Mulai Dari Awal Denganmu

Bab 633 Kita Mempunyai 3 Anak Saja (Bab Terakhir)

Bab 633 Kita Mempunyai 3 Anak Saja (Bab Terakhir)

Anak ketiga Ratna dan Timothy diberi nama Angie.

Berhubung Timothy merasa tidak puas karena anak itu datang terlambat, selama dua hari ini dia terus menempel kepada Ratna tanpa alasan.

Pada saat Angie berusia genap 1 bulan, keluarga Tanjaraya mengadakan acara minum-minum untuk merayakan hal ini.

Sanita dan Billy Shan menghadiri acara tersebut, hal ini cukup mengejutkan Ratna, tetapi hal yang lebih mengejutkan dia adalah, tuan muda keluarga Gu, yang sudah mengalami depresi untuk waktu yang lama, tanpa disangka-sangka membawa kembali nona Gong yang angkuh.

Jillian Gong masih tetap seperti biasanya, dengan senyuman lebar yang terukir di wajahnya, dia berjalan dengan sangat cantik dan anggun.

Saat sedang bermain dengan anak bayi yang ada di kamar sebelah, Ratna tidak bisa menahan untuk tidak menggoda wanita itu, "Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali ke negara ini lagi? "

Jillian Gong memasang ekspresi wajah yang dilebih-lebihkan untuk menggoda Angie, dia menggodanya sampai anak itu tertawa keras, setelah itu dia menjawab pertanyaan Ratna dengan santai: "Aku kembali kesini hanya untuk menemuimu, mengapa kamu tidak menyambutku? "

Ratna bisa mengetahui bahwa ada alasan yang lebih penting mengapa Jillian Gong memutuskan kembali ke negara ini, setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan membahas topik tersebut, "Tidak apa-apa kalau kamu ingin menyimpannya sendiri, tetapi aku harap kamu bisa tetap tinggal disini dan jangan pergi lagi. "

"Kalau untuk itu....aku tidak bisa.... " Dalam hal pekerjaan, Jillian Gong adalah orang yang sangat tegas, tetapi setelah beberapa saat, dia menarik pandangannya kembali lalu tersenyum, "Tetapi David akan bersekolah disini, dia tidak terbiasa tinggal di luar negeri. "

Kalau David menetap disini, itu berarti orang terpenting bagi Jillian Gong berada tidak jauh darinya.

Setelah Jillian Gong selesai berbicara, dia tidak bisa menahan rasa curiga ketika melihat ekspresi wajah Ratna terihat datar, "Mengapa kamu sama sekali tidak terkejut? "

Saat ini Ratna baru menyadarinya, dia menjawab ‘Oh’ dengan nada yang dilebih-lebihkan, "Kalau menetap disini, siapa yang akan mengurusnya? "

Aktingnya yang terlalu dilebih-lebihkan secara otomatis tidak bisa lepas dari tatapan Jillian Gong, wanita itu melirik ke arahnya, lalu membongkar kedoknya dengan tidak berperasaan, "Tidak perlu berpura-pura lagi, apa kamu sudah mendengar hal ini dari Galih Gu? "

Melihat hal ini, Ratna hanya bisa mengangkat bahunya dengan pasrah, lalu tersenyum ke arahnya.

Setelah tersenyum beberapa saat, tiba-tiba dia menjadi penasaran lagi, dia memegang lengan Jillian Gong lalu bertanya: "Ceritakan padaku, apa yang terjadi setelah kamu pergi ke luar negeri?"

Tubuh Jillian Gong ditarik oleh Ratna untuk duduk di sofa yang ada di sebelahnya, setelah mendengar pertanyaan yang Ratna ajukan, dia menggelengkan kepalanya dengan acuh tak acuh, "Tidak ada yang bisa diceritakan.... "

...

dengan jujur, itu merupakan cerita yang sedikit tidak masuk akal, sama sekali

muncul di antara dirinya dan Galih Gu nantinya, dia ingin menyimpannya di dalam hati saja, meskipun jika Galih Gu tiba-tiba membahasnya tanpa alasan, dia akan

Gong tiba di Inggris, tubuhnya

wajahnya pucat, dan setiap bangun

saat sedang sarapan pada suatu hari, David yang sedang mengoles rotinya dengan selai memandangi ibunya yang baru saja muntah-muntah di kamar mandi, dia bertanya kepadanya: "Mommy, apa mommy

Jillian Gong teringat perkataannya, dia masih mengingat keringat dingin yang mengalir begitu saja karena dia

makan, matanya terbuka lebar, tanpa

setelah meletakkan sandwich tersebut ke piring Jillian Gong yang ada di seberangnya, dia menjawab pertanyaan tersebut dengan santai: "Aku mendengar bibi

tetapi, dari waktu ke waktu, sepasang mata bulatnya

bahkan tidak memakan sarapannya, dia segera mengambil baju luarannya dan berjalan ke pintu rumah, "Mommy mau pergi sebentar, tidak akan

tertutup, gadis kecil yang sebelumnya masih memakan sarapannya dengan tenang, langsung berlari ke arah ponsel yang

tamu, seperti seekor semut yang ada di wajan panas, "Paman Galih Gu, Mommy sudah pergi, apa yang harus aku lakukan sekarang?

Jillian Gong di Inggris, Galih Gu yang sedang berada di

rumah, tangannya membawa sebuah kotak yang berisi obat-obatan, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia langsung berlari ke kamar

masuk, dia mengeluarkan salah satu kotak yang ada di dalam kantung plastik, dia memfoto kotak tersebut dan mengirimkannya kepada Galih Gu, "Paman Galih Gu, benda ini

yang ada di seberang sedang memandangi test pack yang ada dalam foto tersebut, dalam sekejap, kepalanya terasa seperti

menit kemudian, sang detektif kecil, David, kembali melapor kepada pria itu, kali ini dia memfoto testpack yang dia temukan di tempat sampah

ketika mengirim

dalam foto tersebut dengan seksama, kali ini kepalanya terasa seperti mengepul, bagaikan sup panas yang baru diangkat, keringat mengalir dari punggung hingga ke

yang belum pernah terlihat sebelumnya, setelah

dokumen di tangannya, tetapi pria itu malah melambaikan tangannya dengan tidak sabaran, "Pesankan tiket pesawat ke London dengan waktu penerbangan tercepat, tunda semua pekerjaan yang harus dikerjakan dalam beberapa

ini, pria itu sudah

dengan perasaan gelisah, Jillian Gong sudah mengemasi barang-barangnya

melangkah keluar, tiba-tiba dia merasa kesal,

mengapa dia seperti ini, gadis kecil itu memajukan bibirnya dan

mendengar pertanyaannya, wanita itu sedikit terkejut, dia terdiam untuk

masalah ini, dia tidak akan menikah

ketika dia berjalan dari rumahnya menuju ke apotek, lalu membeli testpack dan kembali ke rumah untuk memeriksa hasilnya, perasaannya sangat tidak karuan dan sulit

Bình Luận ()

0/255