Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 213 Luoluo, Kita Sampai Di Rumah

Bab 213 Luoluo, Kita Sampai Di Rumah

Anna tidak menyangka bahwa Long Xiao akan membawanya ke kompleks apartemen biasa.

Kompleks apartemen ini tidak bisa dibandingkan dengan vila-vila mewah tempat tinggal Long Xiao, bisa dibilang hanya sebuah hunian sederhana di kota Jingdu yang sibuk ini.

Setelah masuk ke sebuah elevator kecil, mereka berdua pun naik ke lantai enam belas. Tepat pada saat itu, Long Xiao menundukkan kepala untuk menatap Anna. "Apa kamu tidak penasaran pada istriku? Aku akan mengenalkanmu padanya."

Apa? Bukankah istrinya sudah meninggal lebih dari dua tahun lamanya? Apa jangan-jangan Anna salah mendengar? Atau......dia berpikir kejauhan?

Usai membuka pintu, bisa dilihat bahwa apartemen itu punya dua kamar, lebarnya kira-kira seratus meter persegi, bagian dalamnya tertata rapi. Meski demikian, terlihat jelas bahwa apartemen itu sudah lama tidak dihuni, agak hening rasanya. Padahal tidak ada yang tinggal di sana, anehnya jendelanya bersih, bahkan bunga di meja pun masih segar.

Pasti ada orang yang membersihkannya.

Anna masuk duluan, dia mengamati lorong, ruang tamu, balkon, lalu pandangannya jatuh pada rak buku yang diletakkan di sebelah kanan pintu masuk. Rak tersebut penuh buku, sebagian besar isinya adalah buku medis, beberapa dari mereka terlihat agak rusak karena terlalu sering dibaca.

"Istrimu dulu pernah tinggal di sini?"

Tata letak dan dekorasi apartemen ini agak berbeda, segalanya ditata dengan sederhana, tapi detailnya benar-benar menunjukkan estetika sang pemilik.

Bagaimana harus menjelaskannya? Intinya, Anna sangat menyukainya.

Long Xiao memasukkan satu tangan ke dalam saku dan mengangguk. "Tepatnya, ini adalah apartemen yang pernah kamu tinggali. Lebih tepatnya lagi, ini adalah apartemen yang dulu pernah kita tinggali."

Long Xiao tersenyum lembut, hanya satu kali, tapi begitu penuh makna.

Di sini, baik sofa ruang tamu maupun pintu kamar tidur, semuanya memiliki jejak tersendiri, meski sekarang hanya tinggal kenangan.

Anna menepuk dahinya. "Long Xiao, berapa kali harus aku tekankan padamu? Aku, bukan, istrimu!"

Long Xiao mengangkat bahu. "Tidak masalah jika bukan sekarang, tapi dulunya iya, kelak juga iya, itu sudah cukup."

Menghadapi obsesi Long Xiao membuat Anna diam seribu bahasa.

Setelah berjalan mengitari ruang tamu, Anna melihat sebuah bingkai foto di atas meja kaca di depan sofa. Anna tertarik pada bingkai itu, dia lalu duduk dan mengamatinya.

Foto itu menampilkan Chu Luohan, tubuh rampingnya terlihat sedang memakai jas dokter putih, dia mengalungkan stetoskop di leher, satu tangannya dimasukkan ke dalam saku, dan tersenyum ke arah kamera. Senyumannya tidak menunjukkan pose sok melucu, juga tidak terlalu serius seperti wanita karir pada umumnya. Sebaliknya, senyuman tersebut menunjukkan kepercayaan diri yang terserap sampai ke dalam tulang.

Ini pertama kalinya Anna melihat foto Chu Luohan, tanpa sadar dia mencubit pipinya, berusaha membandingkan. "Apakah mirip? Kurasa tidak."

Anna juga berusaha tersenyum seperti Chu Luohan, dengan mulut terangkat ke atas dan mata melengkung, tapi meskipun sudah meniru beberapa kali, tetap tidak mirip.

Long Xiao bersandar di kusen pintu dan memandang Anna yang tersenyum konyol, jika hanya didasarkan pada penampilan mereka sekarang, tentu saja Chu Luohan dan Anna sama sekali tidak mirip. "Penampilan kalian benar-benar berbeda sekarang, aku harus mengakui bahwa operas plastikmu sangat sukses, sama sekali tidak meninggalkan jejak."

Anna meletakkan foto itu dan berkata dengan tegas. "Long Xiao, mengatai seorang wanita telah melakukan operasi plastik adalah sebuah penghinaan besar, aku tidak ingin mendengar kalimat itu lagi."

Operasi plastik? Imajinasinya terlalu tinggi, kenapa tidak menulis novel fantasi saja? Nanti biar Anna mengganti organ dalamnya sekalian!

Setelah masuk ke dalam kamar, warna lavender yang dominan sekonyong-konyong membuat napas Anna tercekat. "Selera istrimu ini......sangat segar."

Memang segar, tapi pada saat yang bersamaan, Anna bisa merasakan kepribadian Chu Luohan yang elegan, arogan, dan penyendiri. Warna ungu, tipe-tipe yang tidak bisa dikendalikan oleh orang lain.

Bình Luận ()

0/255