Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 65 Perilaku Menjijikkan Di Dalam Selimut

Bab 65 Perilaku Menjijikkan Di Dalam Selimut

Kasur yang sama!!!

Perkataan ini bagaikan petir yang menyambar kepala Chu Luohan, seperti ada sebuah ledakan di kepalanya, kegilaan apa lagi ini dari Long Xiao?

Sudah tiga tahun, tinggal terpisah atau pisah ranjang adalah hal yang masih bisa diterima. Hari ini dia mendadak mengubah kebiasaan, apakah sedang mencoba-coba? Menggoda? Mempermalukan?

Ekspresi Chu Luohan berubah seiring munculnya kecurigaan di hatinya. Sedangkan pria yang tinggi dan seksi itu sudah melangkah ke kamar mandi.

Suara percikan air di dalam membuat Chu Luohan berpikir yang tidak-tidak.

Pada saat ini, ponsel Long Xiao di meja samping ranjang berdering. Chu Luohan menjulurkan kepala untuk melihat, ternyata telpon dari Mo Rufei.

Chu Luohan melihat pintu kamar mandi dan tersenyum kelam, lalu mengulurkan tangan mengambil ponselnya dan membukanya.

"Tuan muda Xiao, kamu juga belum tidur ya? Merindukanku ya? Aku dan bayiku sudah sangat merindukanmu..."

Uek!!!

Suara dari speaker yang sok manis itu membuat Chu Luohan merasa jijik. Dia mengerutkan dahi, diam dan lanjut mendengarkan. Mo Rufei, bagaimana caramu merayunya?

Mo Rufei berbaring di kasur putri, di seberang kasur tergantung sebuah potret yang menempati sebagian besar dinding. Dia menikmati dirinya sendiri dalam potret tersebut. Penampilannya begitu sempurna, bulu matanya lentik dan bibirnya sedikit terangkat. Di bagian bawah, kakinya yang panjang hanya ditutupi pita, seperti wanita nakal.

"Kak Xiao, potret hari ini sudah keluar. Fotonya diambil dengan sangat cantik, kamu pasti juga akan menyukainya. Aku pernah melihat tata letak di villamu, aku sudah meminta mereka membuatkan dua foto ini, nanti kamu bisa menggantung foto ini di koridor villa."

Dia mau menggantung fotonya di villa? Villa ini adalah rumah pernikahan mereka, tapi Mo Rufei juga ingin ikut campur?

Heh!

Tidak ada reaksi dari telpon, Mo Rufei melihat layar ponsel, telpon masih belum ditutup.

"Tuan muda Xiao, apa kamu sedang mendengarkan?"

Chu Luohan bersandar ke ranjang gaya Eropa dan tersenyum dingin, "Kak Xiao mu sedang mandi. Kalau ada urusan, biar aku bantu sampaikan."

Mo Rufei terkejut, suaranya yang sok manis barusan langsung berubah menjadi suara teriakan, "Chu Luohan! Kenapa kamu mengambil ponsel kak Xiao! Kamu... Di villa?!"

Chu Luohan melihat pintu kamar mandi, "Aku bukan hanya berada di villa, aku juga sedang berada di kamar yang sama dengan kak Xiao mu. Kak Xiao mu sedang mandi, apa perlu kamu dengar suara percikan airnya? Suaranya begitu seksi."

Mo Rufei mencakar bantal dengan kuat, hampir saja merobek bantal itu, "Chu Luohan, dasar wanita jalang, taruh kembali ponselnya kak Xiao!"

"Hehe, Mo Rufei, simpanlah tenaga untuk merawat janinmu. Kalau tidak, takutnya nanti kamu tidak kuat mendengar suara-suaraku yang lain bersamanya."

Chu Luohan memperkirakan kapan Long Xiao akan keluar, dia harus mematikan telpon sebelum itu terjadi.

"Prak" Mo Rufei melempar bantal ke lantai, "Chu Luohan berani-beraninya kamu menggoda kak Xiao, kenapa? Kamu mau menggunakan cara rendahan itu lagi? Tidak tahu malu!"

Chu Luohan mencibir dengan sinis, "Sudahlah Mo Rufei. Aku tidak tahu kamu menggunakan cara apa untuk bisa naik ke ranjangnya, jangan mengatai dirimu sendiri, tenanglah sedikit."