Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 84 Long Xiao, Kamu Jangan Masuk ke Dalam Jebakan

Bab 84 Long Xiao, Kamu Jangan Masukke Dalam Jebakan

"Apa? Kamu bilang dia sudah tahu?"

Daerah bisnis CBD di Jingdu, suatu gedung perkantoran elit, di kantor tingkat teratas.

Kang Chengjie langsung bangkit berdiri dari kursi, kakinya yang belum pulih langsung menubruk sudut meja karena dia terlalu menggunakan tenaga tadi, Kang Chengjie kesakitan hingga bibirnya terbuka dan menggertakkan giginya.

"Shit! Bagaimana dia bisa tahu! Ini tidak mungkin!"

Otot wajah Kang Chengjie menunjukkan perubahan, dia mengitari meja kerja, lengannya yang tidak terluka itu dengan langsung mencekik leher anak buahnya yang bernama Hei Hu itu, "Kamu katakan sekali lagi! Apa yang sebenarnya terjadi!"

Hei Hu merupakan orang yang diperintahkan untuk menaruh racun semalam, dia sendiri menilai dia melakukannya dengan sangat bersih dan rapi, tidak terlihat oleh siapa pun, terlebih lagi dia segera meninggalkan bar begitu selesai melakukannya, setelah itu juga merusak kamera CCTV bar, dia juga tidak mengerti.

"Kabar tentang Chu Luohan yang keracunan sudah diketahui oleh orang-orang, ujung tombak mengarah pada bar, baru saja bar mengeluarkan informasi yang mengatakan bahwa, Chu Luohan mengetahui siapa pelakunya sebelum dia tak sadarkan diri, namun sekarang dia masih belum siuman, semua faktanya akan terungkap saat dia siuman nanti......Tuan Muda, saat kamu muncul di bar semalam terlihat oleh wanita jalang itu......berdasarkan kecerdasannya, pasti akan menunjukmu."

Tangan yang digunakan Kang Chengjie untuk mencekik lehernya tiba-tiba tidak bertenaga dan terlepas, benar, Chu Luohan yang begitu cerdas pasti akan terlebih dahulu memikirkannya......

"Tapi, Tuan Muda, meski dia sungguh merasa itu adalah kamu, namun dia tidak memiliki bukti di tangannya, polisi juga tidak bisa berbuat apa-apa padamu bukan?" Hei Hu bertanya dengan sangat hati-hati.

"Kamu tidak mengerti! Berdasarkan sifat Long Xiao, dia lebih baik salah membunuh banyak orang daripada harus melepaskan satu orang......apalagi......" Dia melihat luka cacat yang dia alami, hari itu dia hanya menggoda wanita itu saja dan tidak berhasil, Long Xiao sudah hampir mengambil nyawanya, jika ini diketahui olehnya, maka dia pasti akan mati.

"Jika si wanita jalang Chu Luohan memberi tahu Long Xiao bahwa dia melihatku, pasti akan menghabisiku......tidak, dia tidak akan membunuhku dengan gampang, dia akan......"

Mata Kang Chengjie perlahan-lahan membesar, bagaimana Long Xiao akan menyiksanya, dia tidak berani membayangkannya!

Long Xiao merupakan maniak yang tidak suka melihat kesalahan sedikit pun!

Tidak......tidak boleh!

"Jadi, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Suara Hei Hu terdengar sedang bergetar.

Kang Chengjie mengepalkan tangannya dengan erat, matanya yang kelam tampak meredup, "Racun yang sebelumnya tidak berhasil membuatnya mati, kali ini, aku pasti akan menghabisinya! Jika sudah dilakukan maka harus dituntaskan, selagi Chu Luohan belum sadarkan diri, habisi dia!"

Hei Hu tertegun, "Tuan Muda, dia sekarang ada di ruang perawatan pasien rumah sakit pusat, ditakutkan akan sulit untuk melakukannya bukan?"

Kang Chengjie menaikkan ujung bibirnya dengan sinis, "Kalau begitu biarkan dia yang keluar, jika dia tidak mati, maka kita yang akan mati, Hei Hu, dengarkan......"

Setelah berbisik dan berpesan, awalnya wajah Hei Hu tampak gelap, lalu tampak pucat, akhirnya tersenyum dengan picik.

"Tuan Muda memang hebat, ini adalah cara yang bagus! Kali ini, wanita jalang itu pasti akan mati!"

Kang Chengjie memiringkan ujung bibirnya, mendengus dengan dingin dan licik, "Bukan hanya itu saja! Long Xiao telah menghancurkan lenganku, mematahkan tulang hidungku, juga membuatku menjadi orang pincang, hutang ini, harus aku perhitungkan dengan jelas padanya!"

"Jika begitu......Tuan Muda ingin bagaimana?"

Kang Chengjie membuka telapak tangannya dan membentuk pisau tajam, lalu melakukan gerakan seperti mengiris lehernya, "Dia, habisi bersama!"

Ruang rawat inap rumah sakit, racun di dalam tubuh Chu Luohan sudah dibersihkan, namun tubuhnya masih terlalu lemah, dia diminta untuk tetap tinggal di rumah sakit untuk terus diamati sementara.

Dia sudah terbiasa sibuk, jadi merasa sangat risau saat sedang senggang, dia sedang berkeliling membentuk lingkaran di dalam kamar rawat inap VIP yang besar itu, ponselnya kemudian berbunyi.

"Dokter Chu, dokter......tolong......tolong aku......"

Di ujung sana, suara yang lemah terdengar seperti orang yang sudah akan mati!

Saraf otak Chu Luohan seketika itu menjadi tegang, "Ada apa denganmu? Jangan panik, katakan."

"Jantungku......penyakit jantung......" Suara pasien semakin lemah, seolah detik berikutnya dia akan menghembuskan napas terakhirnya.