My Dear Lawyer

Bab 85 Tantangan Kedua

Bab 85 Tantangan Kedua

Darlene langsung melompat dari sofa, suaranya bahkan ikut berubah, "Yose kamu sedang bercanda apaan, aku pergi bekerja di kantormu, kalau Jane tahu, apa yang akan dia pikirkan."

Pria ini benar-benar sudah gila.

"Bukankan ini adalah idenya."

Yose menjawab seperti sudah seharusnya, tubuh yang tinggi berdiri di depan jendela, dengan tatapan dingin dan juga tersenyum.

Asistenya Hary merasa dirinya pasti belum sadar, kalau tidak matanya mana mungkin kabur dan melihat bos Yosenya tertawa, tatapannya pun melihat kearahnya.

Hary pun merasa sangat aneh, dengan cepat meletakkan berkas di mejanya dan langsung keluar.

Tiba-tiba begitu baik padamu, kamu akan merasa tidak tenang, kalau terus menerus begitu dingin, malah akan merasa lebih nyaman.

Orang, ternyata memang sangat tidak tahu bersyukur.

Darlene dengan khawatir berjalan bolak balik di ruang tamu, walaupun yang Yose katakan itu benar, tapi Jane mungkin hanya sembarang berkata saja, kalau Jane mengetahui hubungannya dengan Yose, saat itu apakah dia masih bisa bekerja di sana? Atau akan segera menjadi orang yang disalahkan semua orang.

Dia tidak ingin menjadi seperti ini, walaupun pergi juga harus pergi tanpa rasa bersalah.

"Tidak, aku sudah menyetujui Lina untuk pergi bekerja ke perusahaan kak Richard."

Kak Richard.

Tatapan Yose perlahan menjadi dingin karena panggilan yang begitu dekat ini, menjadi serius dan suaranya bahkan ikut mengecil, "Jangan lupa, kamu masih berhutang 2 syarat padaku."

"Jadi pergi bekerja di tempatmu bisa mengurangi 1 syarat yah." Darlene menangkap intinya, beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dengan tenang, juga karena hal ini.

malah terus tidak mengajukannya, membuatnya menunggu sampai sangat stress, tapi dia juga tidak berani

sudah mengajukanya

halus mengiyakan,

untuk jangan gegabah, harus memikirkannya terlebih dahulu,

cek Yose tidak bisa dicairkan,

bertanya, "Berapa gaji asisten

di atas kepalanya,

tidak masuk akal kalau gaji seorang asisten sekretaris lebih tinggi dari menjadi kepala toko di sebuah toko

mengerti." Pekerjaan ini tidak begitu

bisa menolaknya, akal sehar Darlene

berkata pada pria dibalik telepon, "Kenapa kamu

paling tidak bisa dia mengerti, tidak masuk akal sebuah kantor pengacara tidak bisa mencari asisten

bertanya lagi, perjanjian ini

aku akan pergi ke sana." Darlene pun mengatakan sebuah permintaan sebelum

bisa pergi bekerja di sana, bisakah kamu berpura-pura tidak mengenalku?"

dingin mendengus dan langsung

Jadi, dia sudah menyetujuinya?

sedang menginjak kapas, begitu tidak

mungkin akan menghadapi wajah yang dingin itu, memikirkan

tenang." Darlene mematikan api yang ada di hatinya, dengan tidak

perlu seseorang untuk membantunya memikirkan hal yang mungkin akan

Darlene langsung menelepon Ferlina.

katakan." suara

apakah kamu sedang sibuk?" Darlene merasa dia menelepon

pun diperlembut, tapi sangat menusuk berkata, "Sibuk

apa-apa...." ucapan yang ingin Darlene katakan

ada waktu." Mendengar Darlene yang

Bình Luận ()

0/255