Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 43 Aku Sedang Mengejarmu, Apa Kamu Tidak Melihatnya

Bab 43 Aku Sedang Mengejarmu, Apa Kamu Tidak Melihatnya

Tang Jinyan menghancurkan bongkahan es dan membungkusnya dengan handuk kecil, menempelkan di wajahnya sebentar untuk memastikan tidak ada bagian tajam yang akan melukai kulit baru kembali ke ruang tamu.

Di dalam ruang tamu, tidak terlihat Chu Luohan, pintu kamar mandi terbuka, dia berjalan kesana dan melihat Chu Luohan yang menundukkan kepalanya, pundaknya bergetar hebat, berusaha kuat menahan suaranya, seperti gadis kecil yang di bully tetapi tidak berani mengatakan rasa sakit dan penghinaan yang diterimanya.

Chu Luohan di depannya ini, menusuk hatinya.

Dia tidaklah kuat sampai bisa melakukan apapun, dia juga bukan tidak perlu dirawat, tapi dia menyembunyikan semua kelemahannya, menggunakan cangkang yang keras untuk menutupi hatinya yang lemah.

“Jika kamu ingin menangis,menangislah, itu akan membuatmu lebih baik, disini, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, apapun itu.”

Tang Jinyan menepuk pundaknya pelan, memberitahu bahwa dia tidak perlu memikirkan apapun, anggap ini tempatnya sendiri, dia tidak seharusnya menahan beban psikologis ini.

Chu Luohan yang awalnya hanya melihat air mata yang jatuh ke wastafel sambil menahan suara tangisnya, mendengar perkataan Tang Jinyan, akhirnya dia tidak bisa menahan lagi dan mulai menangis kencang.

Tang Jinyan memapahnya keluar dari kamar mandi, mendudukkannya di sofa, memberikannya tisu, “Jika kamu tidak ingin mengatakannya, aku bisa tidak menanyakan apapun, tapi kamu jangan sampai mempersulit diri sendiri.”

Chu Luohan menahan wajahnya dan pundaknya bergetar semakin keras, air mata yang mengalir deras seolah-olah kolam air yang telah terkumpul selama bertahun-tahun akhirnya mencapai batasnya.

Di depan Tang Jinyan, Chu Luohan tampak seperti anak kecil, dia dapat melampiaskan emosinya sepenuhnya tanpa merasa segan atau malu.

Tang Jinyan menemani dalam diam, tangan besarnya dengan lembut mengelus punggungnya dan menepuk pelan, “Tidak apa, sudah berlalu, jangan takut.”

Hati dan martabat Chu Luohan yang telah hancur berkeping-keping, perlahan disembuhkan dengan suara tenang dan lembut Tang Jinyan, dia berkata dengan suara tangis, "Aku sangat lelah ... Aku merasa sangat lelah ..." 

Setiap perkataannya seperti jarum yang menusuk ke dalam hatinya.

Kehidupan apa yang Chu Luohan jalani? Apa saja yang sudah dialaminya, disakiti sedalam apa sampai membuatnya bisa menyembunyikannya sampai tahap ini?

“Kalau lelah, istirahatlah, biarkan hatimu beristirahat, jika kamu perlu, aku siap membantumu.”

Setelah menangis lama, dia menengadahkan kepalanya, wajahnya dipenuhi air mata,sejumput rambut menempel di wajahnya.

Dia menghapus air mata terakhirnya dengan tisu, sekarang bukan hanya pipinya yang bengkak, kedua mata juga membengkak, rongga mata merah membungkus bola mata yang cerah dalam, seperti kelinci yang terluka.

Dia mengendus dan mengelap air matanya dengan tisu lalu membuangnya ke tong sampah, yang ternyata sudah penuh, “Maaf… aku membuatmu terkejut ya?”

Sudah sangat lama dia tidak menangis seperti ini, dia bahkan sudah lupa rasanya menangis melepaskan emosi, dia juga hampir tidak bisa menangis lagi, tanpa terduga, Chu Luohan yang selalu terlihat kuat di mata orang-orang, di depan Tang Jinyan yang sama sekali tidak dekat, menangis dengan puas.

“Tidak, kamu bisa menangis disini, aku sangat ….senang, setidaknya ini membuktikan, kalau dalam hatimu tidaklah menolakku, kamu bersedia menunjukkan kerapuhanmu di depanku.”

Bersedia untuk menunjukkan sisi yang rentan adalah kepercayaan sejati.