Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 79 Wajahnya Membuatku Tidak Berselera Makan

Bab 79 Wajahnya Membuatku Tidak Berselera Makan

Chu Xiran beranjak pergi sambil memegang wajahnya. Dia meninggalkan Long Ze Chu Luohan berdua.

Long Ze merasa sangat puas.

Chu Luohan belum makan, tetapi dia sudah merasa kenyang. Chu Luohan bertanya sambil memainkan sendok dan pisau, "Long Ze, kenapa kamu sangat membencinya? Kamu menamparnya sebanyak 2 kali. Itu cukup kelewatann."

Long Ze tersenyum sambil memotong steak setengah matang dan menyantapnya, "Apakah membenci seseorang membutuhkan alasan? Jika harus memberikan alasan, aku tidak menyukai wajahnya. Wajahnya membuatku tidak berselara makan."

Chu Luohan tertawa terbahak-bahak, "Apakah itu adalah sebuah alasan?"

Long Ze menyantap makanan dengan lahap, "Meskipun Chu Xiran adalah adalah adik tirimu, namun dia sangat berbeda denganmu. Aku tidak suka melihatnya. Otaknya tidak cerdas dan sangat licik. Cepat atau lambat, dia pasti akan mendapatkan karma."

"Aku dan dia tidak memiliki hubungan darah. Kami memiliki ayah dan ibu yang berbeda."

"Hah? Kalau begitu ... Aku tidak seharusnya menampar dia."

Wajah Chu Luohan berubah, "Kenapa?"

"Seharusnya kau langsung menendangnya! Menamparnya malah membuat tanganku sakit."

Chu Luohan tertawa sambil menyantap makanannya.

"Tapi kakak ipar, apakah dia akan balas dendam kepadaku? Tatapan matanya pada saat pergi terlihat sangat ingin membalasku."

"Kamu takut? Tenang saja, aku sudah hapal dengan semua taktiknya. Aku siap kapan pun dia ingin menyerangku."

"Kakak ipar sangat keren! Ayo, bersulang."

Setelah makan, Chu Luohan kembali ke rumah sakit. Dia mendapatkan sebuah pemberitahuan untuk mengikuti sebuah forum diskusi pengobatan pasien. Forum akan dihadiri oleh divisi penyakit dalam dan spesialis bedah. Mempertimbangkan kondisi pasien dan tingkat kesulitan, divisi spesialis penyakit dalam tidak menyarakan operasi.

"Aku takut pasien akan kehilangan nyawa jika memaksakan operasi ini." Kata salah seorang dokter.

“Benar, Cabang Om berada di posisi tidak baik. Sulit untuk menemukan arteri koroner di sisi paling kiri jantung selama operasi berlangsung.” Chu Luohan dengan cepat membayangkan situasi yang mungkin terjadi setelah membuka perikardium.