Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 3 Tuan Muda Xiao Kehilangan Kendali

Bab 3 Tuan Muda Xiao Kehilangan Kendali

Saat tadi ribut bukannya masih baik-baik saja?

Eh, tunggu, keributan tadi itu sudah berlalu beberapa jam.

"Aku……"

"Jangan cari alasan lagi, sekarang juga cepat pergi ke kamar Long Xiao, minta maaf dengan dia, kalau dia tiba-tiba memecat kamu, jangan salahkan aku tidak mempertahankan kamu."

Minta…… maaf?!

"Tapi……"

"Minta maaf atau dipecat, kamu pilih sendiri!"

Tut tut tut!

Telepon dimatikan.

Chu Luohan menggigit bibirnya, masalah demi masalah terus berdatangan, tempat di mana Long Xiao berada memang selamanya tidak bisa membuat dia tenang.

Para suster memberi jalan untuk Chu Luohan.

Mereka semua tadi mendengar kata-kata terakhir dari kepala rumah sakit, maka tentu saja mereka tidak berani mencari masalah dengan dokter Chu di saat ini.

"Dokter Chu, nanti anda ke sana hati-hati sedikit……"

"Dokter Chu, di sini ada kita, anda tenang saja……"

Hati Chu Luohan terasa sangat berat, dia merasa lebih baik langsung pergi dari rumah sakit ini daripada harus meminta maaf.

Tapi dipikir-pikir——

Pernikahan dia dengan Long Xiao sekarang sudah seperti kapal rusak di tengah ombak yang setiap saat mungkin akan karam, kalau dia benar-benar kehilangan pekerjaannya, maka karir dan pernikahan dia sudah gagal.

Sangat memalukan!

Setelah dipikir matang-matang, dia tahu dirinya tidak boleh pergi dari sini.

Maka Chu Luohan memutuskan untuk membuka pintu kamar Long Xiao——

Long Xiao sedang bersandar di ranjang sambil membaca dokumen yang diantar oleh sekretarisnya, mukanya juga terlihat sudah jauh lebih membaik.

"……"

Apanya yang demam?

Setelah Chu Luohan masuk, Long Xiao sepertinya sama sekali tidak melihatnya.

"Dengar-dengar kamu demam."

Walaupun dirinya salah, tapi nada bicara dia tetap biasa saja, bahkan tidak lembut sama sekali.

Dulu dia bicara selalu sangat berhati-hati, tapi reaksi dari Long Xiao selalu dingin, maka sekarang dia sudah malas untuk memikirkan itu semua.

Long Xiao tetap menatap isi kontrak yang ada di tangannya, "Pasiennya demam atau tidak memangnya dokternya tidak tahu?"

Kata "dokter" itu sengaja ditinggikan oleh Long Xiao, penuh dengan maksud sindiran.

Tapi Chu Luohan tetap biasa saja, lagipula semua yang dilakukannya pasti salah.

Chu Luohan melihat muka dia yang sangat memukau, mata dia, hidung dia, bibir dia, semuanya seperti satu pemandangan yang indah yang selalu dipikirkannya setiap malam.

"Sepertinya kamu sudah jauh membaik, maka aku juga tidak perlu berada di sini lagi."

menyemangati dirinya sendiri, walaupun dia harus keluar, maka dia juga

membuka pulpennya dan menandatangani kontrak

tetap tidak berubah,

Luohan menjadi sedikit berat, maksud Long Xiao ini

kesemutan, akhirnya Long Xiao selesai meminum tehnya, "Tidak

memegang buku riwayat

sudah turun, sekarang suhu badan 36,5 derajat, malam ini aku

Xiao

"Apakah lambungnya masih sakit?"

rasa seperti

sedang membaca dokumen tetap tidak bicara

bicara, maka Chu Luohan

Luohan merasa pemulihan Long Xiao sudah berjalan dengan sangat baik, maka dengan ramah dia

mengeluarkan darah karena minum alkohol terlalu banyak, jadi dalam satu bulan ke depan, kamu

saja, sebelum benar-benar sembuh, lebih

susu di saat perut sedang kosong, karena akan menghasilkan asam lambung yang

bicara, Long Xiao sudah menatapnya dengan mata yang

ada omong kosong

kata ini membuat Chu Luohan tidak

ucapannya tadi

memang tetaplah

di semua tempat, sepertinya

"Tidak ada."

diduga! Dia tidak seharusnya mempermalukan dirinya

mengerutkan alisnya, wanita ini hanya bisa mengucapkan saran-saran

"Bagus." ucapnya.

lagi-lagi mengambil gelas tehnya, tapi dia

air?

tapi yang dilakukan Chu Luohan adalah sebaliknya, melihat dia sudah sakit sampai seperti

berisi air panas di atas

sekali, dia mengangkat gelas

yang sederhana ini membuat

dia adalah orang yang jenius di dunia bisnis, Chu

Chu Luohan benar-benar sangat prihatin dengannya, dia selalu

dia, Chu Luohan

berjalan bersamanya,

bersamanya, tapi dia

Chu Luohan masih ada

Chu Luohan: "……"

kamu mau bermalam di

tidak menyediakan layanan ini." Chu Luohan resah mendengar kata-katanya, Long

juga akan mencari

mau

Luohan menarik nafas dalam-dalam, dia sudah bersiap-siap bicara, kalau kamu berharap

Long Xiao menunjuk pintu, "Kalau tidak, maka segera

tidak seharusnya memiliki

sudah disiapkannya sama sekali, Chu Luohan

aku akan keluar

keluar sambil menahan air matanya, ternyata hati dia masih belum mati, hatinya masih

di tangannya, dia mengingat kembali kejadian tiga tahun

dia sedang berbuat yang

mukanya yang menggoda sedang bersama pria lain

belum mencintainya, tapi tidak disangka, hari

Xiao, tapi sejak itu Long Xiao juga tidak

Luohan terhadapnya masih tetap seperti

dulu dia

dia menutup matanya, dia selalu membayangkan senyuman

Chu Luohan, Mo Rufei,

Bình Luận ()

0/255