Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 71 Pesan Dari Tuan Muda Xiao

Bab 71 Pesan Dari Tuan Muda Xiao

Chu Luohan melepaskan sarung tangannya. Perawat membantunya untuk menggantinya dengan yang baru.

Tampak seorang pasien yang sedang sekarat di ruang operasi sebelah. Pasien tersebut berada di dalam kondisi kritis!

"Kenapa bisa seperti ini?"

Chu Luohan memasuki ruangan operasi. Dokter Wang tampak sedang memandangi Sun Jiali dengan mata melotot, kemudian memarahinya, "Beraninya kamu memasuki ruang operasi dengan kemampuan seperti ini. Nyawa manusia bukanlah mainan! Pergi!"

Sun Jiali tidak menerima cacian tersebut. Dia pun menjawab, "Jantung pasien ini berdarah bukanlah kesalahanku. Kemampuanmu sendiri yang buruk. Malah menyalahiku!"

Chu Luohan mengambil alih posisi Sun Jiali, kemudian dengan datar berkata, "Dokter Wang, kendalikan emosimu. Apakah bisa kita mulai?"

"Bisa!"

"Pssttt ..." Teknik yang digunakan membuat dokter Wang sangat tercengang.

"Kamu ..." Dokter Wang ingin bertanya siapa dirimu, namun Chu Luohan menyela, "Dokter Wang, kita belum sampai ke tahap yang paling penting. Silahkan lanjutkan."

"Baik."

Tidak ada yang tahu jika tidak dilakukan perbandingan. Dokter Wang hanya memiliki setengah dari kemampuan Tang Jinyan. Dokter Wang adalah dokter bedah yang paling terkenal. Namun, tampaknya ... Dia akan segera diganti.

"Bersiap-siap ... Balik atrium sebelah kiri."

Atrium yang dibalikkan membuat Chu Luohan lebih mudah untuk melakukan langkah berikutnya.

Dokter Wang merasa sangat terkejut. Hebat sekali kemampuannya! Berapa banyak pengalaman yang didapatkan untuk bisa memiliki kemampuan seperti ini?

Operasi pun berjalan sangat lancar dengan adanya keikutsertaan Chu Luohan. Dokter Wang tersenyum, kemudian berkata, "Apakah boleh jika kamu membereskan semua ini hingga selesai?"

"Tentu saja."

Terima kasih."

Dokter Wang beranjak keluar dari ruang operasi. Dia melihat Tang Jinyan yang sudah lebih dulu menyelesaikan operasi dan sedang duduk di luar. Dokter Wang tersenyum dan berkata, "Tidak disangka, ternyata ada orang yang begitu hebat di divisi spesialis penyakit dalam. Wakil kepala rumah sakit, apakah aku boleh mengajukan permintaan? Aku ingin meminta dokter tersebut untuk menjadi asistenku. Aku ingin dia bergabung di timku."

Tang Jinyan tersenyum, kemudian menjawab, "Maaf, dia sudah ada pemiliknya."

Kerjasama di antara mereka sangatlah sempurna. Asalkan Chu Luohan bersedia, maka dia dapat segera dipindahkan ke divisi spesialis bedah.

Dokter Wang mengerutkan dahi, "Sun Jiali, aku tidak tahu bagaimana caranya dia bisa mendapatkan gelar profesor! Hah! Lebih baik aku menjauh dari orang gendut sepert dia."

Tang Jinyan berpikir sejenak. Gao Yingzi begitu mendukung Sun Jiali pada saat pemilihan. Dia tidak mungkin memiliki kemampuan yang rendah.

terampil. Dia tidak pernah membuat

instrumen peralatan tampak

keluar dari ruang operasi. Tubuhnya terlihat sangat lemas, wajahnya berkeringatan, dan pucat pasi. 12 jam

ruang operasi nomor 5. Operasi yang terus berlanjut dan

tampak pucat dan tidak terlihat darah mengalir

tanpa sadar. Chu Luohan berjalan mundur beberapa langkah, kemudian berkata, "Aku tidak apa-apa. Kenapa kamu masih berada di

menunggu anggota

kepalanya. Dia melihat beberapa dokter yang sedang mendorong kasur

dan tidak menyadari kalau yang

"Apakah yang kamu maksud, adalah aku? Bapak salah

bedah. Aku tidak akan memaksamu. Kamu coba pertimbangkan sebaik mungkin. Jadilah asistenku.

kesempatan yang sangat bagus. Chu Luohan bisa belajar banyak dari Tang

memegang alat operasi lagi. Terima kasih, wakil kepala

lemas dan kelelahan. Tang Jinyan berjalan mengikuti dari

tidak memiliki niat buruk. Dia benar-benar mengagumi kemampuan Chu

karena dia? Suamimu

tidak hanya berputar

ada seorang pun yang terlihat. Chu Luohan menggosok keningnya, kemudian duduk di atas kursi. Dia memandangi

dia menahan rasa sakit tangannya. Namun, dia tidak memberitahu hal ini kepada

pun mengambil, kemudian melihat ponselnya. Chu Luohan menatap ponsel

dan semua panggilan

yang dia lihat. Reaksi keduanya adalah

Sakit ...

dia

adalah satu-satunya pesan

jika kamu

ketika membaca pesan tersebut. Untuk beberapa saat dia berpikir kalau Long Xiao sedang memberikan perhatian

ruangan operasi sekian

waktu sudah menunjukkan pukul

Long Xiao. Dia menggigit bibir sambil

Luohan mulai merasa panik. Apakah Long Xiao sudah tidur? Chu Luohan merasa agak

untuk menutup panggilan tersebut, tetapi tidak disangka! Panggilan tersebut dijawab dan

namanya. Suara yang terdengar di dalam panggilan tersebut adalah teriakan

kamu mau mati? Kenapa menelepon orang

Bagaimana dia bisa memiliki ponsel Long Xiao? Bukankah Long Xiao sedang dinas dan tidak berada di rumah? Dan hari sudah larut malam. Kenapa

Xiao?

menyesal karena tidak membawa ponselnya masuk ke dalam ruang operasi. Dia menyalahkan dirinya

Mo Rufei mengetahui suasana hatinya

mendengarkan suara Chu Luohan yang begitu tenang, dia pun berpura-pura menirunya, "Kak Long sudah tidur. Hari sudah selarut ini. Jika kamu

membuat sindiran terasa lebih

Bình Luận ()

0/255