksu untuk

seorang dokter, dokter wanita, kamu dengarkan aku dulu dan jangan menyelaku. Namanya Anna yang kembali dari Amerika, berusia dua puluhan,

Oh.

Hah?

Apa?

berusaha menenangkan dirinya, berusaha supaya dirinya

sifatnya, kebiasaannya, semuanya

kencing di celana karena terlalu bersemangat, jadi, apa rencanamu? Apakah kamu

dan matanya terlihat dingin

Chu Luohan, dia tidak akan menyukai

saja, ah... mungkin dia bisa menghidupkanmu kembali, kalau tidak kamu dan Mo Rufei...

dia seperti mau mencincang

ponselnya

ini adalah

dia menatap ponselnya yang dimatikan, dia bergumam dengan kasihan, "Aku tidak bisa membantumu, tuan muda Xiao, tuan muda

mengungkapkan simpatinya, Gu Yansen pergi ke pelukan wanita untuk hidup

Anna sudah tinggal tiga hari di

identitasnya, tentu saja

lainnya

meminta untuk pergi melihat asistennya, selain itu dia sengaja memakai cincin tunangannya supaya dia melihatnya untuk membuktikan jika

pergi

harus memastikan mereka

kamu tidak pergi, jika kamu pergi... maka aku

sepertinya kamu mau mengingkari janji? Aku sudah memberikan sebuah pertolongan padamu, aku seharusnya pergi melihat mereka, menggunakan tipuan bukan perbuatan pria

tuan muda Xiao terlihat bercanda dan dingin, "Sejak kapan aku mengatakan diriku

Dasar!

menghadapi pria bajingan, apakah bisa mencarinya di Google?

Bình Luận ()

0/255