Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 57 Dia Seperti Bunga Mawar Yang Mempesona

Bab 57 Dia Seperti Bunga Mawar Yang Mempesona

Chu Luohan tertawa seperti orang gila.

Selain marah, Long Xiao juga sedikit pusing, selama tiga tahun ini Chu Luohan bukan hanya keberaniannya yang semakin bertumbuh, tapi dia sekarang juga memiliki duri.

Tapi bagus, Long Xiao akan mencabut duri di badan Chu Luohan perlahan-lahan satu demi satu.

Chu Luohan memprovokasi untuk menyelamatkan dirinya, tapi Long Xiao setelah mandi sama sekali tidak peduli dengannya lagi.

IQ dia juga kurang lebih sudah habis, kalau melawannya lagi, dia pasti akan kesulitan sendiri.

Bukannya hanya tidur di sofa? Dia sama sekali tidak keberatan.

Tapi ketika berbaring di sofa, rasa kantuk dia menghilang semuanya, dia tersenyum-senyum memegang cincin yang susah payah diambilnya kembali, barang berharga seperti ini tentu saja harus dipertahankan olehnya, saat nanti cerai ini akan menjadi senjata yang bisa membantunya.

Tapi ketika muncul satu kata cerai di dalam kepalanya, senyuman Chu Luohan juga menghilang.

Dia berdiri dengan telanjang kaki mengeluarkan dua botol koktail yang dibelinya dari dalam kulkas.

"Gluk, gluk."

Setelah diminum beberapa teguk, dia tertawa sendiri, hati?

Tentu saja dia punya hati, seluruh hati dia sudah ditujukan untuknya, sejak pertama kali bertemu sampai barusan, setiap detak jantung dia terdapat rasa cinta terhadapnya.

Orang yang tidak memiliki hati, adalah dia!

Bibir Chu Luohan yang basah terlihat seperti bunga mawar yang mempesona.

Long Xiao, mari kita bermain saja, aku tidak percaya aku tidak bisa mendapatkan hati kamu, walaupun kita cerai, aku juga tetap mau membawa hati kamu pergi!

Tiga tahun ini, tidak, jika dihitung totalnya sudah lima tahun, dia sudah menunjukkan ketulusan hatinya, tapi yang didapatnya hanyalah dua kata "wanita murahan" dari mulutnya.

Maka biarkan keinginan dia terwujud saja, biarkan dia jatuh ke tangan wanita murahan ini.

Muka Chu Luohan memerah karena efek alkohol, sambil memeluk bantal, dia tertidur pulas.

Tentu saja dia tidak tahu ada seorang pria di tengah malam yang keluar dari kamar tidur melihat muka dia yang memerah.

Dia juga tidak akan tahu kalau sprei yang tertendang olehnya kenapa bisa kembali menyelimuti badannya lagi.

Di pagi hari berikutnya, kepala Chu Luohan terasa berat, dia benar-benar flu.

Baju yang dijemur di balkon sudah kering, dia mengganti bajunya di dalam kamar mandi dan mengikat rambutnya dengan karet.

Sarapan pagi yang simpel diletakkan dengan rapi olehnya, susu kacang yang segar, telur goreng berwarna kuning, semuanya terlihat sangat menggiurkan.

Di dalam tong sampah terdapat bungkus sikat gigi yang baru, sepertinya Long Xiao kemarin malam menemukan sikat gigi cadangan yang ada di dalam apartemennya, Chu Luohan tersenyum sambil meminum susu kacangnya.

Sehebat apapun Long Xiao, tapi dia tetaplah manusia, dia tentu saja membutuhkan keperluan hidup sehari-hari.

Kalau harta dia semua tidak ada, bukannya dia juga bisa sakit dan lapar?

Kalau dia memang hebat, coba dia tidak makan.

Setelah menghabiskan sarapannya, Chu Luohan keluar membawa kunci cadangannya.