Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 68 Anak Tidak Bisa Tanpa Ayah

Bab 68 Anak Tidak Bisa Tanpa Ayah

Tampaknya di situasi seperti ini, mau mengusirnya ataupun berinisiatif pergi sendiri, keduanya sama-sama bukan hal mudah.

Mana mau dia tinggal di villa dan dihina di sana? Tapi karena tekanan yang besar dari Long Xiao, dia tidak berani memberontak.

Memikirkan ini, Chu Luohan tersenyum dengan canggung, sebetulnya reaksinya lebih seperti putus asa, "Aku? Terserah saja. Sekarang aku hanya ingin seleksi berjalan lancar. Ada yang bilang, orang yang putus cinta pasti berhasil dalam profesi mereka, aku harap itu benar."

Tang Jinyan tersenyum nyaman, "Aku tidak menyangka kamu punya pikiran yang terbuka seperti ini. Dalam situasi ini, kebanyakan wanita pasti akan menangis dan gantung diri. Sikapmu yang bebas membuatku terkejut."

Chu Luohan berdiri dari kursinya, "Kamu tidak perlu memuji. Aku sungguh berterima kasih pada wakil dekan karena telah membantuku merevisi skripsi ini. Aku pergi dulu."

Tang Jinyan juga segera berdiri, "Karena sekarang kamu sedang libur, apakah kamu mau makan siang bersama?"

Makan siang? Dalam keadaan seperti ini, dia sama sekali tidak ada mood dan tidak ada nafsu untuk makan bersamanya, "Lain hari saja. Terima kasih wakil dekan, aku keluar sendiri saja."

Langkah kaki Tang Jinyan baru beranjak keluar, tapi kata-kata Chu Luohan membuatnya seketika berhenti. Pada akhirnya, dia mengatakan hal yang dari tadi tertahan di lidahnya, "Dokter Chu, aku harap ke depannya kamu jangan memanggilku wakil dekan lagi."

Dia ingin mendengar Chu Luohan memanggil namanya, dia tidak berharap tinggi bahwa Chu Luohan akan langsung memanggilnya Jin Yan dua kata itu, memanggilnya dengan marga yaitu Tang Jinyan juga sudah cukup baginya.

Chu Luohan menggantung tas hitam kecil ke bahunya dan berkata sambil tersenyum, "Aku menunggu hari ketika wakil dekan naik jabatan."

Dia tahu bahwa maksud Tang Jinyan bukan seperti itu.

Namun, mana bisa dia mengikuti pola pikir Tang Jinyan?

Yang membuat Chu Luohan terkejut adalah Long Xiao tidak pernah pulang sekalipun dalam beberapa hari setelah Mo Rufei pindah ke villa, entah apa yang sedang dia lakukan.

Setiap pagi, Mo Rufei bangun tepat waktu. Lalu dia membentangkan matras yoga di ruang tamu di lantai pertama untuk melakukan yoga, diiringi dengan musik piano yang diputar dengan volume paling keras, membuat seisi villa menjadi berisik dan tidak tenang.

Chu Luohan mengerjakan skripsi siang dan malam, waktu tidurnya sangat larut, ingin tidur sebentar di pagi hari pun tidak bisa.

"Apakah semua orang harus tahu bahwa kamu sedang melakukan yoga? Pagi buta memutar musik sekeras ini, bagaimana orang lain bisa tidur?"

Akhirnya, dia tidak tahan lagi, membuka selimut, mengenakan sandal dan berjalan ke ruang tamu. Dia tinggal di lantai satu, berjalan mengitari koridor panjang dan melihat Mo Rufei sedang melakukan posisi yang lembut dengan kedua kakinya dalam pakaian olahraga yang menunjukkan pusarnya.

Harus diakui badannya sangat bagus, sama seperti badan aktris.

Mo Rufei tertawa dingin, "Orang lain? Sudah sangat larut, kurasa yang masih tidur hanya cuman kamu seorang saja, iya kan? Oh, betul juga. Kamu di sini, berarti kamu adalah orang lain itu kan? Apalagi, sebentar lagi kamu akan menjadi orang luar."

Chu Luohan tidak cukup tidur, kepalanya terasa berat dan dia meraba pelipisnya, "Mo Rufei, apakah ada gunanya kamu membuat keributan seperti ini? Aku dan Long Xiao tidak akan bercerai, kamu hanyalah burung yang dipelihara di sangkar emas."

Mo Rufei mengganti posisi, melipat kedua tangannya dan menarik napas dalam-dalam, "Itu juga lebih baik darimu. Kamu dan dia hanya terikat oleh surat-surat, dengan kata lain, kamu sama rendahnya seperti seekor gagak hitam!"

Chu Luohan ingin membalas perkataannya, tapi Bibi Chen berkata sambil tersenyum, "Nyonya muda, Anda belum cukup tidur. Biar saya buatkan sup untuk Anda. Ini bisa menenangkan saraf, mari Anda coba."