Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 73 Akan Kuberikan Semua Yang Kamu Inginkan

Bab 73 Akan Kuberikan Semua Yang Kamu Inginkan

Suara Chu Luohan mulai terdengar panik. Dia merasa panik hingga berbicara dengan terbata-bata.

Wajah Long Xiao terlihat sangat datar. Dia membuka kancing bajunya tanpa ragu. Dia membuka kemeja putihnya dan melemparkannya ke lantai.

"Kamar mandi ini cukup untuk menampung kamu dan aku. Aku tidak membencimu. Cukup tutup saja mulutmu!"

Chu Luohan menenggelamkan dirinya ke dalam air hingga hanya terlihat leher dan wajah. Untung saja dia menuangkan busa-busa ke dalam bak mandi. Kalau tidak, dia pasti akan merasa sangat malu!

"Maaf, aku tidak suka mandi bersama orang lain. Kamu mandi saja di lantai 2. Apakah kamar mandi lantai tidak 2 cukup untukmu?" Chu Luohan merasa sedih, ternyata seperti ini.

"Sangat mengharukan. Kalau begitu, berikan aku 1 menit. Aku akan keluar."

Tuan muda Xiao sangat marah karena merasa dipermalukan, "Bersikap yang baik. Berbaring dengan tenang, kalau tidak, aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan mudah."

Entah apa yang sedang Long Xiao pikirkan. Tenggorokan Chu Luohan terasa sangat tegang. Apakah dia ingin menerkamnya di sini?

Chu Luohan berkata, "Aku masih harus pergi bekerj, jadi ... Kamu tunggu saja di sana. Aku akan segera selesai."

Tuan muda Xiao tersenyum sinis, "Apakah kamu takut kalau aku akan masuk ke dalam bak?"

Chu Luohan membuang pandangannya. Terserah kepada Long Xiao. Dia tidak akan melihatnya mandi!

Tuan muda Xiao berdehem, hatinya tersentuh ketika melihat wanita ini membuang pandangannya, "Lihat aku."

"Maaf, aku tidak tertarik." Dia menggertakkan giginya. Ternyata berendam di dalam air membuat bibirnya terasa kering.

Bagus! Pada awalnya air di dalam bak begitu tenang, namun setelah pria ini masuk ... Air merembes keluar ke segala sisi. Bak mandi ini sangat besar. Chu Luohan hanya mengambil di satu sisi. Ketika Long Xiao masuk, ruang di dalam bak mandi langsung terasa sempit.

Chu Luohan menarik kakinya. Dia tidak ingin menyentuh pria ini. Di saat bersamaan, dia juga berusaha meraih handuk miliknya.

harus beranjak keluar

Xiao mengulurkan kakinya. "Brrr!"

kamu mau mandi, aku akan memberikan bak ini kepadamu."

mulutmu. Berbaring yang

kumann? Bukankah dia sangat benci bersentuhan dengan orang lain? Hari ini dia berusaha mempermalukan Chu Luohan tanpa memikirkan

tidak memiliki pilihan lain selain beranjak keluar dari

"Boom!"

"Prak!"

terasa licin. Kaki

Chu Luohan berteriak kecil. Kakinya terasa

ke dalam dekapan. Mereka berdua saling bertatap

menatap tanpa bersuara. Waktu terasa berhenti berputar pada saat itu. Chu Luohan menelan air ludah. Dia menatapnya dalam-dalam dan merasa hatinya akan segera melompat

panik. Dia memberontak, "Lepaskan aku! Aku sudah selesai mandi. Biarkan aku

Xiao menyentuh kulit wajahnya, "Apakah

mana dirimu?" Tiba-tiba terdengar suara Mo Rufei dari arah ruang tamu. Dia berteriak

Xiao, wanitamu sudah memanggilmu.

Tampaknya kamu lupa dengan statusmu! Kamu adalah

bangkit berdiri, "Tuan muda Xiao, sekarang bukan waktunya untuk mengingatkan siapa dan apa statusku. Keluarlah. Jangan biarkan dia menunggu. Dia

memegang dagunya, "Kamu ..." Apakah kamu memperdulikan

tidak sanggup

dia akan melihat kita berdua. Meskipun tidak terjadi apa-apa, tetapi hal ini akan membuatnya

dia tersenyum dan menegakkan tubuhnya, "Anggap saja kejadian tadi tidak

marah. Menganggapnya tidak pernah terjadi? Wanita ini tidak merasakan

muda Xiao bangkit berdiri dalam keadaan telanjang. Dia mencegat Chu Luohan di depan matanya. Tanpa segaja, Chu Luohan melihat ke arah bawah.

adalah sebuah sindiran. Dengan perlahan-lahan

Rufei, "Tuan muda Xiao, kenapa kamu mandi di sini? Bukankah kamar mandi di atas

Xiao menjawab dengan nada dingin, kemudian beranjak

Bình Luận ()

0/255