Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 210 Di Masa Depan Akan Ada Kebahagiaan

Bab 210 Di Masa Depan Akan Ada Kebahagiaan

Menghadapi pengakuannya yang tiba-tiba dan pernyataan yang membuatnya hampir ingin muntah, Anna hanya merasa di atas kepalanya ada seekor burung gagak yang lewat dengan suara yang serak.

Apakah Long Xiao sudah tersihir? Apakah dia perlu mencari seorang dukun untuk menyingkirkan roh jahat itu?

Menghadapi tatapan matanya yang lembut dan penuh kasih sayang itu, Anna malah mengulurkan tangannya dan meletakkan jari-jarinya yang putih ke jidatnya layaknya seorang dokter mendiagnosis seseorang, "Kamu tidak demam, jangan-jangan mental tuan Long yang sudah rusak?"

Dia mempercayai dengan kuat bahwa otaknya memang sudah rusak.

Perlakuan wanita itu sangat sarkastik dan provokatif kepadanya, dia sekarang malah melihat dirinya sebagai istrinya yang dia cintai. Tidak peduli apa yang dia lakukan, dia hanya ingin menganggap wanita yang ada di depannya sebagai istrinya yang sudah lama mati, pria itu pun bisa menerima semua itu dan menikmatinya.

Jadi tuan muda Xiao masih saja tersenyum. Dia sungguh-sungguh ingin menunjukkan senyumannya yang belum pernah dia tunjukkan selama dua tahun terakhir!

"Betul, ini benar-benar adalah masalah mental yang cukup serius. Sebagai dokter ahli yang senior, Anna sebaiknya mencari tahu apakah ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit ini atau tidak."

Anna menyipitkan kedua matanya, "Hah? Dengan kata lain, Tuan Long, kamu sangat mencintai istri kamu. Ini sungguh adalah hal yang sangat mengharukan."

Dia tertawa dan hanya ingin mendengarkan semua yang dia katakan.

"Tentu saja, aku sangat mencintai istriku. Itu adalah hal yang sepatutnya dilakukan sebagai seorang suami."

Dialog antara keduanya tampaknya sedang membicarakan seseorang, tetapi tuan muda Xiao melihat Anna sebagai Luohan secara sepihak, tetapi wanita itu tidak dapat merasakannya sekarang. Cinta dan kehangatannya yang tersembunyi semuanya hanya tertuju untuknya sendiri saja.

Anna merasa bingung, "Aku memikirkan istrimu di dalam hatiku, tapi sekarang aku inign berbicara dari hati ke hati denganmu, Tuan long sungguh memiliki hati yang baik."

Dia bersandar-sandar di sofa. Tadinya dia hampir ditarik jatuh dari sofa oleh pria itu, sekarang separuh tubuhnya tergantung di tepi sofa. Jika dia ceroboh, maka dia akan jatuh. Sekarang posisi jatuhnya pun adalah setengah jongkok.

Setelah jongkok sekian lama, apakah kakinya tidak bisa mati rasa?

Istri Long Xiao yang sudah lama hilang, sekarang malah terlihat di depannya. Apa yang dilihatnya sekarang semuanya adalah hal yang baik, suasana disana sangat manis. Tidak salah lagi, suasana disana benar-benar sangat romantis!

"Tidak salah lagi, aku bukan hanya orang yang baik hati, melainkan juga penyayang. Seperti yang baru saja kamu dengar, aku akan menjadi priamu."

Tidak! Kata-kata arogan semcama apa itu, apakah dia menganggap dirinya adalah seorang raja yang bisa memiliki seorang wanita sesuka hatinya?

Anna tidak akan menerima itu, tapi dia juga tidak ingin terburu-buru dan melawannya secara langsung. "Terbukti, Tuan Long adalah sesosok orang yang dermawan dan penyayang, masih banyak gadis cantik diluar sana yang menunggu untuk dinikahi olehmu, dan gadis tersebut pasti akan bahagia dan melewati hari yang baik. "

Long Xiao merasa sangat senang mendengarkan sindirannya itu, dia sungguh adalah Luoluonya! dia seperti wanita yang datang lagi dari surga!

Hanya dengan mendengar suaranya, tuan muda Xiao sudah merasa sangat bahagia.

Dia memegang sudut sofa dengan jari-jarinya dan darahnya tidak bersirkulasi dengan baik, jadi kakinya sepertinya sudah mati rasa. "Tidak salah lagi, kamu telah membaca begitu banyak literatur Cina, dan Anda mungkin pernah membaca kata-kata itu sebelumya, jadi kamu sangat memegang teguh kata-kata itu dan tidak ingin melepaskannya."

Anna pun merasa kebingungan, "Oh? Jadi pertunanganmu dengan Nona Mo juga termasuk?"

Tuan muda Xiao sedikit mengangkat alisnya, dan matanya terlihat seperti tersenyum. "Apakah aku boleh menganggap kata-kata kamu ini sebagai rasa cemburu?"

Anna tidak berkomentar sedikitpun, dia hanya tercengang dan melototinya, "Kalau begitu pemahaman kamu sungguh sangat buruk."