Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 234 Mengejar Hidup Mati Dan Berhasil Selamat

Bab 234 Mengejar Hidup Mati Dan Berhasil Selamat

Di pinggiran ibukota terdapat sirkuit balap terbesar di seluruh negeri. Di sirkuit balap itu ada dua mobil sport, satu berwarna merah dan satu berwarna hitam yang melintasi sirkuit seperti angin puyuh.

Terkadang tikungannya terlalu sempit dan saat mobil berbelok, ban mobil akan bergesekan dengan aspal dan mengeluarkan suara berdecit. Suara seperti itu membuat orang di dalam mobil menjadi lebih bersemangat dan mendorong mereka untuk mengendarai mobil lebih menggila!

Terkadang jalannya lebar dan lurus dan sepertinya ada angin kencang yang melintas, lalu bayangan mobil juga menghilang dari penglihatan dalam sekejap. Sama sekali tidak memberi waktu untuk melihat dengan jelas.

Setelah bertanding satu putaran, Anna sudah melihat kehebatan Long Ze dan pada saat bersamaan dia juga sudah bermain dengan sangat nyaman. Bagaimanapun, balap mobil hanyalah alat untuk melepaskan emosinya. Sudah cukup jika dirinya sudah merasa nyaman.

Menang atau kalah tidak penting.

Kemenangan Long Ze memang sudah dia perhitungkan.

Kedua mobil diparkir berdampingan di garis finish. Ketika Anna sampai, Long Ze sudah keluar dari mobil. Dia mengenakan pakaian balap dan bersandar di bagian depan mobil sambil memegang dua botol air mineral di tangannya. Dia membuka salah satu botol lalu memberikannya pada Anna yang baru saja keluar dari mobil.

"Kakak Ipar, keren!"

Dia tersenyum dengan penuh hormat dan kekanak-kanakan sambil mengacungkan jempol. Tidak ada rasa bangga setelah kemenangan kecil seperti itu, tapi dia malah menyampaikan rasa kagum yang berasal dari hatinya.

Anna meminum beberapa teguk air untuk membasahi tenggorokannya, "Kamu juga tidak buruk. Kemampuan dan teknik yang kamu miliki sangat baik. Sepertinya kamu sudah bermain dengan banyak mobil. Setidaknya kamu memiliki tiga atau empat tahun pengalaman, kan?"

Long Ze mengatupkan mulutnya dan tidak menjawab. Dia merasa jika dirinya mengatakannya hanya akan membuatnya terlihat memalukan. Chu Luohan yang berada dalam ingatannya sama sekali tidak pernah bermain balap mobil. Walaupun baru dipelajari kemudian olehnya, itu juga hanya pengalaman dua tahun. Tapi tak disangka beberapa kali hampir mengalahkannya. Jika hal ini dikatakan akan benar-benar sangat memalukan.

"Kakak Ipar, aku benar-benar bingung. Bagaimana sebenarnya kamu bisa belajar mengemudikan mobil balap? Kamu seorang dokter, bukannya belajar yang lain malah harus belajar hal yang begitu berbahaya dan mengasyikkan seperti ini?"

Meskipun balap mobil sangat keren tapi sangat berbahaya. Salah-salah bisa terjadi patah tulang, cacat, dan bahkan kehilangan nyawa. Saraf mana yang salah, Kakak Ipar?

Anna bersandar di pintu mobil dengan kedua kaki disilangkan. Jarang sekali memakai sepatu kets, tapi kedua kakinya masih tetap terlihat langsing, ramping dan proporsional. Dia bahkan dapat merasakan bentuknya dari celananya.

"Aku? Karena mengasyikkan. Ada suatu waktu aku merasa tertekan dan aku mendengar balap mobil bisa menstimulasi otak seseorang. Ketika ban mobil berputar dengan kecepatan tinggi, perhatian seseorang akan tertarik dan tidak sempat memikirkan hal lain. Lalu aku mencobanya, dan itu memang benar."

Waktu itu dia baru tersadar dan otaknya sama sekali kosong. Seluruh dirinya seperti terjatuh ke dalam ruang hampa. Tidak tenang, gelisah, dan mengalami insomnia. Dirinya sepertinya hampir hancur.

Ketika dia tanpa sengaja melihat seseorang sedang bertanding balap mobil, dia hampir tidak memiliki keraguan dan memilih cara berisiko tinggi ini untuk melampiaskannya. Sejak saat itu dia seperti kecanduan. Ketika tengah malam dia tidak bisa tertidur, dia akan berkendara di sepanjang jalan kosong New York dengan kecepatan tinggi yang mempertaruhkan nyawanya.

Di luar dugaan ternyata dia menjadi setengah ahli pembalap mobil. Benar-benar ironis.

Long Ze, "Em...Begitu saja? Bukankah alasannya terlalu sederhana?"

Anna mengangkat bahu, "Iya, hanya begitu saja. Apakah menyukai sesuatu membutuhkan banyak alasan? Tentu saja tidak perlu."

Baiklah. Long Ze sudah mengatakan tidak peduli apakah Chu Luohan yang dulu atau Anna yang sekarang, ketika terjadi pertukaran akan sangat mudah dibantai.

Anna melemparkan air yang sudah setengah diminumnya ke dalam mobil. Dia bertepuk tangan dan berkata, "Sudah puas? Apakah masih mau satu putaran lagi?"

Bình Luận ()

0/255