My Dear Lawyer

Bab 82 Tangan Di Bawah Meja Makan

Bab 82 Tangan Di Bawah Meja Makan

Jane merasa tidak nyaman dengan tempat duduk ini, tapi karena orang yang ada di samping adalah teman baiknya yang paling dia percayai, dia pun menahan rasa sedikit tidak nyaman itu.

Darlene pun merasa canggung, nafas pria yang tidak bisa dihiraukan terus mengarah padanya, tangan yang berada di bawah meja pun semakin mengepal dengan erat.

Tiba-tiba tubuh Darlene bergetar, seluruh tubuhnya menjadi tegang, Yose, Yose bahkan seperti tidak ada apapun yang terjadi menarik tangannya.

Dan juga dihadapan begitu banyak orang, walaupun dibawah meja tidak ada orang yang menyadari, tapi sudah cukup membuat Darlene tegang sampai ingin menjerit.

"Darlene, ada apa denganmu, kenapa ekspresimu terlihat seperti terkejut." Ferlina dengan heran melihat Darlene yang punggungnya membeku, seperti sedang disihir oleh orang dan tidak bisa bergerak lagi.

"Tidak, tidak, aku hanya sedang memikirkan masalah lamaran."

Darlene sangat ingin menarik tangannya keluar dari tangan pria, tapi setelah mencoba beberapa kali tetap tidak berhasil, hanya bisa membiarkannya memegangnya.

Kenapa dia memiliki perasaan seperti berselingkuh di balik suaminya!

Dibandingkan dengan rasa gugupnya, Yose malah terlihat begitu tenang, seperti orang memegang tanganya bukanlah dirinya, tapi orang lain.

Apakah dia tidak khawatir Jane menyadarinya?

Darlene dalam hati mengutuk Yose, palsu! Keji! Brengsek!

Jane yang tidak mengerti pun bertanya, "Lamaran, lamaran apa, Darlene bukannya kamu masih bekerja di toko sepatu."

Darlene merasa sedikit tidak nyaman dengan perumpamaan Jane, setelah di pikir-pikir, mugkin ini memang sifat Jane, jadi dia pun tidak mempermasalahkannya, "En, ada sedikit masalah, aku sedang mencari pekerjaan baru."

Darlene tidak mempermasalahkan, tidak berarti Ferlina juga tidak keberatan, dia dengan dingin berkata, "Jane, Darlene bukan bekerja di toko sepatu apaan, bagaimanapun dia adalah kepala toko di toko bermerek dunia, bukan toko sepatu kecil jalanan."

merek terkenal dunia ini, terhadap menjunjung tinggi kemampuan penjual, apalagi dengan usia begitu

orang bermuka dua itu tidak tahu, tapi dia tahu betapa Darlene bekerja keras demi

merah dan menggerakkan bibir melihat Darlene meminta bantuan,

berkata, dengan menenangkan melihat teman yang

kalau Darlene bersedia dipijak, dia

pun mendekati Yose, dengan lembut berkata, "Yose, aku dengan bukankah sekarang dikantormu kekurangan asisten, aku rasa kemampuan

sejenak Darlene yang tegang, pergi bekerja di kantornya, ide

menolak, "Tidak perlu, besok aku akan pergi

di kantor Yose, bukankah itu berarti mencari mati sendiri, dan juga adalah tempat yang tidak dia pahami,

mendengar di samping pun

bisa pergi bekerja di perusahaanku, kebetulan aku juga kekurangan seorang sekretaris." Hendrik yang berbicara selalu membuat orang nyaman,

hampir saja menyetujuinya, kalau bukan karena tangan besar di bawah meja memegangnya dengan semakin erat, dia

ke kantor kak Richard." Saat ini

kenapa dia tidak tahu, tapi Darlene berkata

dia pun tidak enak berkata lagi,

ke kantor Yose, dengan begitu aku akan lebih mudah mencarimu." Jane dengan menyayangi

di kantor Yose, dia bisa menggunakan alasan ini untuk pergi

Ferlina itu, selalu merusak

berdua benar-benar

mengatakan hal buruk, mengatakan agar lebih mudah mencari Darlene, bukannya agar dia memiliki alasan mencari

bertepatan menghidangkan

yang penuh dengan makanan ??yang tidak pedas??, wajah Ferlina pun terlihat buruk, "Yose apa yang kamu lakukan, datang ke restoran Chinese food tidak makan

mendengar ucapannya ini pun tidak senang dan menggerutkan dahi,

dan menarik nafas,

di tempat Richard dia bisa melihat

ini sangat

Bình Luận ()

0/255