Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 220 Kamu Senang Merabanya

Bab 220 Kamu Senang Merabanya

Long Ting mengangkat telapak tangannya, lalu mengayunkannya ke arah wajah Long Xiao, terdengar suara tamparan yang cukup keras!

Yuan Shufen segera menghampirinya dengan panik, lalu berseru, "Xiao’er!"

"Anak kurang ajar! Siapa wanita yang menjadi tunanganmu, kamu jangan lupa! Orang yang akan kamu nikahi adalah Mo Rufei, berani sekali kamu mau menikahi wanita yang asal usulnya tidak jelas!"

Wajah tampan Long Xiao tiba-tiba mendapat tamparan keras dari Long Ting, tubuhnya sedikit terhuyung, ada darah yang mengalir keluar dari bibir tipisnya, hal ini menambah keliaran dan dominasi pria itu.

Dia menaikkan satu tangannya, menyeka darah di sudut bibirnya dengan punggung tangannya, tatapan matanya sangat tajam dan dingin, dia menatap ke arah Long Ting seperti sedang menatap musuhnya.

Musuh yang selalu menghalanginya saat sedang mengejar kebahagiaannya.

"Ayah, aku rasa tamparan ini sudah cukup untuk melampiaskan amarahmu, mengenai proyek ini, aku akan menanggung semua kerugiannya, tetapi, kalau ayah sampai melibatkan wanitaku, aku tidak akan tinggal diam."

Dia sudah tidak bisa bersabar lagi seperti yang sudah-sudah, dia tidak akan tinggal diam saat orang lain mencoba mengaturnya, dia juga tidak akan lagi mendengarkan perkataan orang lain yang tidak penting baginya, tuan muda Xiao tidak akan membiarkan dirinya melakukan kesalahan lagi, dia juga tidak akan membiarkan siapapun berhasil menjalankan skema jahat mereka.

Dia tidak akan membiarkan ayahnya.

Sekujur tubuh Long Ting gemetaran, dia menunjuk ke arah hidung Long Xiao dengan jari kanannya yang bergetar, tatapan matanya terlihat seperti haus darah, menatap putranya dengan sangat tajam, "Long Xiao, kamu berani berbicara seperti itu kepadaku! Siapa yang memberimu keberanian untuk berbicara seperti itu kepadaku!"

Ayahnya memang tidak pernah memberinya hak untuk melawannya secara terang-terangan seperti ini, tetapi bukan berarti bahwa Long Xiao tidak bisa tumbuh menjadi pinus hijau dan cemara yang mampu bersaing dengan pohon besar seperti Long Ting, kanopi yang dia miliki sekarang tidak kalah dari kanopi milik Long Ting.

Dengan kata lain, MBK tetap bisa berdiri meskipun tanpa Long Ting, tetapi tidak bisa berdiri tanpa Long Xiao.

Oleh karena itu, semarah apapun Long Ting, dia tidak akan berani menyuruh Long Xiao untuk mengundurkan diri.

Dia takut kalo dia mengatakan itu, Long Xiao benar-benar akan mengundurkan diri.

Long Ting memegangi jantungnya, jantungnya terasa sakit sekali sampai wajahnya menjadi pucat, kalau Yuan Shufen tidak langsung memapahnya, Long Ting pasti sudah terjatuh ke lantai.

"Keluar! Pergi dari sini! Pergi!"

Long Ting mengusir putranya sambil menunjuk ke arah pintu.

Tetapi Long Xiao tetap tidak melupakan identitasnya, Long Ting adalah Ayahnya, meskipun dia memperlakukannya seperti itu, dia masih tetap bersikap sopan kepadanya, "Baik."

Sikapnya yang seperti ini membuat Long Ting menjadi semakin kesal, dadanya terasa sangat sakit, Long Ting rasanya sampai hampir mati karena marah besar kepada putranya.

"Anak durhaka! Anak kurang ajar!"

Kata-kata makian masih terdengar dari arah belakangnya, langkah kaki tuan muda Xiao sama sekali tidak melambat.

Anak durhaka?

Dia tidak bisa menahan untuk tidak tertawa, dia mampu melangkah sampai di titik ini hari ini, itu semua karena siapa? Siapa orang yang mendorongnya? Siapa orang yang mendorongnya selangkah demi selangkah hingga dia sampai di tepi pemberontakan ini?

Dia memanfaatkan hidupnya, saat dirinya sama sekali belum mengetahui apa-apa, dialah yang membuat keputusan untuknya, saat dirinya sama sekali tidak sadar, dia menggunakan tangannya dan mengambil sidik jarinya!

Kalau dia anak durhaka, maka dia apa?

Ayah macam apa dia!

Sial!

Saat terpikirkan hal ini, amarah tuan muda Xiao hampir meledak, dia benar-benar ingin membakar dan menghancurkan rumah ini dengan api kemarahannya yang membara!

"Kak."