Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 62 Tidak Bertenaga Dan Diam Manis

Bab 62 Tidak Bertenaga Dan Diam Manis

Telapak tangan Chu Luohan pelan-pelan mengepal di bawah selimut, "Long Xiao, aku sudah pernah bilang, hubunganku dan dia hanya sebatas atasan dan bawahan."

Ada hawa dingin dari mata Long Xiao, "Kalau begitu, apapun yang kulakukan terhadapnya tidak ada hubungannya denganmu."

Dia berkata dengan serius. Kalau dia benar akan berurusan dengan Tang Jinyan, dia pasti akan melakukannya dengan kejam, "Lepaskan dia, aku sudah menurutimu dan kembali. Tujuanmu sudah tercapai, masa kamu tidak melepasnya?"

Memikirkan dia dalam pelukannya, tuan muda Xiao hanya ingin Tang Jinyan menghilang selamanya!

"Heh!" Dia mendengus dingin, menunjukkan rasa hina dan amarahnya.

Jika tidak bisa mundur, maka terpaksa harus melangkah maju, "Kalau kamu mau pergi ya pergi saja. Lain kali kamu tidak perlu menggunakan alasan ini untuk mengancamku."

Tuan muda Xiao sangat membenci sikap Chu Luohan yang tidak peduli tapi pelan-pelan memancing amarahnya, ini membuatnya sangat kesal!

Serangkaian nada dering ponsel yang monoton memecah kecanggungan antara mereka berdua. Nada dering ponsel yang kuno semacam ini hanya digunakan oleh tuan muda Xiao.

Tuan muda Xiao mengerutkan kening, membawa ponsel ke balkon kamar pasien, baru mengangkatnya.

Jarinya yang ramping memegang ponsel dengan kuat, dari sudut pandang Chu Luohan, dia bisa melihat samping wajahnya yang serius, serta suaranya yang begitu dingin hingga bisa menembak mati orang.

"Katakan."

Cukup satu kata membuat punggung Chu Luohan merinding.

"Bagaimana dengan Grup Chu?"

Grup Chu? Apakah Grup Chu yang barusan dia sebut adalah yang punya keluarganya itu?

Chu Luohan menegakkan telinganya untuk mendengar lebih jelas, tapi tuan muda Xiao langsung berjalan ke tepi balkon, mengulurkan tangan dan menutup pintu kaca.

Suara itu benar-benar terisolasi dari kaca tembus pandang di luar.

Tuan muda Xiao menegakkan punggung dan tidak bergerak sama sekali, bahkan gerakan memegang ponsel pun tidak berubah sedikitpun, tapi tangan yang satu lagi mengetuk pagar balkon secara berirama.

Chu Luohan curiga, Long Xiao menyebut Grup Chu, apakah terjadi sesuatu pada Grup Chu? Masalah bisnis? Atau hal lainnya?

Bisnis Grup Chu selalu berada dalam keadaan buruk, bukan pertama kalinya Chu Xiran dan Fang Lingyu meminta uang baik secara langsung maupun tidak langsung, apakah jangan-jangan sekarang terjadi masalah yang lebih besar?

Setelah berpikir sebentar, tuan muda Xiao selesai menelpon dan kembali.

Chu Luohan berpura-pura tidak mendengar dan tidak tahu apa-apa, tuan muda Xiao tidak membahas hal itu sama sekali, "Hari ini kamu beristirahat di sini, besok kembali ke Jingdu."

Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan tuan muda Xiao sampai dua jam berikutnya, karena setelah mengatakan itu, tuan muda Xiao menghilang tanpa jejak, yang berjaga di kamar adalah seorang perawat wanita.

Tidak ada hal yang bisa dilakukan, Chu Luohan pun mengeluarkan dan memainkan ponselnya.

Membuka WeChat, Chu Luohan mengirimkan stiker menangis kepada Lu Shuangshuang.

"Sayangku, akhirnya kamu muncul juga! Kenapa telponmu tidak bisa dihubungi? Aku lihat kamu dikirim oleh rumah sakit ke desa penyakit AIDS. Astaga, apakah pemimpin rumah sakit kalian tidak punya otak!"

Eh...

Begitu mendengar pesan suara ini, dia bisa membayangkan tampang Lu Shuangshuang yang sangat geram saat mengirimkan pesan ini.

"Sepertinya tidak ada sinyal di pegunungan. Kakak, aku sekarang sudah pindah medan perang, aku akan kembali ke Jingdu besok."

"Baguslah! Kabar baik! Tinggalkan saja tempat itu. Astaga, kamu menakutiku!"

dan sedang terbaring di rumah sakit, sangat memerlukan perawatan. Nanti

Aku pergi ke sana sekarang juga!

tertawa, "Ada...

"Tapi apa? Apa maksudmu?"

ada

lalu suaranya menjadi tidak bersemangat lagi, menjadi tidak bertenaga dan diam manis,

sialan ini! Dia sama sekali tidak bisa

tak disangka satu jam setelah itu ada telpon datang

ponselnya. Telpon dari kediaman itu datang entah dari Yuan Shufen atau

pikiran dan bernapas dengan stabil,

jawaban dari sana. Setelah beberapa saat,

"Ini aku."

Bang bang bang!

hampir saja jatuh dari ranjangnya. Dia mengerahkan tenaga untuk memegang

Anda, ada

Luohan tidak dapat mengendalikan diri dan suaranya mengecil. Ini adalah pertama kalinya dia mengangkat telpon dari ayah mertua semenjak menjadi istrinya Long Xiao. Tekanannya sangat

menunjukkan strategi dan pengetahuan yang terkumpul dari pengalamannya di dunia bisnis selama setengah masa hidupnya. Sedangkan Long Ze yang berdiri

antara Long Ze dan Long Ying tidak

Xiaoze melakukan sesuatu belakangan

Hah?

menanyakan masalah pamannya? Chu Luohan bergumul. Sebagai saudara iparnya, apakah dia harus mengatakannya? Atau tidak

Long Ting tahu apa yang Long Ze lakukan, sekalipun Long Ting begitu sayang padanya, tapi sepertinya

pulang negeri. Kami baru bertemu satu atau dua kali, aku tidak tahu

tangan dan berkata

napas dalam-dalam, dia merasa bahwa dirinya

kamu harus mengatur seluruh keluarga Long. Kalau sekarang kamu menyembunyikan sesuatu atau bersekongkol, itu tidak akan berakhir baik bagimu atau

mau mengorek informasi dari mulutnya untuk memberi pelajaran kepada putranya. Chu Luohan

memang tidak tahu jelas. Bagaimana

buang napas, jangan sampai mati

Setelah memelototinya, dia lanjut bertanya, "Katakan

Luohan menggertakkan gigi, Long Ze juga sedang

begitu hening

mengangkat alis dan hendak mengatakannya, apakah Long

itu bisa dibilang

kata-kata ini sungguh membuatnya

kejadian di pesta makan malam itu karena aku tidak dapat menahan emosi, tidak

"Siapa yang mengijinkanmu berbicara!"

kedua ayah dan putra itu sedang berseteru, apakah dia mencarinya untuk dijadikan sebagai pihak ketiga? Cara yang licik ini memang sesuai dengan cara

karena kejadian di pesta

juga, waktu itu ada

aku tidak berhati-hati dan jatuh ke kolam renang, Xiaoze ingin menolongku, Anda jangan marah dan

pada

Chu Luohan serasa ditampar keras.

kesalahan Xiaoze. Aku sudah tahu." Setelah kata terakhir diucapkan, di saat-saat terakhir Long Ting mematikan telpon, terdengar kata-katanya pada Long Ze yang sangat kejam, tiada ampun, tidak seperti ayah, melainkan seperti

"Berlutut!"

terkejut hingga tidak bisa memegang ponselnya lagi. "Prak", ponsel

menangani Long Ze?

dilakukan oleh bos mafia itu terhadap adik laki-laki yang telah mengkhianati dirinya itu. Sesosok orang berdiri tanpa suara di depan ranjangnya, pandangan Chu Luohan tertuju pada ponsel dan sepatu kulit hitam yang berkilau berhenti di samping ponsel. Chu Luohan melihat dari atas ke bawah, terlihat wajah Long Xiao

Bahkan jalan pun

"Itu perasaanmu saja."

dan dia sedang membuka selimut hendak mengambil ponselnya. Tanpa diduga, tuan muda Xiao pelan-pelan menendang ponsel itu sejauh dua

Chu Luohan sungguh kesal!

Bình Luận ()

0/255