Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 208 Orang Yang Berpengalaman

Bab 208 Orang Yang Berpengalaman

Anna menerima telepon dari Ketua Chen, dan reaksi pertamanya adalah, "Apakah kamu sedang bercanda?"

Ketua Chen memohon kepadanya: "Anna, Tang Jinyan sangat keras kepala. Begitu dia memutuskan untuk menyerah, dia pasti tidak akan mudah kembali. Karena itu, aku membutuhkan bantuamu."

Memintanya untuk membujuk Tang Jinyan kembali dan mengoperasi pasien?

Apakah dia memiliki hak? Apakah dia mempunyai kuasa seperti itu? Bagaimana dia sanggup mengatakannya?

Belum lagi dia hanya bertemu sekali dengan Tang Jinyan dan dia juga merasa tidak pasti itu adalah dia. Bahkan jika memang benar itu dia, bagaimana dia sanggup mengatakannya?

Ketua Chen terus-terusan memohon kepadanya, dia sampai hampir berlutut dan berkata kepadanya melalui telpon: "Anna, sebuah nyawa sedang dipertaruhkan. Bahkan jika aku telah memohon kepadamu, kita juga belum tentu bisa berhasil membujuknya."

Hah?

"Tuan Tang ini, apakah dia tega menganggap remeh sebuah nyawa? Jika menjelaskan dengan jelas, dia pasti akan mendengarkannya. Bagaimanapun dia dulu adalah seorang dokter, dia tidak mungkin tiba-tiba berubah menjadi orang yang tidak berperasaan dan tidak mau tahu."

"Aduh, kamu tidak tahu situasi sekarang. Anna, sebenarnya tahun itu... telah terjadi sesuatu. Aduh, bagaimanapun, kamu coba saja, oke?"

Karena tidak bisa lagi menolak permintaan Ketua Chen, Anna pun akhirnya menyetujuinya.

Di layar ponselnya masuk pesan nomor Tang Jinyan yang dikirimkan oleh Ketua Chen.

Hal yang tidak diduga adalah Tang Jinyan sedang berada di amerika serikat, tetapi nomor ini adalah kode area China yang diawali dengan + 86, apakah ini adalah kebiasaan dari orang kaya? Jangan-jangan dia menggunakan data roaming internasional di Amerika Serikat.

Anna duduk di atas sofa sambil memikirkan apa yang harus dikatakan, lalu menelpon kepadanya.

Tang Jinyan yang berada jauh di pulau lain sedang mendiskusikan eksperimen dengan para kelompok peneliti. Ponsel pribadinya berdering di dalam sakunya, dia sudah lama menyimpan nomor cina ini, beberapa kali dia sempat berpikir untuk tidak menggunakannya lagi, tetapi dia akhirnya tetap menyimpannya karena berpikir bahwa itu adalah satu-satunya alat bagi Chu Luohan untuk tetap berhubungan dengannya.

Faktanya, jauh di lubuk hatinya, dia selalu menantikan keajaiban terjadi di suatu hari nanti agar Chu Luohan bisa menelponnya.

Tetapi di layar ponselnya malah muncul keluar nomor cina yang asing.

Tang Jinyan mengangkat telponnnya dan berkata: "Halo."

Whoo!

Anna menarik napas yang panjang, sungguh beruntung. Karena awalnya dia merasa bahwa dia tidak akan menerima panggilannya.

"Halo, Tuan Tang, aku adalah ..."

Luohan!

Tang Jinyan tiba-tiba berdiri dari kursi sampai kursi itu pun terbalik menghantam ubin di lantai, hantaman itu pun menimbulkan suara yang keras dan memekakkan telinga.

"Luohan! Apakah kamu adalah Luohan!"

Ekspresi wajah Tang Jinyan sangat tegang karena terlalu bersemangat, hatinya hampir meledak memikirkan kemungkinan yang akan terjadi sekarang. Dia menggengam ponselnya dengan sangat erat sampai hampir merusak layar ponselnya!