Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 4 Tidak Berani Mengotori Mata Tuan Muda Xiao

Bab 4 Tidak Berani Mengotori Mata Tuan Muda Xiao

Sudah tiga tahun, Chu Luohan sudah melupakan rasa sakit seperti ini, dahinya, pipinya dan lehernya penuh dengan keringat.

"Long Xiao…… kamu, kamu bajingan……"

"Kamu bilang aku apa? Ini bukannya yang dokter Chu mau? Dulu kamu sudah naik ke ranjang pria lain, sekarang sudah tidak bersedia melayani suaminya sendiri?"

"Aku bajingan? Baiklah, aku hari ini akan menjadi bajingan satu kali agar kamu bisa lihat!"

Apanya pria lain?

"Aku…… tidak mengerti maksud kamu apa!" teriak Chu Luohan.

"kamu mau dengar? Aku bisa membahasnya lagi!"

Chu Luohan menutup matanya agar air matanya tidak menetes, dia sudah pernah bersumpah, dirinya tidak mau meneteskan air mata lagi sama sekali untuk Long Xiao.

……

Bulan sudah bersinar di atas langit.

Long Xiao menutupi badannya dengan selimut, tapi dia tetap memperlihatkan dadanya yang kekar dan kedua kakinya yang bertenaga, pinggang Chu Luohan sangat kesakitan sampai terasa mau putus, tapi pria di sampingnya tetap tidak bergerak sama sekali.

Chu Luohan menggigit bibirnya, dia melihat bercak darah di dalam selimut.

Tiga tahun, dua kali, semuanya adalah bencana berdarah.

Dia menutupi badannya dengan sprei, di saat dia mau turun dari ranjang, Long Xiao berkata: "Tidak perlu ditutupi, tidak ada yang bagus untuk dilihat."

Chu Luohan mengangkat kepalanya, air matanya sepertinya akan menetes, tapi dia tetap tersenyum, "Benar, tidak ada yang bagus, maka aku tidak mau mengotori mata tuan muda Xiao."

Long Xiao mengerutkan alisnya, lagi-lagi nada bicara seperti itu!

Chu Luohan benar-benar kebingungan melihat jas dokter dan kemejanya yang sudah robek di atas lantai, bagaimana cara dia keluar?

Chu Luohan masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa saat terdengar suara air.

Long Xiao menarik nafas dalam-dalam melihat bayangan orang di balik kaca kamar mandi, rasa gelisah dan rasa tenang muncul di dalam hatinya secara bersamaan, perasaannya saat ini benar-benar campur aduk.

Setelah Chu Luohan selesai mandi, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya keluar. Di ruangannya ada baju ganti, tapi bagaimana cara mengambilnya sekarang?

Apalagi pagi-pagi seperti ini kalau dia keluar dari kamar Long Xiao dengan keadaan seperti ini, pasti orang lain akan berpikiran macam-macam.

Chu Luohan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menyelimuti badannya.

Dengan tidak bersedia dia berkata: "Kasih aku baju."

Long Xiao sedang bersandar di ranjangnya seakan-akan tidak peduli dengan wanita yang baru keluar dari kamar mandi ini.

"Oh? Mau pinjam baju?"